Kesalahpahaman Tentang LOA oleh Pembelajar Dini!

Kesalahpahaman Tentang LOA oleh Pembelajar Dini!

Rahayu.......

Disini, saya akan mencoba membahas tentang kesalah pahaman tentang LOA bagi pembelajar dini. Maksudnya adalah banyak pembelajar yang mencoba mempraktekkan LOA hanya dari apa yang dia lihat saja. Tapi ada faktor penting, atau poin penting yang dia lewatkan. 

Tapi sebelum itu, saya harus memastikan dulu teman teman sudah tahu apa itu LOA. Apa itu LOA? LOA adalah sebuah singkatan dari Law of Attraction, yang jika dibahasa Indonesiakan berarti Hukum Tarik Menarik. Apa sih hukum tarik menarik ini? 

Sebelum kita bahas lebih jauh, saya mau cerita sedikit tentang LOA ini. Awal saya kenal LOA ini adalah dari sebuah video yang berjudul "The Secret". Saya tidak menonton semua isinya sih, tapi ada beberapa "film" yang menayangkan inti dari "The Secret" ini. Salah satunya adalah ada seorang anak yang kesepian, dan dia ingin memiliki sepeda untuk berjalan jalan. Nah dalam video tersebut, si anak cuma berkhayal saja. Dia membayangkan dia dibelikan sepeda dan dia sudah bisa bermain sepeda di luar. Tidak lama kemudian, ternyata impian si anak benar benar terkabul. Yaps, dia dibelikan sepeda oleh kedua orang tuanya. Intinya sih kalau tidak salah begini ceritanya. Cuma mohon maaf kalau agak keliru. 

Jadi ......... yang menjadi poin penting disini adalah "membayangkan". Dan dihubungkan dengan LOA atau Law of Attraction atau Hukum Tarik Menarik. Dan sampai saat ini kesalah pahaman ini yang malah sering dipraktekkan, dan melupakan kehidupan yang normal sebelumnya.

Sebenarnya.... tentang "membayangkan", atau mengimajinasikan, atau memvisualisasikan sesuatu itu penting sekali dalam setiap momen di kehidupan kita. Apalagi itu adalah untuk hal positif. Misal, seperti contoh diatas. Ingin sepeda, dengan "kekuatan visualisasi", maka nanti akan "terkabul". Apakah ini salah? Tidak salah..... Lantas, apa yang menjadi salah paham? 

Ada lagi kejadian salah satu rekan saya yang "gila" banget sama LOA ini... Dia belajar "behimat" karta orang banjar. Dia adalah seorang pekerja keras. Ini itu bisa dia kerjakan agar dia mendapatkan uang. Tidak berapa lama, beberapa bulan kemudian, dia menemukan metode LOA ini yang katanya sih.... agar dia bisa mendapatkan uang lebih banyak "hanya" dengan visualisasi atau membayangkan saja. Sebenernya pada saat itu saya sudah tahu LOA, tapi saya mau lihat dulu bagaimana dia mempraktekkan LOA yang "menurutnya" bisa meningkatkan penghasilannya hanya dengan membayangkan apa yang dia inginkan saja. Hehehehe..............

Setelah kisaran 2 mingguan saya ketemu dia kembali dan saya tanyakan, bagaimana pendapatanmu? Apakah meningkat sesuai yang dibayangkan? Atau ... gimana? Dari raut wajahnya sih dia tidak begitu gembira. Dari sini saya sudah bisa tahu apa yang akan menjadi jawabannya. Hehe.... Tapi, pada kejadian tersebut, saya tidak mau mencoba menasehatinya tentang LOA yang dia pahami. Saya biarkan dia menyelami setiap pelajaran yang telah dia lewati.

Yaps, itu lah salah satu contoh kesalah pahaman tentang LOA yang biasanya banyak dilakukan oleh pembelajar dini, atau pemula yang baru belajar tentang Pemberdayaan Diri. 

Jadi, bagaimana sih mempraktekkan LOA dengan benar? Nah disini, saya akan menuliskan beberapa poin yang bisa dipraktekkan untuk mempraktekkan LOA dengan benar agar apa yang diimpikan mudah menjadi kenyataan.

By the way,,,,, sebelum kesana, saya mau pastikan dulu ya. Bahwa LOA ini terlepas dari yang namanya Jin, Demit, atau makhluk apapun yang berkaitan dengan keyakinan tertentu. Tidak!! LOA adalah salah satu keilmuan yang ranahnya ke arah "fisika quantum" dan bisa dijelaskan dengan masuk akal. Kalau gak bisa diterima, berarti akalnya aja yang belum masuk hehehhee....

Sederhananya gini,,,, LOA ini kan hukum tarik menarik. Artinya kita membuat bayangan di pikiran kita, itu sebenernya kita sudah membuat signal yang akan dipancarkan ke alam semesta. Dan biarkan semesta memproses semua itu dengan segala pengaturanNya. Namun... jika kita berada di tengah-tengah pulau sendirian.... Manakah yang akan lebih mudah ditolong? Apakah orang yang memancarkan signal saja (dengan memvisualisasikan)? Ataukah mereka yang memvisualisasikan dan dibarengi dengan kerja nyata? Nah itu bedanya. Hehehe.............. Tentunya kita tahu. Pasti yang akan ditolong adalah mereka yang berbarengan dengan kerja nyata! Nah inilah kesalahpahaman yang sering diabaikan oleh pembelajar awal. Mereka mau mudahnya saja (yaitu ngebayangin doank), kerja gak terlalu banyak. Padahal, gak begitu.

Nah kita kembali ke atas. Bagaimana mempraktekkan LOA dengan benar?

Pertama, kita harus tau dulu dengan jelas apa yang menjadi tujuan kita. Misalkan, kita ingin nilai ulangan kita tinggi. Atau Nilai Praktikum kita tinggi. Atau Nilai Ujian kita tinggi. Atau apapun, silahkan bayangkan, visualisasikan, dengan jelas. Kenapa harus dengan jelas? Karena nantinya ini akan berpengaruh kepada hasil. Anda maunya apa? Harus jelas. Jangan separuh-separuh, atau nanggung. Kesalahan pemula biasanya mereka memvisualisasikan sesuatu tapi tidak jelas. Jadi, intinya harus jelas!

Kedua, saya tegaskan lagi. Harus jelas. Misal, mau lulus ujian. Ya, setiap anak sekolah, mahasiswa juga ingin yang namanya lulus ujian. Tapi kapan? Ada yang cuma 6 semester sudah lulus, ada yang hampir 10 semester baru lulus. Tapi, sama-sama ingin lulus ujian kan? Nah itu bedanya. Membayangkannya harus jelas kemana-kemana. Jangan cuma tujuan akhirnya aja. Misal, anda ingin rezeki banyak. Anda bisa bernafas saja, dan membaca tulisan ini aja itu bisa disebut rezeki lho.....

Ketiga, setelah bayangkan. Tingkatkan intensitas emosi. Misalkan gini, anda membayangkan anda sudah punya mobil, bisa jalan kesana-kemari. Mobil punya sendiri. Emosinya? Jelas... emosi senang. Bahagia, karena punya mobil. Intensitas emosi ini penting pada saat anda memvisualisasikan apa yang anda inginkan. Karena itu ibarat kalau anda bermain ketapel. Kalau tarikannya kuat, maka hasil lemparannya juga kuat. Jika tarikannya lemah, maka hasil lemparannya juga lemah. Nah, tarikan ketapel ini sama dengan kuat atau lemahnya emosi yang kita kaitkan dengan visualisasi dalam LOA ini.....

Keempat, setelah benar-benar anda mempraktekkan. Mulai dari membayangkan tujuan, dan begini-begitunya. Sampai meningkatkan intensitas emosi anda dengan sepenuh hati. Saatnya anda harus melakukan pelepasan. Maksudnya adalah.... anda melepaskan itu ke alam semesta. Anggap saja batu pada ketapel, yang kita lempar tadi, sudah melayang jauh ke langit. Dan hilang. Biarkan alam semesta yang memproses semua itu. Tugas kita hanyalah melemparnya. Sampai sini paham kan ya? Artinya kita harus benar-benar melupakan apa yang menjadi keinginan kita. Tidak perlu kita ingat-ingat lagi dalam pikiran, maupun dalam hati. Biarkan saja itu lepas. Ibarat anda buang air besar. Biarkanlah dia tenggelam dan hilang terbawa air sungai, jika disungai. Tidak perlu anda harap harap lagi apa yang bakalan anda dapatkan kedepannya. Ikhlaskanlah.............

Kelima, kembalilah ke kehidupan normal anda. Bekerja seperti biasa tapi kali ini dengan penuh semangat.... Maksudnya semangat bekerja. Bukan semangat karena ingin dapat hasil yang lebih tinggi dari sebelumnya. Engga. Itu mah sama aja kerja nya ngga ikhlas. Hehehe..... Kembalilah bekerja keras seperti biasa, jangan lupa kerja cerdas.... Tidak perlu dipikir apakah metode LOA yang kita praktekkan berhasil atau tidak. Kembali ke atas, tugas kita hanyalah melempar batu dengan ketapel. Disini nih yang paling banyak salah. Karena habis visualisasi cuma diam, atau malah tidur doank, gak jadi kerja. Hehehehe......

Keenam, selesai.

Nah itu dia bagaimana cara mempraktekkan LOA dengan benar. Semoga artikel ini bisa membawa manfaat bagi yang membacanya. Rahayu.....

Inderferium Liviergoz Derisyacto Lasvaha - Vionelix



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Konsultan Penyembuhan Ajaib

Popular This Week
Recent Articles
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
Jun 2, 2020, 3:25 PM - Deni Riyandi
Jun 2, 2020, 1:37 AM - Singgih Tri Widodo
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin