Kandidat Pelatih Timnas Indonesia Senior: Indra Sjafri Berpeluang Besar

Kandidat Pelatih Timnas Indonesia Senior: Indra Sjafri Berpeluang Besar

Shin Tae-yong batal latih Timnas Indonesia, Luis Milla, Indra Sjafri dan Stefano Cugurra berpeluang?

Santer terdengar, Ketua PSSI Iwan Bule menuturkan Shin Tae-yong menjadi kandidat kuat pelatih Timnas Indonesia. Namun, kabar mengejutkan datang yang menyebutkan eks pelatih Timnas Korsel atau Korea Selatan di Piala Dunia 2018 ini telah dikontrak klub Liga Cina.

Keinginan PSSI mengamankan Shin Tae-yong untuk menjadi pelatih baru Timnas Indonesia sepertinya harus dikalahkan klub yang degrasadi dari Liga Super Cina. Klub yang baru saja degradasi di Liga Super Cina itu dikabarkan membuat PSSI gigit jari karena sudah bergerak mengontrak Shin Tae-yong.

Shenzhen FC adalah klub yang sangat serius untuk mendapatkan tanda tangan dari pelatih 49 tahun ini. Sebelumnya dikabarkan, Shin Tae-yong setelah melakukan fit and proper test dengan PSSI langsung ke China untuk melaksanakan hal sama.

PSSI bertemu dengan eks pelatih timnas Korea Selatan (Korsel) pada Piala Dunia 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia, 19 November 2019. Dua minggu setelah itu, kabar Shin Tae-yong ramai akan gabung salah satu klub China merebak.

Shin Tae-yong jika melatih Shenzhen FC, itu merupakan karier pertamanya di luar Korea. Sebelumnya, dia sejak 2019 melatih level klub di Liga Korea sebagai caretaker saat menangani Seongnam Ilhwa Chunma. Lalu musim 2010 sampai 2012 resmi sebagai pelatih tetap klub itu.

Bersama Seongnam Ilhwa Chunma, dia memberikan trofi juara Liga Champions Asia 2010 dan Piala Korea 2011. Kemudian pada 2014, Shin Tae-yong menjadi pelatih sementara timnas Korsel. Pada 2016-2017, dia menjadi pelatih timnas U-20 dan U-23 Korsel. Mulai 2017 sampai Piala Dunia 2018, Shin Tae-yong menjadi pelatih skuad Taeguk Warriors, julukan timnas Korsel. Pada Piala Dunia 2018, Timnas Korsel gagal melaju dari fase grup karena hanya sekali menang dan dua kali tumbang.

Namun, mereka mengalahkan Jerman dengan skor 2-0 pada partai pamungkas fase penyisihan. Pada level klub sebagai pemain, Shin Tae-yong dari 1992 sampai 2004 menjadi bagian dari Seongnam Ilhwa Chunma. Pada 2005, gelandang serang elegan ini gabung klub Australia, Brisbane Roar tetapi hanya main sekali.

Shin Tae-yong main untuk timnas Korsel kelompok usia sejak 1987 mulai dari U-17, U-20, sampai U-23. Level senior, dia memiliki caps 23 dengan tiga gol sejak 1992 sampai 1997. Teco, Rahmad Darmawan dan Indra Sjafri Berpeluang? Nama Stefano Cugurra pelatih Bali United dan Rahmad Darmawan menguat sebagai alternatif pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya, Indra Sjafri juga mengirim kode siap jadi kandidat pelatih Timnas Indonesia senior.

Andai Luis Milla dan Shin Tae-yong batal bergabung dengan Timnas Indonesia, masih ada 2 nama yang layak dipertimbangkan menukangi skuad senior.

Selain itu, muncul satu lagi nama yang diisukan masuk dalam bursa calon pelatih timnas Indonesia. Pelatih yang dimaksud adalah arsitek Bali United saat ini, Stefano Cugurra Teco. Juru taktik yang akrab disapa Teco tersebut dianggap cocok menangani Timnas Indonesia setelah melihat prestasinya yang berhasil membawa Persija Jakarta juara Liga 1 2018.

Bahkan sedikit lagi Stefano Cugurra Teco membawa Bali United menjuarai Liga 1 2019. Ketika ditanya perihal peluang menukangi Timnas Indonesia, Stefano Cugurra Teco mengaku sangat siap jika harus mengemban tugas tersebut. "Saya pasti siap (ke timnas Indonesia), karena saya sudah kerja tiga tahun sebagai pelatih kepala di dua klub berbeda, Bali United dan Persija," ucap Teco tegas pada Jumat (29/11/2019).

Menurut Stefano Cugurra Teco, dirinya sudah memahami karakter semua pemain Indonesia yang pernah tampil di Liga 1. Klaim itu datang dari pengalaman yang dimiliki pelatih yang sudah memulai kariernya di dunia sepak bola nasional sejak 2003. Saat itu, Stefano Cugurra Teco masih menjabat sebagai pelatih fisik di Persebaya Surabaya mendampingi Jacksen F Tiago. "Saya tahu benar semua pemain yang ada dalam Liga 1 Indonesia, saya sudah paham semua pemain," kata Stefano Cugurra Teco. "Sejak awal karier sebagai pelatih fisik, lima tahun saya di Persebaya Surabaya dan bisa tiga kali juara di sana," tutur Stefano Cugurra Teco menambahkan. Stefano Cugurra Teco lantas menyebutkan salah satu keunggulan yang dinilai bisa membantu karier kepelatihannya di Tanah Air.

Menurut Stefano Cugurra Teco, kemampuannya dalam berbahasa Indonesia dapat membantunya berkomunikasi dengan pemain sehingga strategi yang diharapkan bisa lebih mudah dipraktikkan. "Saya bisa belajar Bahasa Indonesia di sana (Persebaya), untuk komunikasi lancar dengan semua pemain," kata Teco menandaskan.

Sedikit lagi Stefano Cugurra Teco akan menjadi pelatih pertama yang berhasil meraih gelar juara Liga 1 secara back to back sejak format baru pada 2017. Sedangkan Teco sudah pernah menjuarai Liga 1 pada musim 2018 bersama Persija Jakarta.

Selain Stefano Cugurra Teco, muncul satu nama pelatih lokal yang layak untuk menempati pos pelatih utama Timnas Indonesia. Sosok tersebut adalah Rahmad Darmawan.

Sebab Rahmad Darmawan saat ini berstatus tanpa klub, setelah resmi berpisah dari tim yang dia asuhnya, PS Tira Persikabo musim ini tepatnya pada Jumat (29/11/2019).

Pemecatan Rahmad Darmawan oleh manajemen PS Tira Persikabo tidak lepas dari hasil buruk yang dialami tim beralias Laskar Padjadjaran musim ini. Sempat tampil istimewa karena berhasil menempati posisi atas klasemen sementara Liga 1 2019, akan tetapi tim asuhahn Rahmad Darmawan, Tira-Persikabo merosot ke posisi ke-12. Anjoknya prestasi PS Tira Persikabo pada putaran kedua ini, membuat manajemen terpaksa memutus kontrak kerja sama dengan Rahmad Darmawan. Kendati demikian, Rahmad Darmawan sejauh ini masih punya reputasi apik sebagai pelatih lokal. Rahmad Darmawan juga punya pengalaman menukangi timnas di level internasional.

Eks pelatih Mitra Kukar ini pernah menjadi bagian dalam skuad Timnas U23 Indonesia saat SEA Games 2011 dan 2013. Selama menukangi Timnas U23 Indonesia, Rahmad Darmawan sanggup memberikan medali perak lantaran kalah di partai puncak. Usai dipecat dari PS Tira Persikabo, Rahmad Darmawan mengaku tetap akan berada dalam dunia sepak bola. Ia masih akan mencari peluang sebagai pelatih. "Saya punya masa depan, tentu akan menatap ke depan," ujar Rahmad Darmawan. "Saya akan tetap ke sepak bola kepelatihan. Semua tahu, sampai pangkat kemiliteran saja saya korbankan untuk passion saya," ungkapnya.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Dec 13, 2019, 1:41 AM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma