Jantan: Tak Selalu Berarti Bisa Punya Keturunan

Jantan: Tak Selalu Berarti Bisa Punya Keturunan

Pasutri, Pasangan suami-istri biasanya mendambakan kehadiran anak. Mengapa ada kata “biasanya”. Karena ada kemungkinan pasangan itu bukanlah pasangan dimasa subur. Masalah disini bukan itu, tetapi ketika ada gangguan kenyamanan ketika pasangan usia subur itu tidak mendapat keturunan. Dilain pihak ada jeda usia yang jauh ketika mereka menikah, apakah ada kendala juga yang dapat serta hadir dalam kehidupan mereka.  Masalah yang ada, tak semua pasangan itu bisa mendapatkan keturunan, apalagi jika memang ditemukan gangguan kesehatan yang mengganggu kesuburan. Jika ada. apa yang perlu dan mesti dilakukan?

Proses kehamilan diperlukan dua orang, laki-laki dan perempuan. Kehamilan merupakan pertemuan antara sel sperma dan sel telur. Pertemuan sel telur dan sperma ini disebut konsepsi, pembuahan. Tentu saja tidak dengan begitu saja mudahnya terjadi pembuahan tetapi setelah melalui beberapa proses yang menjadi syarat mutlak terjadinya pembuahan.

Salah satu syarat yang wajib dipenuhi adalah sama-sama dihasilkan oleh organ reproduksi yang sehat, baik dari istri maupun suami. Bisa saja terdengar saya sehat dan pasangan saya kurang sehat dan saling menuduh. Salah kaprah jika melulu pihak wanita dijadikan sasaran tidak subur, infertile. Tunggu dulu. Justru gangguan itu bisa terjadi pada pihak pria yang tidak menyadari sudah terjadi gangguan pada dirinya. Anjuran selalu pemeriksaan dilakukan bersama-sama dan saling mendukung hasil pemeriksaan yang terpapar nanti. Ingat, keduanya wajib sehat.

Menurut literatur  “Seseorang bisa dikatakan mengalami gangguan infertilitas bila belum memiliki keturunan mesti telah berhubungan intim dengan teratur selama setahun tanpa alat kontrasepsi”.  Dari sekian kasus gangguan kesuburan itu, 30 persen gangguan ada dipihak pria, 50 persen ada pada wanita, dan sisanya adalah gangguan gabungan dimana pria bermasalah dan wanitanya juga..Sesungguhnya, pria punya kontribusi yang sama dengan wanita dalam hal gangguan kesuburan. Dalam hal mengungkapkan kesuburan mutlak diperlukan pemeriksaan yang akurat bagi kedua pasangan.

Perlu diingat dan dicatat bagi para suami, kejantanan pria tidak ada hubungannya dengan  infertilitas. Pada pria berotot besar, bukan jaminan dikatakan subur, karena suatu saat bisa saja terjadi gangguan itu. Semakin hebat atas kemampuannya melakukan hubungan seks, belum tentu dia mampu memiliki keturunan. 

Oleh karena itu untuk pasangan suami istri yang sudah menginjak usia pernikahan lebih dari 1 tahun dan memang sedang berusaha memperoleh keturunan, segeralah memeriksakan diri ke dokter ahli kandungan dan khusus suami ke dokter Andrologi. Niscaya ketika bersama-sama periksa, dokter ahli akan mampu memberikan solusi atau jalan keluar dari permasalahan yang ditemukan sejak dini. Banyak pasutri menganggap belum waktunya, belum dikasih Tuhan, santai aja karena masih usaha. Tunggu dulu. Stop berpikiran seperti itu, karena bisa saja masalah yang ada menjadi semakin besar dan malah semakin sulit mendapat keturunan.

Ditempat saya berpraktek, pasutri ini, masing-masing akan dijadwalkan untuk pemeriksaan. Saat ini saya membahas pemeriksaan untuk pria, karena terus terang pria sangat jarang mau memeriksakan dirinya karena alasan takut dan gengsi, karena masih tertanam bahwa kesuburan itu adanya hanya di wanita saja. Pemeriksaan pada pria biasanya diawali konsultasi untuk mendapatkan data lengkap dan riwayat tumbuh kembang sejak kecil. Mencakup informasi perkembangan seksual baik sehat atau abnormal, adakah keterlambatan pubertas saat remaja, termasuk riwayat pernikahan jika memang ada pernikahan sebelumnya dan juga tidak punya anak. Dicari terus apakah ada riwayat sakit sejak kecil yang bisa berhubungan dengan gangguan kesuburan seperti sering demam, penyakit virus Mumps atau gondongan, riwayat kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan alat reproduksi, mungkin ada riwayat gangguan malnutrisi.  

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium, dikenal dengan analisa sperma. Dari pemeriksaan ini dapat diketahui kualitas sperma dari jumlah, bentuk, kecepatan gerak, perbandingan jumlah yang hidup dan mati. Semua pastinya akan diterangkan oleh dokternya dan diberi saran serta terapi yang spesifik. Terkadang dokter juga akan melakukan pemeriksaan kadar hormon dan formasi sperma, serta level testosteron dalam darah. 

Jika dari semua hasil pemeriksaan menunjukkan bukti semuanya sehat , baik suami atau istri, dokter akan melanjutkan pemeriksaan tes imunologi. Dari hasil pemeriksaan ini dapat diketahui apakah ada reaksi penolakan istri terhadap sperma suami. Hal ini banyak dijumpai pada kasus infertilitas.

Jadi untuk para suami, sudah jelas betapa pentingnya fungsi sperma berkontribusi pada sebuah proses kehamilan. Jelas sudah, betapa pentingnya fungsi sperma dalam sebuah proses kehamilan. Jadi, kelainan pada sperma dapat mengakibatkan terganggunya fungsi reproduksi pria.

Berikut adalah gangguan yang terjadi pada pria.

Hitung Jumlah Sperma yang terganggu

Menghitung jumlah cairan yang keluar saat ejakulasi, disebut semen. Normal volume  cairan semen sekitar 2-5 ml. Jika kurang dari 1,5 ml atau lebih dari 5 ml dikatakan abnormal. Berwarna putih dan bau khas. Kadar pH 7-8.Spermatozoa atau sel sperma ada di dalam cairan semen ini,  normal jika jumlah spermatozoa sekitar 20 juta/ml. Kurang disebut oligozoospermia.  Jika tak ditemukan sel sperma sama sekali, nol, disebut  azoospermia. Selain spermatozoa ada juga cairan-cairan lain di dalam cairan semen ini yang berfungsi membuat sperma bisa bertahan hidup dalam perjalanannya mencapai sel telur di dalam saluran reproduksi wanita.

Kelainan bentuk spermatozoa

Hal ini juga mempengaruhi proses pembuahan. Bentuk normal seperti kecebong. Lengkap terdiri dari kepala, tubuh dan ekor. Jika ada kelainan bentuk dari sperma ini kepala kecil atau tak punya ekor pastinya pergerakan sperma terganggu, pergerakan menjadi terganggu dalam usaha sel sperma mencapai sel telur.

Gangguan pergerakan spermatozoa

Sangat sering ditemukan, walaupun jumlah sel sperma banyak dan cukup tapi tidak disertai dengan adanya pergerakan yang normal sudah dipastikan tak mampu mencapai sel telur. Diperlukan sel sperma yang gesit dan cepat, walau jumlahnya sedikit tapi mampu mencapai sel telur dan membuahinya. Lemahnya pergerakan sperma disebut asthenozoospermia. Jika ditemukan banyak spermatozoa mati  disebut necrozoospermia.

Gerakan spermatozoa dibagi dalam 4 kategori:

A. Bergerak cepat dan arahnya lurus

B. Bergerak lambat dan sulit bergerak lurus

C. Tidak bergerak maju hanya bergerak ditempat

D. Tidak bergerak sama sekali

Sperma normal yang mampu untuk dapat mencapai telur adalah kategori A jika dari perhitungan sperma jumlahnya 25% atau lebih. Bagaimana dengan kategori B. Masih diharapkan bisa bergerak mencapai sel telur jika jumlah sperma yang bergerak itu 50% atau lebih.

Penggumpalan Spermatozoa

Spermatozoa yang normal bergerak sesuai arahnya masing-masing dan semua bergerak bebas terpisah.  Pada suatu keadaan sel sperma ada yang bergerombol, sedemikian rapatnya tak bergerak. Keadaan ini disebut proses aglutinasi, biasanya terjadi pada gangguan imunologis seperti keadaan dimana sel telur menolak sel sperma.

Cairan semen yang terlalu kental.

Pergerakan yang lambat dari sel sperma terjadi pada keadaan dimana cairan semen terlalu kental, dimana sel sperma menjadi sulit bergerak dan pembuahanpun sulit terjadi.

Saluran sperma yang tersumbat.

Saat ejakulasi, sperma keluar dari testis akan berkumpul disebuah kantung, vesica seminalis. Akan diencerkan disana untuk selanjutnya disemprotkan menuju penis melalui saluran yang sangat halus. Jika saluran-saluran itu tersumbat, maka sperma tak bisa keluar. Bisa terjadi karena ada riwayat trauma kecelakaan berupa benturan yang keras. Bisa juga karena adanya infeksi virus atau bakteri diakibatkan dari kurang higienis.

Testis yang rusak.

Kerusakan testis dapat terjadi karena virus dan berbagai infeksi, seperti gondongan dan beberapa penyakit kelamin. Testis adalah tempat memproduksi sperma, oleh karena itu jika mengalami sakit ataupun berhubungan dengan penyebab gejala tersebut hendaknya segera berobat untuk menghindari masalah yang lebih serius.

 Testis ini sangat sensitif. Banyak hal-hal lain yang mempengaruhinya. Seperti memakai celana terlalu ketat, dimana suasana panas ataupun terganggunya sirkulasi darah disekitar area genital. Jika testis terganggu, produksi sperma bisa terganggu. Konon merokok dan banyak meminum alkohol juga mempengaruhi.. Mungkin saat berhubungan intim, pria tetap merasakan mengeluarkan sperma, hanya saja tanpa disadari sesungguhnya tidak membawa sel sperma (azoospermia).

 Bagaimana cara pengobatan yang akan dilakukan pada kasus infertilitas pada pria.

Mencari lebih dulu faktor penyebab utamanya, karena banyak hal yang mesti digali dan dibuktikan. Ketika ditemukan dengan jelas kelainannya bisa ditangani secara dini. Sayangnya pada beberapa kasus, seperti adanya gangguan bentuk dari sperma, tidak dapat diperbaiki.

Jika gangguan kesuburan berasal dari masalah anatomi atau adanya infeksi, prioritas penanganan adalah menangani untuk mengembalikan struktur anatomi agar dapat berfungsi normal kembali. Seperti tindakan operasi untuk pelebaran saluran sperma. Jika ada masalah gangguan karena infeksi tentunya ditangani dengan cara yang sesuai, seperti pemberian antibiotik yang sesuai. Hal yang sering terjadi adalah  disfungsi seksual, terapi biasanya diberikan berupa konseling  dan atau edukasi terapi. Ada permasalahan ketika pengetahuan tentang seksual kurang sebisanya diberikan edukasi seksual, panduan teknik seksual yang sehat, bimbingan pengetahuan seksual secara luas tentang frekuensi hubungan seks, dan materi pembelajaran fisiologi reproduksi.  Bimbingan konseling psikologis, hipnoterapi atau psikoterapi lain dapat diberikan guna pemberdayaan pikiran positif dalam menunjang keberhasilan proses kesembuhan menuju kehamilan yang diharapkan. Biasanya ditangani.  Selain itu juga diberikan vitamin tambahan meningkatkan kesehatan organ reproduksi.

Edukasi untuk menjalankan pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan sehat bergizi, olahraga untuk memperlancar peredaran darah terutama untuk yang sering bekerja dalam posisi duduk, menghindari penyakit menular seksual dan ciptakan kondisi pikiran yang tenang. Hindari temat yang panas dan khusus bagi pekerja yang sering berhubungan dengan radiasi.

Jagalah pola hidup sehat untuk menjaga fungsi testis. Keseimbangan hormon kesuburanpun bekerja sempurna.

Bagaimana jika kelainan yang terjadi tidak dapat diperbaiki atau dikoreksi. Percayalah masih ada cara untuk membantu agar harapan punya keturunan bisa terwujud.

Inseminasi buatan.

Bisa dengan cara inseminasi buatan dari suami atau dari donor. Teknik ini dilaksanakan bila hanya terdapat sedikit sel sperma yang bergerak saat ejakulasi. Dengan menggunakan jarum yang sangat kecil dan halus, sperma yang terbaik dan terpilih disuntikkan ke dalam sitoplasma sel telur. Biasanya hari kedua sejak penyuntikan sel sperma ke dalam sel telur, bisa diketahui apakah berhasilterjadi pembuahan. Hari berikutnya  terbentuk embrio yang siap dimasukkan dan diletakkan ke dalam rahim. Biasanya ada beberapa telur dilakukan proses ini, sehingga embrio yang lain dapat disimpan (kriopreservasi), siap digunakan jika pasangan ini kelak membutuhkan lagi.

Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan semua bisa terjadi termasuk teknologi yang pesat berkembang untuk tetap memiliki keturunan. Semua adalah usaha manusia dengan bantuan teknologi, tetapi yang berkuasa menentukan adalah Yang Maha Agung dan Maha Kuasa.

Salam Sehat Mulia Buat Kesuburan Pasutri. 

Dr. Nurdin Putra



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Master Medical Hypnosis since 2004 General Practicioner

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Apr 23, 2020, 3:26 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma