Suami Istri Bahagia, Rejeki Lancar Rumah Tangga Bahagia

Suami Istri Bahagia, Rejeki Lancar Rumah Tangga Bahagia

Pernikahan adalah dua hal yang menjadi satu, apakah mudah menyatukan dua hal yang berbeda menjadi satu? Tentu tidak mudah, maka dari itu untuk menjaga pernikahan tetap langgeng memerlukan seni untuk menjaganya.

Pernikahan adalah ikatan dua orang manusia yang diikat dengan perjanjian suci dengan Allah, maka pernikahan haruslah tetap dijaga keberlangsungannya bahkan hingga ke surga. 

Sebaik-baik perhiasan adalah wanita Sholehah. Ungkapan ini tentu sudah bukan hal yang asing lagi untuk kita dengar. Kenapa wanita? Wanita di mata islam adalah makhluk yang istimewa, itulah sebabnya wanita itu dilindungi, seluruh tubuhnya adalah aurat kecuali telapak tangan dan wajah yang bukan sembarang orang dapat melihatnya, suaranya pun juga aurat. Wanita yang memiliki sifat kuat dibalik sifat lemah lembutnya, wanita yang lebih sensitif dalam hal perasaan menjadi makhluk yang peka terhadap perasaan yang lain. Wanita adalah makhluk di balik layar keberhasilan seorang suami, wanita juga makhluk tangguh dibalik lahirnya anak yang berprestasi dan sholeh sholehah, karena Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Wanita adalah lampu dalam rumah tangga, kala wanita bahagia maka rumah akan berpendar, anak-anak akan tumbuh dengan bahagia, suami yang terurus, dan segala yang menjadi amanahnya akan juga terurus dengan baik.

Dalam Q.S An-Nisa disebutkan bahwa "Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita" . Suami yang baik bukan suami yang dapat mencari nafkah sebanyak-banyaknya, bukan pula suami yang memiliki jabatan dan pangkat paling tinggi. Suami yang baik adalah yang mampu menjalankan kewajibannya memimpin rumah tangga, membawa pada kebaikan dengan porsi yang proporsional.

Ada beberapa kiat agar pernikahan terus terjaga 

1. Prasangka Baik

Tidak ada pernikahan yang mulus tanpa terjal, pernikahan adalah seumur hidup mengerti pasangan masing-masing. Mengerti dan memahami pasangan tidak mungkin didapat dalam waktu yang instan. Prasangka baik tumbuh karena kita memahami pasangan kita dengan baik, jadikan kita adalah orang yang paling memahami apa yang paling diinginkannya, apa yang paling membuat dia marah, apa yang paling membuat dia kembali bersemangat, apa yang paling melukai hatinya, bagian tubuhnya yang mana yang tidak sehat dan lain sebagainya. Misal jika pasangan kita dikabarkan selingkuh, sebagai seorang yang paling mengerti akan pasangan kita, tanggapan kita adalah menyelidiki terlebih dahulu, apakah benar kejadiannya, jika memang iya berpikir ke dalam terlebih dahulu apa yang kurang, apa yang belum terpenuhi, atau apa yang membuat tidak nyaman hingga harus ada yang lain. Berprasangka baik sudah dapat menyelesaikan lima puluh persen dari masalah komunikasi.

2. Jadilah yang paling pantas

Jodoh adalah sesuatu yang sudah dipilihkan oleh Allah untuk kita jaga dan kita rawat, pilihan Allah pastilah bukan sembarang, maka jadilah yang paling pantas untuk menjadi pendampingnya. Jika kita ingin memiliki pasangan yang baik, maka mulailah perbaiki terlebih dahulu diri sendiri, sebab sepatu yang terbuat dari kaca tidak akan disandingkan dengan sepatu yang terbuat dari plastik.

3. Ciptkan Suasana Menyenangkan dan Bahagia

Jadikan rumah adalah tempat tujuan pulang yang paling dinanti dan diharapkan, tempat saling mencurahkan kasih sayang, tempat tumbuh anak-anak yang paling nyaman, aman dan membahagiakan. Sehingga tangki-tangki cinta dapat dipenuhi dengan maksimal, keluarga bahagia, rejeki lancar dan rumah yang menyenangkan untuk dihuni.

4. Menjadi Pemecah Masalah

Jadilah partner untuk pasangan kita dapat mencurahkan segala masalah, berbagi bukan hanya kebahagiaan namun segala masalah yang membebani pundaknya. Menjadi partner yang hanya ketika bercerita dengannya saja sudah membuat hati lega, dan mengurangi  lima puluh persen dari kepenatan pikirannya. Memberikan tanggapan yang baik, senyum yang membuat nyaman dan perkataan yang menguatkan bisa menjadi sedikit obat. Sederhanakanlah masalah dan cari solusi bersama.

5. Saling Menguatkan

Menikah tidak hanya cukup bermodal cinta dan materi saja. Pernikahan tidak akan selalu berjalan mulus seumur hidup akan ada banyak badai, kerikil bahkan batu yang harus dilewati dan diatasi bersama. Menikah bukan sekedar saling mengucapkan kata cinta dan sayang, tetapi bagaimana cinta itu bisa saling menguatkan kala kondisi sedang tidak baik. Masalah bisa datang dari berbagai sumber bisa masalah keuangan, orang ketiga, anak, orang tua, pekerjaan dan lain sebagainya. Pada saat seperti ini tinggikanlah sabar, sederhanakan ekspektasi dan kecilkanlah ego.

6. Saling mendukung dalam kebaikan

Ini adalah hal yang cukup esensial, agar adanya pernikahan ini memberikan nilai yang lebih berarti. Pernikahan artinya menyatukan dua kebiasaan yang  berbeda, dua karakter yang berbeda, dua keluarga yang berbeda dan semua berbeda tapi pernikahan inilah yang menyatukan, pernikahan membuahkan satu visi dan misi yang sama. Agar kebaikan dari pernikahan ini dapat dirasakan banyak orang, maka saling mendukunglah dalam kebaikan. Sebarkan kegiatan yang baik, yang kebaikan itu bukan hanya antara suami istri itu saja yang merasakan, tetapi keluarga besar,masyarakat bahkan negara.

7. Teman Ibadah seumur hidup

Ini adalah tujuan yang paling tinggi dari sebuah pernikahan, sebab esensi dari pernikahan ini adalah menyempurnakan separuh agama, pernikahan adalah ibadah seumur hidup. Jadilah teman ibadah yang paling setia untuk pasangan kita. Saling mengingatkan ketika lupa, saling mengajak pada kebaikan dan mengingatkan kepada akhirat.

8. Kecilkan Ego Masing-masing

Saya pernah membaca sebuah  tulisan dari seorang penulis dan penggiat parenting yang beliau posting melalui akun media sosial FB Ayah Edy namanya. Cerita itu menceritakan kisah satu pasang suami istri yang telah lelah sehabis bertengkah, lantas mereka istirahat dan duduk berdua di sofa. Saat tengah menikmati istirahat di sofa ada seekor tikus yang menampakkan diri di depan mereka sembari menggerogoti lemari kayu yang ia tenggeri. Suami istri itu melihat dengan geram tikus yang sedang bertengger dan menggerogoti lemari yang menghasilkan dencitan suara yang sangat mengganggu, salah satu di antara mereka mengatakan "Berani-beraninya tikus itu mengginggiti lemari itu di depanku" . Tikus itu masih dengan beraninya menggerogoti lemari sambil memandang si empunya lemari. Sebenarnya ada hal yang manusia tidak tahu tentang tikus, tikus itu dalam hatinya mengatakan " Dasar manusia bodoh, tentu saja aku menggigit lemarimu ini agar aku selamat. Aku memiliki gigi yang terus tumbuh, jika aku tidak terus menggigit, maka gigiku akan semakin panjang dan hal itu akan menyakitiku ketika aku makan".

Gigi tikus itu dapat kita analogikan seperti Ego manusia. Manusia memang secara fitrahnya membawa sifat ego masing-masing, tetapi yang harus kita ketahui adalah jika ego kita tidak kita pangkas, ego ini tanpa terasa akan menyakiti diri kita sendiri seperti gigi tikus tadi. Sama halnya juga dalam berumah tangga, dalam rumah tangga tidak ada kata aku dan kamu yang ada adalah kita, maka bagaimana kata kita ini dapat berjalan jika ego dari masing-masing pasangan saling mengungguli satu sama lain. 

Siapa yang dapat mengendalikan ego? siapa lagi kalau bukan diri kita sendiri. Kuncinya tahan dan pendam. Tahan agar ego tak memiliki ruang untuk terus tumbuh dan memanjang. Pendam agar ego tidak tumbuh subur dan menghancurkan diri dan rumah tangga. 

Itulah tadi beberapa kiat yang dapat kita lakukan agar Pernikahan dapat berjalan langgeng hingga nanti.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Feb 19, 2020, 10:00 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma