Investasi - Rahasia Pola Pikir Orang Kaya Dari Orang Kebanyakan

Investasi - Rahasia Pola Pikir Orang Kaya Dari Orang Kebanyakan

Artikel yang sedang Kamu baca ini adalah artikel tentang investasi. Judulnya saja bertuliskan, Apa Itu Investasi - Rahasia Pola Pikir Orang Kaya Dari Orang Kebanyakan, tentu saja kita akan membicarakan tentang pola pikir dalam berinvestasi. 

Investasi adalah sebuah istilah yang berkaitan dengan uang dan ekonomi. Jadi jangan heran jika disni kita akan banyak berbicara tentang investasi, dan juga, mau tidak mau yang akan kita bicarakan tidak jauh-jauh dari duit, dari yang namanya uang. Dan kalau ngomongin masalah uang, topik tentang ini memang selalu menggoda yaa...

Namun sebelum kita lanjut, saya ingin bercerita sedikit dulu, boleh dong yaaa... 

Konon menurut cerita, katanya, 90 persen manusia yang hidup di muka bumi ini memiliki kondisi keuangan yang biasa saja, alias rata-rata; Sedangkan 10 persen sisanya hidup dengan kondisi kaya raya dan berkelimpahan uang. Namun, ada juga yang mengatakannyanya dengan cerita yang berbeda, yaitu 90 persen jumlah manusia yang hidup di muka bumi ini hanya menguasai 10 persen dari seluruh jumlah uang yang beredar; Sementara 10 persen dari yang lainnya justru yang menguasai 90 persen dari seluruh jumlah uang yang beredar di muka bumi. Sangat menarik bukan...

Disini, saya tidak akan menjelaskan apakah hal itu benar ataukah tidak, biarlah cerita itu kisah seperti adanya. Saat ini, kita akan melihat faktanya saja dalam kehidupan sehari-hari. Hah, fakta apa? Fakta bahwa di dunia yang sedang kita tinggalli ini, terdiri dari beberapa jenis orang. Ada yang hidup berkelimpahan dan kaya, ada yang hidup biasa-biasa saja dan ada yang hidup miskin. Saya pertegas lagi yaa, bahwa yang dimaksud kaya disini adalah mereka yang kaya berkelimpahan dengan uang; bukan yang kaya hati, apalagi yang kaya ilmu.

Ada orang yang hidup berkelimpahan uang, namun ada pula yang hanya mempunyai sedikit uang. Ada asap pasti ada api yang mengakibatkannya, ada akibat tentu ada sebabnya. Serupa halnya dengan kepemilikan uang, tentu ada alasan-alasan tertentu yang menyebabkan kenapa terjadi perbedaan jumlah uang yang dimiliki antara mereka yang kaya dan tidak. Diantara sekian banyak alasan, yang pertama dan paling utama adalah karena adanya perbedaan pola pikir atau mindset dari setiap orang.

Ya, apa yang Kamu pikirkan dan yakini tentang uang, akan begitu mempengaruhi berapa jumlah uang yang bisa Kamu dapatkan dalam kehidupan ini.

Nah, dengan memiliki keyakinan serta pola pikir yang tepat, maka Kamu akan menjadi lebih bijaksana dalam mengelola keuangan dalam hidup. Begitupun juga dengan sebaliknya, dengan keyakinan serta pola pikir yang salah, akan Kamu hanya akan menghasilkan tindakan yang cenderung ngawur dan dapat membahayakan masa depan keuangan Kamu, tadinya ingin untung, eh malah jadi buntung.

Salah satu contoh perbedaan pola pikir yang dimiliki oleh mereka yang yang kaya dan oleh mereka yang tidak, tampak nyata dalam sudut pandang mereka tentang uang. Misalnya tentang pemikiran bahwa, "Uang bukanlah segalanya."

Orang kebanyakan pada umumnya akan bilang tentang hal-hal seperti ini, "Uang bukanlah segalanya. Uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Uang pun tidak bisa membeli cinta."

Namun, mereka yang kaya dan hidup berkelimpahan dengan uang berkata, "Uang memang bukan segalanya, namun segalanya bisa menjadi lebih mudah dan gampang untuk dilakukan bila Kamu memiliki uang. Uang memang tidak bisa digunakan untuk membeli kebahagiaan, namun dengan mempunyai uang kita bisa menangis dengan lebih nyaman di jok empuk sebuah mobil mewah keluaran paling baru. Uang memang tidak bisa digunakan untuk membeli cinta, namun dengan memiliki uang akan ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk lebih mempererat ikatan kasih sayang diantara pasangan."

Perbedaan pola pikir tentang uang seperti inilah yang akan menghasilkan perbedaan dari setiap tindakan yang dilakukan oleh setiap orang, terlebih disaat mereka sedang menghadapi sebuah problema atau masalah yang muncul dalam kehidupan mereka.

Kebanyakan orang akan lebih mudah pasrah dan menyerah saat menghadapi problema yang berkaitan dengan uang, bahkan tidak sedikit yang menyalahkan Allah atas kondisi financial-nya yang sedang terpuruk saat itu. Mereka beranggapan bahwa kondisi financial-nya adalah sebuah takdir yang sudah digariskan oleh yang sang maha pemberi rejeki. Duh...

Lalu apa bedanya dengan mereka yang kaya? Orang-orang yang kaya biasanya lebih tahan banting, gigih serta memiliki keuletan dalam menghadapi problema yang datang. Mereka tidak mudah menyerah dan berpasrah diri. Bila menghadapi tantangan, orang-orang kaya akan berupaya untuk menemukan solusi dan bagaimana cara untuk mengatasinya.

Termasuk dalam grup manakah kita, Orang yang kaya atau orang kebanyakan?

Salah satu orang terkaya didunia, Bill Gates, sang pendiri microsoft pernah mengatakan, "Bukanlah hal yang salah bila kita terlahir miskin, namun sebuah kesalahan kita jika kita mati dalam keadaan miskin."

Ada juga orang bijak lain yang pernah mengatakan, "Tidak salah jika kita hidup miskin, namun jangan sampai kita miskin karena kebodohan kita."

Bahkan para orang tua di negeri Tiongkok Cina seringkali memberikan petunjuk kepada anak dan cucu mereka, "Jika kamu belum bisa menjadi orang kaya, pastikan Kamu menjadi orang yang pintar."

Modal pertama dan paling awal untuk menjadi orang kaya adalah memiliki sudut pandang dan pola pikir seperti yang dimiliki kebanyakan orang kaya.

Siapapun orangnya, mempunyai hak untuk menjadi kaya raya, namun siapapun, termasuk saya dan Anda harus bersedia untuk memperjuangkannya. Dan hal yang pertama kali harus Kamu lakukan adalah mengubah mindset seperti yang dimiliki oleh orang-orang yang sudah lebih dulu kaya.

Saat Kamu memegang uang dalam jumlah yang besar, apa yang akan Kamu lakukan? Pada umumnya orang kebanyakan akan berpikir untuk membelanjakannya, sementara orang kaya akan berpikir untuk menginvestasikannya agar tumbuh dan menjadi lebih banyak lagi. Di Indonesia, orang kebanyakan terlihat nyata disaat akhir tahun atau hari raya tiba, ketika banyak para pekerja kantoran yang mendapatkan bonus tambahan atau Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan tempat dimana mereka bekerja.

Ketika mendapatkan tambahan uang atau bonus, maka banyak orang ingin dengan segera cepat-cepat membelanjakannya, untuk membeli barang-barang konsumtif. Apalagi di saat itu pada umumnya banyak toko yang menjual produk dengan harga promo dan potongan diskon secara besar-besaran. Hanya sebagian kecil orang yang saat mendapatkan bonus tambahan dan Tunjangan Hari Raya (THR), berpikir untuk memilih saham apa yang ingin mereka beli, emas, reksadana ataupun jenis investasi lainnya.

Benar, agar Kamu sukses berinvestasi, Kamu juga harus memiliki pola pikir orang kaya dalam berinvestasi.

Kita harus mulai untuk belajar untuk menjadi lebih bijak dalam membelanjakan uang. Dengan mengurangi hal-hal yang konsumtif, maka kita akan memiliki uang lebih. Kemudian, dengan uang yang lebih itu, kita bisa menabung sedikit demi sedikit, hingga dapat menyentuh jumlah tertentu, dan pada akhirnya, bisa kita tempatkan pada salah satu jenis investasi yang tersedia.

Ini artinya, sebelum Kamu sukses berinvestasi, Kamu harus lebih dahulu untuk sukses dalam menabung dan menyisihkan uang. Sip.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Content Writer, Copywriter, Internet & Affiliate Marketer di CaraBisnisOnline.Net

Recent Articles
Apr 6, 2020, 1:37 AM - Deni Riyandi
Apr 5, 2020, 1:02 PM - Andria Ranti
Apr 5, 2020, 10:15 AM - Singgih Tri Widodo
Mar 30, 2020, 2:11 PM - Shinta Kusuma
Mar 30, 2020, 2:01 PM - Indraz