Rugi Miliyaran Hingga Triliyunan, Begini Cara Mengenal dan Menghindari Penipuan Investasi Bodong Online

Rugi Miliyaran Hingga Triliyunan, Begini Cara Mengenal dan Menghindari Penipuan Investasi Bodong Online

Lagi dan lagi, mereka tertipu lagi dengan investasi yang penuh dengan janji. Akhirnya jadi Begini... 

Ada banyak kisah dari yang memilukan hingga yang paling lucu, namun sangat-sangat disayangkan ternyata masih banyak orang yang tidak belajar dari masa lalu, dari teman,  saudara dan orang-orang-orang terdekatnya yang sudah pernah tertipu. 

Sungguh ironis memang, tapi apalah daya, ekonomi keluarga sedang carut marut, sementara tuntutan hidup semakin meningkat dan  dalam situasi yang mengharuskan untuk dapat memiliki uang lebih cepat.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika Kita memilih untuk menanamkam modal,  apalagi dalam jumlah yang sangat banyak,  karena nilai  sedikit saja kita harus berhati-hati, terlebih untuk angka yang fantastis.

Kalaupun mau mencoba,  coba sedikit dan ambil profit sedikit itu sudah cukup, tapi untuk kemudian memperbesar ataupun memperbanyak sumber daya, nanti dulu,  sebaiknya periksa dengan seksama sepak terjang perusahaan yang sedang memutarkan uang Anda. 

1. CEK DOKUMEN LENGKAP

Hal ini sangat wajib ketika ada rekan yang menawarkan sebuah bisnis investasi, baik itu yang bersifat online maupun offline entah itu disektor riil maupun non-riil.

Jika yang menawarkan adalah perusahaan lokal,  maka sudah menjadi kewajiban Kita sendiri untuk mengetahui peraturan dan perundang-undangan yang berlaku bagi jenis usaha yang mengumpulkan dana umat. 

Salah satunya ada jaminan dari Lembaga OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Dokumen ini sangat penting karena menyangkut dengan ketertiban administrasi dan kepatuhan pemilik usaha terhadap hukum yang berlaku,  sehingga kemungkinan tingkat pertanggung jawabannya lebih tinggi. 

Dokumen standar lainnya seperti Akta Pendirian Badan Usaha,  Surat Izin Tempat Usaha dan Alamat Lengkap Kantor serta Pemilik usaha tersebut. Sebaiknya ini benar-benar dicek en ricek supaya tidak menyesal di kemudian hari, karena dengan mengetahui keberadaan usaha tersebut Kita akan lebih tenang dan waspada jika nanti terjadi apa-apa.

Untuk jenis SIUP atau Surat Izin Usaha Perdangan juga diperlukan apabila jenis usaha tersebut memperdagangkan barang atau jasa,  namun surat izin usaha yang menghimpun dana dari masyarakat berbeda dengan SIUP dan Anda bisa mengeceknya melalui situs BAPEPAM dan BI. 

Catat juga nomor kontak yang mudah dihubungi. Ingat,  Perusahaan yang bonafit adalah yang mudah diajak berkomunikasi,  jika penawaran yang dilakukan hanya bersifat satu arah sementata tidak ada ruang, tempat dan waktu untuk Kita berkonsultasi sebaiknya tinggalkan saja, tidak ada kompromi untuk hal ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang merupakan lembaga penjaminan badan usaha yang mengimpun dana masyatakat sempat mencatat bahaa nilai total kerugian akibat investasi bodong mencapai Rp88,8 triliun.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing menjelaskan angka tersebut berdasarkan hasil perhitungan selama satu dekade yaitu periode 2008 sampai 2018.

2. CEK KUALITAS NILAI BAGI HASIL

Terkadang disinilah banyak orang yang terpengaruh dan langsung percaya seperti kena hipnotis,  hanya dengan mendengar sepintas bahwa ia akan mendapatkan profit share yang sangat melimpah dari nilai investasi yang sangat kecil maka tergodalah ia dengan bujukan dan rayuan syaitan yang terkutuk itu. 

Ini bukan cuma sekedar kata-kata lho ya,  banyak yang sudah tertipu dengan modus seperti ini. Lalu bagaimana langkah konkritnya untuk menghindari penawaran yang nilainya diluar akal sehat ini? Ya tinggalkan saja. 

Standar Nilai Investasi yang secara langsung bersentuhan dengan pengelola saja biasanya berkisar antara 60:40 atau 70:30 artinya investor hanya bisa mendapatkan bagi hasil sekitar 30% hingga 40% saja,  sedangkan 60%-70% merupakan bagian dari pengelola dana. Dan yang perlu diketahui adalah, bahwa angka itu biasanya didapat dari keuntungan bersih atas suatu hasil dari perniagaan tersebut.

Nah bisa Anda bayangkan jika Keuntungan Kotornya hanya 30% dari modal,  lalu dipotong operasional,  pajak dan lain sebagainya,  tinggallah sisa 10%.

Dari keuntungan bersih yang 10% itu dibagilah untuk pengelola 60% dan untuk investor 40%. Jadi misalkan nilai Investasi Anda sebesar 1Juta, keuntungan bersih 10% yaitu 100rb, maka yang Anda hasilkan sebagai Investor hanyalah sekitar 30rb-40rb saja,  itu pun dalam jangka waktu yang berapa lama untuk menjual semua produk yang dikelola tersebut.

Jadi bila ada yang menawarkan Investasi dengan Angka-angka yang Fantastis melebihi dari itu,  ya sebaiknya pikir-pikir dulu deh. 

Jangan berharap atau bermimpi invest sejuta bisa menghasilkan 1,5jt dalam waktu sebulan,  apalagi seminggu, apalagi sehari, yang ada pengelolanya bisa tekor. 

3. CEK CARA KERJA

Dengan sistem seperti apa usaha yang dijalani ini bergerak, bagaimana pansa pasarnya, sejauh apa sudah berkembang. Hal itu semua harus dicek en ricek secara terus menerus. 

Sebagai Investor Kita tidak boleh mengintervensi pekerjaan ataupun proyek yang sedang bergerak,  karena itu akan mengganggu jalannya neraca perdangan yang sudah menjadi roadmap pemilik ide usaha, namun dengan kata lain Kita dapat terus mengawasi jalannya proses perniagaan itu,  apabila ada yang tidak sesuai dengan perjanjian kontrak kerja sama atau mulai ada pelanggaran hukum,  maka sebaiknya ambil tindakan dengan cara mengajak diskusi semua orang yang terkait dengan usaha tersebut,  baik sesama investor maupun orang-orang yang menghubungkan Anda dengan si Pengusaha.

Alangkah baiknya bila Anda lebih dahulu menanyakan kemungkinan-kemungkinan ini,  bagaimana cara penyelesaiannya dan bagaimana rencana ke depan jika terjadi hal yang demikian. 

Setiap bentuk Investasi ada resiko yang menanti di depan, Kita harus siap bila sudah terjun ke dunia bisnis, ada yang beresiko rendah ada pula yang beresiko tinggi namun keuntungan juga berbanding lurus dengan jenis resiko yang akan dihadapi. 

Dari sini Kita bisa menentukan apakah investasinya Aseli atau Bodong, karena Investasi Aseli juga bisa dianggap orang bodong karena ia kehilangan dana yang besar,  padahal memang jenis Investasinya beresiko tinggi,  sehingga ia pun merasa adanya Penipuan. 

Jadi jangan sampai salah persepsi ya gaes, antara Investasi Murni dengan Investasi Bodong sekarang bedanya memang sangat tipis dan Kita harus mempelajarinya secara Mendalam.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

The Administrator!

Popular This Week
Recent Articles
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
Jun 2, 2020, 3:25 PM - Deni Riyandi
Jun 2, 2020, 1:37 AM - Singgih Tri Widodo
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin