Inilah Bahayanya Diet Ibu-Ibu yang Sudah Punya Anak

Inilah Bahayanya Diet Ibu-Ibu yang Sudah Punya Anak

TERNYATA diet setelah punya anak menentang kodrat alam, INILAH bahayanya

“Kamu Hendra kan?” seorang emak-emak menegur akrab.

“Iya. Ibu siapa ya?” bingung.

“Yuni. Kita dulu sekelas waktu SMA, masa lupa sih?”

“Ooh, Yuni. Iya, iya, ingat sekarang. Beda banget aku jadi pangling.”

Penggalan percakapan seperti itu mungkin pernah anda dengar, atau bahkan anda alami sendiri. Apa yang membuat Hendra sampai tidak bisa mengenali lagi teman SMA nya. Ada dua kemungkinan.

Pertama, Yuni tampak lebih cantik daripada dulu karena sudah pandai dandan pakai make up. Wajahnya lebih cerah dan kinclong karena pakai skincare dan rajin perawatan. Kemungkinan kedua, tubuhnya tampak lebih besar daripada sewaktu masih remaja. Kulitnya kendur, kusam, banyak flek dan tampak menua padahal dulu gadis idola laki-laki satu sekolahan.

Anda termasuk yang mana?

Perubahan bentuk tubuh dan penampilan biasa terjadi pada perempuan yang sudah melahirkan dan punya anak. Tidak seperti laki-laki, perempuan kadang harus bergelut dengan masalah berat badan sepanjang sisa hidupnya. Demi menjaga penampilan seringkali ibu-ibu mesti ikut program diet A sampai Z, lalu ikut senam menguras keringat secara rutin, mengkonsumsi ramuan-ramuan yang diiklankan sebagai ramuan ajaib penurun berat badan. Pokoknya segala cara dilakukan. 

Sering sekali berbagai upaya yang telah dilakukan para ibu-ibu itu tidak memberikan hasil yang diimpikan. Tubuh dengan cepat kembali seperti semula bahkan lebih.

Yang berbahaya adalah pemaksaan terhadap tubuh bisa berakibat fatal. Apapun upaya yang sedang dilakukan jika mengalami gejala-gejala seperti sakit kepala, susah tidur, haid tidak teratur, merasa sedih bahkan depresi maka berhentilah. Itu adalah tanda-tanda bahwa keseimbangan hormonal anda telah terganggu. Jika diteruskan dampaknya akan serius bagi kesehatan tubuh karena pada akhirnya akan menyebabkan munculnya penyakit kanker, diabetes bahkan serangan jantung.

Kenapa bisa demikian?

Proses Evolusi selama 200 ribu tahun telah menghasilkan bentuk manusia yang sekarang ini. Inilah bentuk terbaik yang telah berhasil melewati berbagai kondisi alam, perubahan lingkungan dan menjamin keberlangsungan keberadaan manusia di bumi ini. Bukan hanya bentuk fisik luar yang telah teruji dalam melewati proses seleksi alam namun juga bagian dalam tubuh kita telah terbentuk oleh proses itu. Berbagai sistem yang ada dalam anatomi tubuh manusia sudah teruji sebagai yang terbaik dalam menjaga kelangsungan hidup species kita. Sistem pencernaan, pernapasan, sirkulasi darah, sistem imun, pengindraan, otot dan tulang serta sistem hormonal.

Tubuh perempuan berbeda dari laki-laki mengenai satu hal penting yaitu perempuan dipersiapkan untuk menghadirkan kehidupan baru. Sistem hormon mengatur tubuh perempuan untuk berubah setelah siap bereproduksi. Sebelum itu perempuan dan laki-laki punya kemampuan dan tugas yang sama yaitu mencukupi kebutuhan makanan dan keamanan diri sendiri. Begitu siap bereproduksi hormon merubah tubuh perempuan untuk menjadi lebih menarik bagi laki-laki. Setelah terjadi pembuahan hormon kemudian merubah lagi tubuh perempuan supaya siap menjaga kelangsungan hidup keturunannya.

3 serangkai

Tiga hormon penting yang terkait dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh perempuan adalah insulin, cortisol dan estrogen. Dengan kadar tertentu 3 serangkai hormon ini mengatur perubahan-perubahan pada tubuh perempuan yang bisa dibagi menjadi 2 mode. Yang pertama adalah “mode carijodoh” dimana insulin berperan menjaga berat badan agar tidak berlebihan, cortisol membuat si gadis merasa gembira, ceria dan menyenangkan bagi pasangannya sementara estrogen mempengaruhi sirkulasi darah di kulit sehingga terlihat kencang dan segar berseri. Kondisi ini penting supaya dapat terjadi pembuahan sel telur yang sudah matang. Perempuan akan memikat para laki-laki seperti laron terpikat pada cahaya lampu. Setelah pembuahan terjadi lagi perubahan-perubahan pada tubuh perempuan.

Setelah melewati proses hamil dan melahirkan komposisi dan kadar 3 serangkai hormon itu lalu berganti fungsi atau berganti mode. Yaitu mode yang kedua sebut saja “mode pro” dimana insulin menjaga berat badan supaya tidak turun, bahkan dibiarkan jika berlebihan. Kadar cortisol berubah membuat si ibu merasakan khawatir, cemas, sedih bahkan stress dan depresi. Sementara estrogen bertanggung jawab atas proses penuaan, munculnya selulit dan kulit yang mulai mengendur. Mode pro ini penting untuk menjaga kelangsungan hidup bayi. Secara alamiah si ibu diprogram secara biologis untuk memberikan perhatian dan perlindungan pada bayinya. Dan juga makanan. Bisa dibayangkan pada jaman dahulu jika ada perebutan makanan hasil buruan antara ibu-ibu yang badannya besar dengan yang berbadan kecil tentu akan dimenangkan oleh yang berbadan besar. Dan tentu saja pada gilirannya anak-anak si ibu yang besar tadi akan mendapatkan lebih banyak nutrisi. Kemampuannya untuk bertahan hidup pun lebih tinggi.

Ini adalah cerita anatomi manusia sepanjang 200 ribu tahun yang dimampatkan dalam beberapa paragraph.

Tubuh perempuan sudah dirancang dan dibentuk dalam proses yang memakan waktu selama itu untuk menjamin keberlanjutan species manusia. Susunan anatomi dan komposisi biokimiawi hormonal seperti itu telah membuat kita sebagai species bertahan sampai detik ini sebagai penguasa di muka bumi. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk merubahnya. Tidak diet ketat, tidak olahraga rutin, tidak juga asupan obat-obatan atau ramuan herbal apapun yang bisa melawan kodrat alam ini.

Benarkah?

Mungkin terlihat ada yang berhasil mempertahankan tubuh dan kecantikannya seperti sebelum melahirkan. Tapi jauh di bagian dalam tubuhnya sedang terjadi ketidakseimbangan. Ketidakseimbangan di dalam tubuh ini menyebabkan terjadinya gangguan dalam produksi insulin. Jika hal ini berlangsung selama bertahun-tahun akan merusak kemampuan tubuh untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Diabetes sudah menghadang di depan mata. Sementara kombinasi dari semua tekanan atau stress fisik akan memaksa tubuh memproduksi cortisol dan estrogen dalam jumlah di atas normal. Tinggal menunggu waktu saja bagi munculnya penyakit kanker, bahkan serangan jantung.

Apakah ada solusi ?

Ya, dengan pola makan Shoku-Iku. bangsa Jepang sudah menerapkan ini dalam praktek keseharian mereka. Angka obesitas di kalangan penduduk Jepang adalah yang terendah di dunia. Lebih detail dapat dipelajari dalam buku “healthy Japanese cooking : simple recipes for a long life, the shoku-iku way”.

Sebagai gambaran secara ringkas isi buku itu dapat dirumuskan dalam formula 3 langkah :

Pertama, menambah nutrisi. Tidak mengurangi apapun, tidak karbohidrat tidak juga lemak. Dan memperbanyak sayuran. 7 bagian makanan dengan 1 porsi karbohidrat berupa nasi, 1 bagian protein atau lauk pauk dan 5 bagian sayuran.

Yang kedua, ritual makan. Jangan terburu-buru, nikmati setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh. Cara ini mempengaruhi cara kerja otak sehingga lebih cepat kenyang. Sedangkan jika tergesa-gesa dan tidak menikmati setiap kunyahan, dengan porsi makan yang sama perut masih terasa lapar. Otak masih belum mengeluarkan sinyal rasa puas.

Dan yang terakhir adalah menghadirkan angka 5, dalam arti setiap sajian makanan mesti mengandung 5 rasa, 5 aroma dan 5 tekstur.

Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author
Popular This Week
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Maman suherman
Feb 17, 2020, 9:08 PM - Bram Asta
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
Feb 17, 2020, 12:19 AM - Nabila Afira quraina