Hukuman yang Pantas Bagi Koruptor Dana Bencana Covid-19

Hukuman yang Pantas Bagi Koruptor Dana Bencana Covid-19

Covid-19 atau yang kita kenal dengan Virus corona yang dimana virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia, kemunculan virus corona mulai terdeteksi pertama kali di negara china pada awal Desember 2019. Virus tersebut sangat cepat menyebar di seluruh dunia termasuk Indonesia yang semakin hari lonjatan kematian akibat Covid-19 atau virus corona di Indonesia semakin bertambah yang  membuat masyarakat semakin waspada untuk itu marilah kita Bersama-sama untuk meringankan beban saudara kita yang kekurangan pangan  apalagi bantuan dari pemerintah tentu belum merata.Dalam masa pandemic Covid-19, untuk saat ini pemerintah telah mengeluarkan dana yang sangat besar guna pencegahan Covid-19 baik bantuan social kepada masyarakat dan membantu pengusaha mikro baik kecil menengah.

Sekretaris Jenderal Forum Indonesia menyebutkan bahwa potensi korupsi dalam penanganan Covid-19 sangatlah bisa terjadi antara saat pemerintah menggelontarkan dana bantuan kepada masyarakat itu waktu yang tepat bagi oknum-oknum untuk melakukan korupsi dan untuk saat ini tercatat Pemerintah Anggarkan Dana Penanganan Corona Covid-19 sebesar Rp 405,1 Triliun ini merupakan dana sangat besar dan melihat Jumlah yang bombastis bukan,pasti! Lalu jika ada korupsi apakah Indonesia akan menerapkan ancaman hukuman mati?

Ketua Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengingatkan, bahwa melakukan tindak pidana korupsi pada saat bencana seperti pandemi virus corona atau Covid-19 yang terjadi saat ini, dapat diancam dengan hukuman mati dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada bulan maret sendiri telah mengantisipasi jika ada korupsi dengan mengeluarkan surat edaran terkait pencegahan korupsi dan mengingatkan terkait ancaman hukuman mati bagi koruptor bencana sesuai dengan  pasal 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Korupsi di tengah kondisi bencana merupakan salah satu dari beberapa kategori kondisi yang bisa membuat seseorang dijatuhi hukuman mati. Di mana, dampak kerugian yang ditimbulkan dari korupsi menjadi sangat besar dan luas.Saya menilai apakah pemerintah Indonesia serius untuk menjatuhkan hukuman mati bagi para pelaku koruptor dana bencana alam,kalau saya berharap pemerintah Indonesia menjatuhkan Hukuman mati bagi para koruptor yang dimana itu telah melanggar dan merugikan orang banyak .

Sayangnya, meskipun korupsi dana bantuan bencana marak terjadi dan belasan pelakunya sudah dibawa ke proses hukum, hingga saat ini belum ada satu pun koruptor dana bencana yang terbukti bersalah di pengadilan dan dijatuhi vonis hukuman mati. Pada umumnya, vonisnya masih tergolong ringan. Rata-rata di bawah 5 tahun penjara. Ringannya hukuman dan tiadanya efek jera bagi pelaku tampaknya menjadi salah satu pendorong masih munculnya korupsi dana bencana di sejumlah daerah seperti Badan Pemeriksa Keuangan pada 2005 mengungkapkan penyimpangan dana bencana tsunami di Aceh dan Nias mencapai lebih dari Rp 150 miliar. Pelaku korupsi dana bencana terdiri atas kepala daerah, pegawai dinas atau kementerian, serta pihak swasta dan pejabat pemerintah di badan penanggulangan bencana di daerah.Jika Covid-19 sudah berakhir nanti dan ditemukan kasus-kasus korupsi dana bencana Covid-19 , Apakaah pemerintah Indonesia menerapkan ancama hukuman mati kita tidak tau mari kita tunggu aja ,untuk mencegah itu sebelum terjadi kita semua elemen baik pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengawasi dan dibuat pengawas Dana bencana agar lebih bisa mengawasi seandainya ditemukan langsung di proses,oke semoga pandemic Covid-19 ini cepat berakhir Amin.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author
Popular This Week
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma