High School

High School

High School

Januari, 2014. Itu adalah waktu dimana aku sangat berjuang mencari arti pertemanan dan persahabatan. Saat itu aku duduk di kelas 11 SMA. Aku seperti orang asing yang tidak tahu arah di sekolah yang baru. Ya, aku adalah anak pindahan. Dimana saat itu aku harus berjuang dalam segala hal. Pelajaran, guru, teman, situasi sekolah baru, juga dengan kultur dan perbedaan antara aku dan teman – temanku yang baru. Sungguh, semua hal itu aku pikul sendiri, ya sedikit dorongan semangat dari orang tuaku yang sangat menginginkan aku bisa melewati ini semua. Sampai di kelas saja, aku duduk di kursi pojok belakang kelas. Ya, aku sedikit tertutup awalnya. Karena itu adalah caraku beradaptasi dengan hal – hal baru yang harus aku terima di perjalanan hidupku.

Hingga akhirnya, beberapa teman dari kelasku mulai mendekatiku, mau dekat denganku. Aku mulai nyaman dengan hal ini. Aku bisa belajar bersama, tertawa, makan bersama dengan mereka. Aku mulai merasakan pertemanan yang baik dan aku merasa tidak asing lagi. Aku ingat, saat itu aku jatuh sakit. Aku beberapa hari tidak masuk sekolah. Bulan itu adalah bulan Maret. Bulan dimana memang kami sebagai murid SMA sedang banyak tugas sekolah karena banyak hari libur untuk persiapan ujian kakak kelas kami. Saat aku sakit, ada tugas pelajaran Bahasa Indonesia. Guru kami memberi tugas dengan membagi kelas menjadi 2 kelompok. Tugas itu adalah membuat film. Sungguh, saat aku diberi kabar oleh Ratih bahwa aku masuk ke kelompok dia, rasanya senang luar biasa. Kelompok itu beranggotakan Febri, Amra, Sukma, Rahma, Fia, Greg, Maya, Hapsari, Siti, Vier, Septa, Afsyah, Hafizh, Rizki, dan aku. Sebelumnya, mereka adalah orang – orang yang secara perlahan – lahan selalu ada untuk aku.

Pembuatan film pun dimulai. Hari itu adalah hari dimana sekolah meliburkan siswa yang duduk di kelas 10 dan 11, sehingga kami bisa memulai untuk membuat film. Kami semua sepakat untuk berangkat pagi karena kami juga harus mengunjungi kantor ASEAN untuk menuntaskan tugas sekolah yang lain. Sampai di kantor ASEAN, kami didampingi oleh satu orang pendamping, yang akan membawa kami berkeliling di kantor ASEAN. Setelah selesai dari kantor ASEAN, kami pun makan siang di sebuah mall di bilangan Jakarta Selatan. Saat itu pun kami akan mulai membuat film di sebuah restoran. Disitu, kami semua banyak memberikan ide-ide kreatif kami, memberikan kritik dan saran supaya film kami dapat menghasilkan yang terbaik.

Selama di restoran itu, kami banyak bercerita, banyak mencurahkan isi hati, banyak canda dan tawa.

“Eh gimana kalo kita sampai malam disini tapi satu scene film selesai?” tanya Sukma dengan semangatnya.

“Boleh aja tuh. Biar ada satu yang selesai, nanti bisa di evaluasi apa yang kurang.” aku pun menjawab begitu.

Yang lain pun setuju. Ya, bagaimana pun kami sedang libur sekolah, sampai malam pun akan kami selesaikan untuk tugas ini. Jujur, baru hari itu aku bisa merasakan pergi keluar dengan teman – teman hingga larut malam.

“Yok guys, kita mulai scene pertama kita hahaha.” ucap Greg.

“Eh selama yang scene disini, yang lain jalan ya sambil cari tempat juga buat scene lain di naskah, jadi ngga banyak buang waktu.” ideku ini aku sampaikan dan aku senang karena semua setuju.

Akhirnya, aku, Febri, Fia, Amra pergi dengan mobil dan supirku untuk mencari tempat bagus seperti cafe atau tempat nongkrong yang bisa kami pakai untuk shooting film kami.

Kira-kira 1 jam kami mencari, kami belum mendapatkan tempat yang pas. Akhirnya, kami putuskan untuk tetap di mall tempat kami makan siang di restoran yang berbeda.

Hari sudah sore, kami pun lapar kembali. Kira – kira jam 3 sore. Greg, laki-laki di kelompok kami yang dari pagi hari sudah menginginkan makan gultik (re: gulai tikungan).

“Guys.. ayo kita makan gultik, gultik itu enak.”

“Yaaa ayo!” dengan semangat kami semua menjawab ajakan Greg.

Akhirnya kami semua jalan kaki ke gultik dekat mall. Sehabis makan gultik, kami kembali ke dalam mall. Kami pun memulai scene di restoran.

Oh ya, nama produksi film kami adalah Telur Bulat Production. Kenapa telur bulat? Karena Siti, salah satu anggota kelompok kami, selalu membawa bekal telur bulat yang dimasak, entah di rebus atau di masak dengan bumbu, itu lah yang dia bawa setiap ke sekolah. Jadi, telur bulat itu adalah inspirasi dari dia.

Banyak canda dan tawa selama pembuatan scene pertama ini. Banyak salah, lupa nama karakter dalam film. Lupa dalam naskah harus bicara apa. Sungguh, hari itu sangat menyenangkan bagiku. Kami pun di mall itu sampai kira – kira pukul 9 malam. Akhirnya, kami memutuskan untuk melanjutkan esok hari. Aku pun mengantar pulang Sukma, Febri, Amra, Fia, Hapsari, Afsyah, Maya, Siti, dan Rahma. Selama perjalanan pulang, kami penuh canda tawa di mobil. Apalagi saat itu perjalanan pulang masih padat dan cukup jauh juga perjalanan pulang. Sungguh, hari itu adalah hari yang indah untuk pertama kalinya aku rasakan bersama teman – teman yang baru aku kenal dekat. Selama bersama mereka, aku berusaha untuk dapat melebur dengan mereka semua yang ada di dalam kelompokku. Aku melihat mereka adalah orang – orang yang benar – benar bisa membuat aku bangkit dari keterpurukanku. Aku bersyukur, aku diberi dan diperkenalkan dengan mereka semua. Mereka adalah orang – orang hebat bagiku. Luar biasa aku diberikan teman – teman seperti mereka yang selalu memberikan hal – hal positif untuk selalu semangat berjuang.

Keesokan harinya, kami semua berkumpul di suatu tempat seperti restoran terbuka. Kami akan berdiskusi kembali tentang naskah film dan tempat-tempat yang akan kami pakai untuk shooting film kami. Sembari berdiskusi tentang film, kami juga menyempatkan untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah yang lain. Disini, aku merasa, mereka benar-benar akan menjadi panutanku. Panutan belajar dan berteman, karena kami semua memiliki perbedaan. Dan itu sungguh sangat menyenangkan bagiku dapat melebur bersama mereka dengan menghormati perbedaan itu.

Yang terpandai di kelompok kami bagiku adalah Afsyah, Maya, Amra, Greg, Vier dan Hapsari. Dalam arti, mereka dapat memberikan ilmu yang mereka dapat lebih untuk dibagikan ke teman-teman. Dan mereka juga pandai dalam mengajarkan kami di kesulitan kami masing-masing.

Setelah kami belajar dan berdiskusi, akhirnya kami menyetujui untuk membuat film lagi di rumah Rahma, karena jarak rumah Rahma dari tempat kami berkumpul tidak terlalu jauh. Di rumah Rahma, kami dapat menghasilkan beberapa scene yang diperlukan untuk film kami. Sangat menyenangkan ternyata karena pertemanan kami semakin akrab. Kami menjadi tidak malu-malu lagi untuk mengekspresikan diri kami selama shooting.

Tidak terasa, hari sudah menjelang sore. Sudah saatnya kami harus pulang karena kami cukup lelah. Dan kami senang karena tinggal sedikit lagi pengerjaan film kami. Dalam perjalanan pulang, kami pun sedikit berdiskusi untuk kelanjutan pembuatan film kami. Ya, kami harus segera menyelesaikannya karena waktu kami tersisa 1 minggu lagi. Dan tugas – tugas sekolah kami sudah sangat banyak dan harus kami kerjakan bersama supaya dapat cepat selesai.

Selama pengerjaan film, belajar bersama, dan bermain bersama teman-temanku ini aku merasa akhirnya aku mendapatkan teman-teman yang dapat aku percayai di sekolah baruku ini. Mereka sangat merangkul aku, memberi semangat, perhatian dan mau membantu kesulitan yang aku hadapi. Mereka sangat terbuka kepadaku. Mereka juga mau aku terbuka kepada mereka. Dan aku mencoba untuk terbuka kepada mereka. Benar, mereka sangat bisa membuatku nyaman dalam lingkaran pertemanan ini. Dan itu membangkitkan kembali kepercayaan diriku yang sempat hilang karena rasa takutku berada di sekolah baru. Itulah, awal pertemananku yang akrab di sekolah baru.

Tidak terasa, libur sekolah untuk kelas 10 dan 11 telah usai. Pertanda, kami semua sudah harus menyelesaikan tugas-tugas liburan yang sungguh amat sangat banyak dan beruntungnya kami, film kami sudah hampir selesai. Hanya kurang untuk pengeditan gambar, suara dan teks pada film kami. Oh ya, film kami bercerita tentang kehidupan remaja di usia kami. Film kami memang ringan, kami mengambil hal-hal nyata yang dialami oleh banyak remaja di usia kami.

Saatnya pengumpulan film. Film kami dikumpulkan dalam bentuk CD. Dan kami juga sudah menempelkan poster-poster di dinding pengumuman aktivitas sekolah. Kelas-kelas lain yang juga mendapat tugas membuat film juga menempelkan poster-poster film mereka. Pemutaran film kami bersamaan dengan film kelompok lain dari kelas kami. Kami menonton bersama film kami, sekaligus penilaian film kami oleh guru Bahasa Indonesia. Sebenarnya, kami tidak dapat menonton secara maksimal sampai film habis karena keterbatasan waktu di sekolah. Alhasil, guru kami sendiri yang akan menonton film kami sendiri. Dua hari kemudian, guru kami mengumumkan hasil penilaian film dari semua kelas. Dan, sungguh mengejutkan bagi kelompokku. Film kami, berada di nilai paling atas dan menjadi film terbaik diantara kelompok lain. Sungguh, senang sekali aku melihatnya. Dengan keterbatasan alat, media, dan cara sederhana kami dalam membuat film, ternyata bisa menghasilkan yang terbaik untuk kami.

Pertemanan kami yang dimulai dari kelompok film ini membuat kami semakin akrab. Hingga pada saat bulan Ramadhan pun kami membuat acara buka puasa bersama walaupun beberapa diantara kami ada yang tidak menjalankan ibadah puasa, kami tetap akrab, saling menghargai dan toleransi. Sehingga kami semakin dekat dan tahu kekurangan dan kelebihan kami masing-masing. Sampai saat ini, kami pun tetap menjalin komunikasi baik sehingga pertemanan kami tetap dekat dan akrab. J

Ini adalah awal pertemananku yang aku dapatkan di kehidupan SMA ku. Mungkin hanya karena pembuatan film, aku jadi mempunyai teman yang akrab. Tapi, mereka lah yang membuatku dapat terus bangkit dan terus semangat menjalani masa studi sampai selesai. Mereka lah yang memberitahu bagaimana cara pertemanan itu tetap akrab sampai saat ini. Hal yang ringan, tapi tetap ada dan semakin dekat hingga sekarang.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Aug 8, 2020, 9:17 PM - celina lovinri
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 4, 2020, 1:57 PM - Tsabitah Meylan Giafi
May 20, 2020, 1:41 PM - Adre Zaif Rachman
May 17, 2020, 12:50 AM - Fienencia
May 1, 2020, 10:51 PM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 30, 2020, 1:29 AM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 28, 2020, 12:33 PM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 27, 2020, 11:06 PM - Darmoko Yuti Witanto
About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 24, 2020, 3:20 PM - Akhmad Fauzi
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma