Haruskah Berhenti Bisnis & Berpromosi Selama Masa Corona Virus dan Social Distancing Terjadi?

Haruskah Berhenti Bisnis & Berpromosi Selama Masa Corona Virus dan Social Distancing Terjadi?

Sebagai pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM), Anda mungkin merasa cemas dan khawatir akan dampak coronavirus terhadap bisnis, penghasilan, karyawan maupun channel marketing. Ya, meskipun Anda tidak harus berhenti dalam melakukan tindakan marketing selama masa social distancing, bisa saja cara pendekatan marketing Anda salah. Untuk itu, inilah tiga cara yang dapat Anda lakukan untuk mempromosikan usaha kecil Anda secara efektif selama masa social distancing berlangsung.

Dampak Coronavirus pada Usaha Kecil Menengah (UKM)

Dari informasi dan berita-berita yang merebak belakangan, Anda pasti pernah mendengar tentang COVID-19 (atau lebih dikenal dengan nama coronavirus).

Apakah ini berarti Anda harus mengubah rencana-rencana Anda, perjalanan atau menyiapkan hal-hal penting untuk bekerja dari rumah? Masa-masa seperti ini terkadang menimbulkan stres tersendiri.

Sebagai pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM), kemungkinan besarnya, Anda akan melihat jumlah pelanggan yang lebih sedikit, karena masing-masing orang membatasi interaksi sosialnya, mengubah rencana perjalanan dan liburan mereka serta fokus untuk tetap menjaga kesehatan dibandingkan dengan membelanjakan uang mereka untuk membeli produk atau menyewa jasa.

Anda mungkin khawatir tentang dampak coronavirus pada usaha kecil Anda, kecuali saat ini Anda menjual hand sanitizer atau masker wajah; Karena grafik penghasilan Anda, gaji karyawan dan saluran penjualan cenderung tidak naik.

Jadi apakah ini artinya Anda harus berdiam diri dan menghentikan upaya marketing Anda untuk saat ini? Tentu saja tidak!

Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan bahwa coronavirus adalah pandemi global, dan saat ini adalah waktu yang tidak pasti. Namun, percaya dan fokus pada apa yang bisa kita lakukan akan membuat kita mudah untuk menemukan peluang di tengah kesulitan.

Setiap tantangan dapat dihadapi dengan menggunakan akal sehat, pemikiran rasional dan bahkan dengan kebaikan. Ini bukan waktunya untuk hal-hal yang irasionalitas. Saya menonton sebuah film dimana seseorang berkata, "Khawatir itu seperti duduk di kursi goyang — Anda melakukan sesuatu disana, duduk dan menggoyangkan badan, namun itu tidak akan membawa Anda ke mana pun!"

Saat ini kita hidup di masa sulit. Virus dan bagaimana ekonomi dunia merespons tindakan pencegahan untuk dilakukan adalah sesuatu yang akan dituliskan dalam buku-buku sejarah.

Namun sebagai pemilik bisnis, ada satu hal yang masih kita miliki, yaitu kendali. Dan itu adalah kemampuan untuk gigih dalam membuat pilihan yang akan membuat kita melewati masa-masa ini dengan sebaik mungkin.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan beberapa cara untuk mengatasi tantangan pemasaran selama masa krisis agar bisnis Anda terus berjalan.

Mari kita mulai dengan melihat dua cara pendekatan marketing yang salah selama masa krisis ini:

1. Membuat lelucon tentang coronavirus. Baik kah? Bisa saja tidak. Anda mungkin sering dan terbiasa melihat mereka yang menggunakan meme lucu tentang bisnis dan marketing di internet dan menggunakannya untuk mempromosikan produk mereka. Bahkan belakangan, ada produk perhiasan di Las Vegas yang bahkan membuat kampanye untuk menjual cincin mereka dengan menggunakan meme corona virus.

Namun, apakah berhasil? Tidak, justru cenderung turun karena semakin banyak orang di dunia yang terkena imbas dari coronavirus. Selera humor yang buruk akan membuat sebagian besar audiens dari market Anda pergi.

2. Bermain di area ketakutan orang. Menggunakan teknik urgensi untuk menjual produk atau jasa Anda memang adalah teknik marketing yang baik, tapi tidak sama sekali dengan taktik menakut-nakuti.

Misalnya, jangan menakuti orang untuk membeli masker dan hand sanitizer dengan pesan seperti, "Tinggal dua! Jangan bahayakan kesehatan keluarga Anda!" 

Jangan menambah kekawatiran mereka, namun alangkah baiknya jika bisnis kecil Anda lebih berfokus untuk menebar manfaat positif secara proaktif. 

Pastikan sudut pandang pemasaran Anda mencerminkan masalah dari pelanggan saat ini tanpa 'memanfaatkan' kecemasan dan kekawatiran mereka.

Cara Efektif Memasarkan Bisnis Kecil Anda Selama Wabah Coronavirus

Apa pun jenis usaha kecil menengah (UKM) yang Anda miliki, prioritas Anda haruslah jelas, yaitu berkomunikasi dan memudahkan pelanggan. 

Pikirkan tentang apa yang pelanggan Anda perlu dengar dari bisnis Anda, dan bagaimana Anda ingin memposisikan bisnis Anda selama masa krisis ini.

Berikut adalah 3 cara untuk memasarkan bisnis Anda selama masa krisis coronavirus:

1. Yakinkan pada banyak orang bahwa bisnis Anda melindungi kesehatan orang-orang yang terkait didalamnya. Ini terutama jika lokasi UKM Anda bersifat publik. Misalnya dengan, meletakkan hand sanitizer di depan lokasi bisnis atau menerapkan kebijakan di mana semua staf dan karyawan mengenakan masker dll.

Jika bisnis Anda online, Anda bisa membagikan langkah-langkah pembersihan untuk pencegahan coronavirus di situs web Anda.

2. Fleksibel. Bisnis Anda haruslah fleksibel dalam melayani pelanggan dengan baik. Alih-alih membatalkan janji temu dengan pelanggan, Anda mengubahnya pertemuan offline dengan menjadi online atau virtual, misalnya dengan menggunakan fasilitas google hangout.

Mungkin tidak semua menyetujui hal ini. Selain, mempertimbangkan opsi-opsi seperti menjadikannya temu secara virtual, menunda pertemuan, Anda bisa mengembalikan uang bagi mereka yang menginginkannya.

Meminta pendapat dan gagasan mereka bisa menjadi cara yang bagus untuk mendapatkan umpan balik (feedback) yang jujur ​​dari pelanggan Anda sebelum mengubah suatu acara.

Dan tentu saja, perhatikan semua kontrak yang Anda buat untuk memastikan semua ditanggung sebelum melakukan perubahan.

Jika Anda adalah penyedia jasa, buat cara lain untuk membantu klien Anda. Misalnya seperti yang dilakukan oleh pelatih kebugaran. Dia menawarkan cara untuk tetap sehat dan fit meskipun harus melakukannya dirumah masing-masing.

3. Prioritaskan karyawan. Jangan memfokuskan semua upaya pada pemasaran (marketing). Karyawan adalah orang-orang yang membuat bisnis Anda bisa terus berjalan, jadi bagaimana cara merawat mereka dimasa krisis ini?

Mungkin Anda bisa memberi karyawan Anda pilihan untuk bekerja 100% dari rumah selama masa social distancing ditetapkan. Ingatkan untuk mendorong mereka untuk berisitarahat di rumah jika mereka sedang tidak enak badan.

Semakin Anda dapat membuat karyawan Anda merasa nyaman, semakin baik pula mereka akan mendukung bisnis dan pelanggan Anda.

Apa yang Dapat Dipelajari oleh Pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) dari Coronavirus

Kita semua tahu ini adalah masa-masa sulit, milikilah harapan besar untuk bisa bertahan dan fokus dimasa-masa sukar seperti saat ini, layani pelanggan dan karyawan Anda dengan baik.

Banyak orang yang merasa takut. Apa yang bisa Anda lakukan atau bagikan dapat membantu meringankan ketakutan itu? Misalnya dengan menjaga apa yang akan Anda katakan. Jangan sebar hoak yang bisa membuat resah pelanggan dan karyawan.

Jika bisnis UKM Anda terkena dampak negatif dari coronavirus, ini artinya saat ini adalah saat yang tepat untuk menilai kembali fundamental dari bisnis Anda, termasuk bagaimana COVID-19 mempengaruhi kegiatan digital marketing Anda. Bagaimana Anda akan menghadapi krisis pada saat itu terjadi? Adakah hal-hal yang bisa Anda lakukan secara berbeda untuk lebih siap menghadapi hal-hal seperti ini?

Seperti hal lain dalam hidup, semuanya adalah pengalaman dan pembelajaran. Mari tetap menjaga sehat dan tetap positif di masa-masa seperti ini. Sip.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Content Writer, Copywriter, Internet & Affiliate Marketer di CaraBisnisOnline.Net

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Jan 1, 2020, 4:48 PM - Rianda Prayoga
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
Recent Articles
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin
May 20, 2020, 1:47 PM - Aisah Agil Wahyunita
May 20, 2020, 12:58 PM - Rahmat Gunawan