Google Doodle: Ignaz Semmelweis

Google Doodle: Ignaz Semmelweis

Hai teman-teman. Aku mau share sedikit nih tentang Google Doodle. Udah tahu belum apa itu yang dimaksud dengan Google Doodle? Mungkin kalian hanya belum tahu pengertiannya aja tentang Google Doodle ya kan, tapi aku yakin kalian pasti melihatnya.

Google Doodle itu gambar atau logo Google yang dibuat sama tim desainer, guys. Dan ditampilkan di halaman depan Google. Kalau kita buka browser terus buka Google kan muncul tulisan Google tuh. Nah, disitu Google Doodle biasanya muncul, jadi bukan tulisan Google lagi yang ada tapi gambar atau logo untuk merayakan hari-hari besar tertentu, atau juga hari lahirnya tokoh-tokoh yang dibuat doodle.

Google Doodle ini biasanya hanya muncul selama 24 jam atau cuma 1 hari dan gak tiap hari ada. Google Doodle itu cuma muncul kalau pas di hari perayaan aja. Biasanya Google Doodle mulai muncul setelah jam 12 malam dini hari menjelang hari besar atau hari perayaan dan berakhir pada tengah malam besoknya pas berganti hari.

Sekarang sudah tahu kan apa itu Google Doodle. Teman-teman pasti sudah biasa melihatnya, tapi mungkin kurang tahu aja kalau itu namanya Google Doodle. Dibalik Google Doodle, itu ada tim desainernya, lho. Penasaran siapa saja tim desainernya? Menurut Wikipedia (21/03/20), pemimpin utamanya yaitu Dennis Hwang yang dibantu oleh Michael Lopez, Ryan Germick, Susie Sahim dan Jennifer Hom.

Lalu, bagaimana dengan Google Doodle yang terbaru ini? Buat teman-teman yang belum tahu, siapa sih tokoh yang ada di Google Doodle sekarang? Dan kenapa Google Doodle muncul lebih dari 24 jam?. Ya, seperti yang kita semua tahu, kalau Google Doodle ini sudah muncul sejak kemarin, tepatnya hari Jum’at, 20 Maret 2020.

Dilansir dari laman montreal.ctvnews.ca, tertulis headline bahwa “Today’s Google Doodle wants to remind you to wash your hands”. Jadi, Google membuat doodle untuk mengingatkan kita semua untuk cuci tangan, agar kita tetap menjaga kebersihan tangan biar tidak menangkap atau menyebarkan COVID-19. Dan cuci tangan itu kan salah satu hal yang harus dilakukan untuk pencegahan COVID-19. Nah, kita sudah diingatkan sama Google Doodle, guys. Mungkin itu juga alasan kenapa Google Doodle Ignaz Semmelweis masih muncul hingga sekarang.

Selanjutnya, tokoh yang ada di Google Doodle adalah Ignaz Semmelweis. Ignaz Semmelweis adalah dokter dan ilmuwan, lho guys. Dilansir dari laman idntimes, Ignaz Semmelweis lahir di Budapest, Hongaria pada 1 Juli 1818 dengan nama Ignaz Philipp Semmelwies. Ia merupakan seorang dokter asal Hongaria keturunan Jerman yang menempuh pendidikan di University of Vienna dan University of Budapest. Pada tahun 1857, ia menikahi seorang perempuan bernama Maria Weidenhofer dan dikaruniai lima orang anak dari pernikahan tersebut. Kelima anaknya itu adalah Antonia, Maria, Ignac, Margit dan Bela. Sekarang kita sudah tahu kan profil dari Google Doodle itu.

Lanjut lagi nih. Pada tahun 1837, Semmelweis pernah bekerja di Rumah Sakit Umum Vienna setelah mendapatkan gelar dokternya, guys. Kemudian pada tahun 1846, Semmelweis menjadi asisten seorang profesor bernama Johann Klein dan memimpin klinik bidan disana.

Dilansir dari laman space.com, Ignaz Semmelweis juga yang mempopulerkan betapa pentingnya mencuci tangan. Pada tahun 1847, dengan menunjukkan dengan pekerjaanya bahwa mencuci tangan, secara drastis mengurangi jumlah kematian wanita setelah melahirkan.

Kalau kamu klik Google Doodlenya, secara otomatis akan terputar videonya. Video itu memperlihatkan tutorial cara cuci tangan yang benar. Kira-kira berdurasi 50 detik. Di video itu memperlihatkan kartun Ignaz Semmelweis sedang memegang stopwatch ketika sepasang tangan berbusa dengan sabun dan air. Sekali lagi nih, cuci tangan pakai sabun dan air itu langkah penting untuk mencegah penyebaran virus serta bakteri yang bisa membuat kita sakit. Jadi, cuci tangan ya.

Selain di halaman depan Google, akun twitter Google Doodle yaitu @GoogleDoodles kemarin juga menampilkan doodlenya dan menyematkan tweetnya. Akun @GoogleDoodles menulis tweet gini “In light of the global COVID-19 outbreak, today’s #GoogleDoodle recognizes Dr. Ignaz Semmelweis, widely known as the first person to suggest the life-saving benefits of handwashing”. Untuk lebih lengkapnya, ini saya screenshotkan buat teman-teman semuanya nih :

Berbicara tentang cuci tangan, kira-kira kapan waktu yang tepat untuk cuci tangan? Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), waktu yang tepat untuk cuci tangan ketika :

  • Sebelum, selama, dan setelah menyiapkan makanan.
  • Sebelum makan.
  •          Sebelum dan sesudah merawat seseorang di rumah yang sakit muntah atau diare.
  •          Sebelum dan sesudah merawat luka.
  •          Setelah menggunakan toilet.
  •          Setelah mengganti popok atau membersihkan anak yang telah menggunakan toilet
  • Setelah meniup hidung, batuk, atau bersin.
  • Setelah menyentuh binatang, pakan ternak, atau kotoran hewan.
  • Setelah menangani makanan hewan atau memperlakukan hewan peliharaan.
  •          Setelah menyentuh sampah.

Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), untuk langkah-langkah cuci tangan yang bener itu gini, guys.

1. Basahi tangan pakai air bersih yang mengalir boleh hangat atau dingi, habis itu matikan keran, dan oleskan sabun.

2. Lapisi tangan dengan menggosok bersama sabun. Jangan lupa, sisir bagian belakang tangan, di antara jari-jari, dan di bawah kuku. Penting nih, kuku buat teman-teman cewek yang punya kuku panjang jangan lupa dibersihkan ya pas cuci tangan.

3. Gosok tangan kamu, setidaknya selama 20 detik, guys. 20 detik itu sama kayak kita nyanyi lagu “Selamat Ulang Tahun” dua kali. Sambil nyanyi juga gak papa. Biar pas waktunya.

4. Kalau sudah, bilas tangan kamu pakai air bersih yang mengalir.

5. Keringkan tangan kamu pakai handuk bersih.  

Perlu kita tahu guys, mencuci tangan pakai sabun dan air itu cara terbaik untuk menghilangkan kuman. Tapi kan gak mungkin juga kemana-mana kita ngantongin sabun batang atau sabun cair sama air di botol buat cuci tangan. Ribet gak? Ribet lah ya pastinya. Kalau kayak gitu kita bisa pakai hand sanitizers yang mengandung alkohol setidaknya 60%, guys. Dan hand sanitizers tentunya lebih praktis, tinggal oleskan gel atau tinggal spray aja. Jangan lupa buat gosok kedua tangan kamu.

Tapi, ada lagi nih. Ternyata ada kekurangannya lho dari hand sanitizers. Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hand sanitizers tidak menyingkirkan semua jenis kuman, mungkin tidak efektif ketika tangan kita terlihat kotor atau berminyak dan mungkin tidak menghilangkan bahan kimia berbahaya dari tangan seperti pestisida.

Oh ya teman-teman, ini saya bagikan poster dari Google Doodle. Di laman tersebut tertulis gini “Print out the poster below to remind yourself and those living with you of proper handwashing technique :” Jadi teman-teman boleh share poster ini atau kalau perlu diprint sekalian tempel di dinding, biar kita ingat cara cuci tangan yang benar. Ini penting, lho.

Baiklah teman-teman, itu tadi yang bisa saya sampaikan. Jangan lupa, kalau perlu print ya poster diatas agar kita ingat cara cuci tangan yang benar. Semoga bermanfaat. Jaga kesehatan ya.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author
Popular This Week
Recent Articles
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
Jun 2, 2020, 3:25 PM - Deni Riyandi
Jun 2, 2020, 1:37 AM - Singgih Tri Widodo
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin