Edisi Hari Ibu: Tiada Hari Tanpa Ibu

Edisi Hari Ibu: Tiada Hari Tanpa Ibu

Sosok wanita terkuat di seluruh dunia, hanya ibu yang akan mampu memikulnya. Walau saingannya adalah seorang petinju terhebat sekalipun. Karena ibu, ia bisa menjadi segalanya. Demi melindungi anaknya, apapun bisa dilakukan oleh sosok perempuan ini.

Ibu, wanita yang penuh tanggungjawab, yang rela setiap detiknya hanya untuk memandangi dan mengasihi anaknya. Lalu bagaimana dengan kasus yang ada di televisi tentang pembunuhan, seorang ibu yang tega membunuh anaknya?

Itu hanyalah sebagian kasus kecil yang mana ibu juga seorang manusia biasa. Jelas peristiwa itu hanya khilaf belaka, sebuah penyesalan selalu datang terlambat. Nafsu sesaat akan berdampak selamanya, tapi itulah sisi lain manusia yang tidak bisa dihindari.

Mengapa Ibu Adalah Sosok Terkuat?

Makhluk yang merupakan sosok manusia berkelamin wanita ini bisa dikatakan sosok terkuat karena dalam masa hidupnya, ia rela berkorban nyawa. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam hal makan misalnya, seorang ibu harus puny ketelatenan menyuapi anaknya agar si kecil merasa kenyang.

Bahkan jika diruntut dari awal hingga akhir kehidupan di dunia, seorang ibu yang patut untuk mendapatkan gelar terbaiknya di masa hidup. Si kecil adalah sosok anak yang pada waktu itu masih berupa janin. Sebagai seorang ibu, naluri untuk merawat janin itu tumbuh. Memberikan belaian dari perutnya, memakan makanan yang bergizi, hingga minum obat entah itu vitamin atau suplemen yang lain, agar janin itu tumbuh sehat dan cerdas.

Lalu si kecil pun keluar dengan tangisan yang luar biasa. Si ibu memberikan kecupan, belaian, dan memeluk, serta memberikan air ASI untuk pertama kali. Dengan penuh kasih sayang, sang ibu terus memberikan perawatan yang terbaik bagi anaknya. Si kecil belum sanggup untuk melakukan apapun, merangkak belum, makan sendiri belum, tapi ketelatenan ibu inilah yang harus mendapatkan julukan manusia terkuat. Kuat mental, telaten, dan sabar menannti pertumbuhan bayi kecilnya.

Anak Tumbuh Dewasa, Tiada Hari Tanpa Ibunya

Dengan banyak hal yang telah dilakukan seorang ibu, tentu seyogyanya anak dapat memberikan apresiasi dengan cara memberikan perhatian penuh kepada ibu ketika ibunya sudah tidak sanggup untuk melakukan banyak hal.

Karena dengan adanya ibu, seorang anak tidak akan bisa tumbuh dewasa dengan baik dan sehat. Kini ibunya yang telah tidak kuat untuk berbuat apapun. Saatnya seorang anak yang berganti membalas kasih sayangnya. Rawatlah orangtuamu dengan sebaik-baiknya, sebelum ia benar-benarb pergi meninggalkanmu selamanya. 



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma