Di Tapal Batas Corona

Di Tapal Batas Corona

Di Tapal Batas Corona

Oleh : Akhmad Fauzi

Derita dunia melanda,

Di saat corona melapisi sendi - sendi kehidupan

Tiada akhir namun masih dalam masa pencaharian

Entah esok, mentari kan bersinar

Serupa virus mematikan, ia datang dan pergi tanpa permisi, hingga belahan dunia merasa waswas akan keberadaannya

Semuga musibah ini lekas berakhir, karena rentetan acara masih terlalu dini, hingga penghapusan marak terjadi di mana - mana

Rindu desahan nafas yang lega, terbang dengan lepas ke udara, hingga menyelami air dengan bahagia

Di sini, masih banyak harapan yang belum tercapai dan cita - cita yang masih mengambang

Tuhan, tolonglah kami yang masih menjerit mencari sanak saudara yang entah di mana dia berada

Tanpa kasih sayangmu, tentulah kami bagai anai - anai diterpa badai tak berkesudahan

Runtuh, musnah tanpa ada lagi penerus yang mau menjalani roda kehidupan

Rasa aman yang terkikis habis akibat wabah yang belum mereda

Semuga perjuangan ini tak sia - sia demi masa depan yang celah dan kembali seperti semula

Di tapal batas corona, kugantungkan rasa kenikmatan untuk tetap hidup

Menjalankan tugas - tugas yang belum rampung, hingga menatap anak - anak senja menerangi surau - surau

Dan seluruh aktifitas kembali normal, menyudahi segala ambisi yang makin merajalela hingga tak tahu benar ataupun salah

Sungguh kebahagiaan yang dinanti -nanti masih buram laksana istana tanpa penerangan

Kelam tanpa koridor yang jelas dan masih buta terhadap keinginan

Pada yang agung, kugantungkan segala cita, harapan dan juga keinginan

Bahwa badai pastilah akan berlalu, entah sampai kapan, hal itu masih tabu

Bila harap tak lagi temu, maka gundah gulana akan semakin meracuni sendi - sendi kehidupan

Tahun yang baru , nafas baru , hingga kebahagiaan yang baru menghiasi dunia tanpa ada yang perlu ditertawakan

Sekadar melepas yang terbaik hingga hidup sederhana berjanji melawan kekerasan yang selama ini belum terungkap

Hingga kejahatan semakin menumpuk tanpa solusi yang kuat

Virus corona, jalan terakhir kehidupan ini

 

Dempo Barat, 02 Juni 2020



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 5, 2020, 12:24 AM - Akhmad Fauzi
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
May 20, 2020, 1:47 PM - Novi Kurnia
Apr 26, 2020, 11:45 PM - Stephanus Putra Nurdin
Feb 16, 2020, 7:53 PM - Akhmad Fauzi
Feb 4, 2020, 1:16 PM - Runengsih
Feb 1, 2020, 12:54 AM - Arnoldus Suluh Dwi Candra
Jan 30, 2020, 12:51 PM - Prisma Vista Sari
Jan 30, 2020, 9:39 AM - Arnoldus Suluh Dwi Candra
About Author

Lahir dengan selamat pada 13 Juni 1993

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Apr 23, 2020, 3:26 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma