Dampak Corona (Virus Korona): Krisis Kesehatan Global dan Mental Masyarakat

Dampak Corona (Virus Korona): Krisis Kesehatan Global dan Mental Masyarakat

Salam para pembaca RackTicle!

Membahas lagi tentang virus Corona yang sedang mewabah di berbagai negara khususnya di Wuhan, China. Berbagai media meliput dan memberitakan tentang kisah virus Corona ini. 

Artikel ini dimaksudkan untuk memberi perspektif yang masuk akal dalam mengelola rasa takut terhadap virus Corona. Sebelum mendalami lebih jauh, penting untuk di catat bahwa meskipun upaya kita untuk mencegah reaksi yang berlebihan, tidak ada yang ditafsirkan di sini yang mengatakan bahwa tidak boleh mematuhi aturan tindakan pencegahan yang di sarankan. Virus Corona bukanlah tipuan dan butuh di perhatikan untuk meminimalkan risiko. 

Intinya adalah kita memang harus mengahadapi banyaknya risiko serupa setiap harinya tanpa terus-menerus membangun rasa ketakutan primal kita. Misalnya saja, menurut suatu Organisasi Kesehatan Dunia, kita sudah hidup dengan beberapa epidemi.

Haruskah kita mengabaikan virus dan melanjutkan hidup kita? Jawabannya tentu tidak juga. Kita menilai risiko secara objektif, membuat penyesuaian yang tepat, dan melanjutkan kehidupan dengan cara yang produktif, penuh kasih, dan dengan perhatian. Tetapi kita harus berdasarkan fakta dalam penialian kita dan memperhatikan semua risiko, mengalokasikan energi kita secara proporsional dengan ukuran dan probabilitas relatifnya.

Banyak yang telah di tulis dan di bahas tentang pendekatan kesehatan ke masyarakat dan bijaksana untuk krisis virus Corona saat ini. Langkah pencegahan sederhana seperti seringnya muncuci tangan dan tinggal di rumah. Data terbaik yang tersedia dari CDC, WHO, dan kelompok medis lainnya menunjukkan bahwa sementara virus baru ini lebih mematikan daripada flu biasa, jauh lebih mematikan dari wabah yang sebelumnya telah muncul, seperti flu babi, flu burung, SARS, Ebola, dan sebagainya. Tentu saja penyakit ini adalah sebagai malapetaka bagi banyak orang dengan efek kacau mengenai hampir setiap institusi, organisasi, dan industri di daerah yang terkena dampak. Dan populasi yang rentan terhadap orang tua dan mereka yang memiliki masalah kesehatan yang signifikan pada awal tampaknya paling rentan terhadap penyakit. Namun, kali ini tingkat kepanikan tampaknya jauh lebih  buruk daripada sebelumnya dan sebagian besar berpusat di sekitar reaksi psikologis, bukan rasional.

Kenapa?

Ada sejumlah faktor yang membuat ketakutan akan kesehatan yang khusus ini, sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat. Pertama, stress dan ketakutan secara umum, berada pada level yang sangat tinggi. American Psychological Association melakukan survei komprehensif Stress di Amerika setiap tahun, dan tingkat stres setiap tahun, dan menunjukkan hasil bahwa tingkat stres tidak pernah meningkat lebih tinggi.

Orang-orang juga sangat prihatin dan takut akan berbagai masalah sosial, seperti perubahan iklim yang cepat, kekerasan, politik, kesenjangan ekonomi, dan sebagainya. Selain itu, media utama serta media sosial dalam berupaya menyajikan informasi yang menyita perhatian dan membjat kepanikan serta takut dan histeris.

Jadi, karena tingkat ketakutan, kekhawatiran, dan stres sudah sangat tinggi ketika virus mulai muncul hal itu akan semakin meningkatkan ketakutan tersebut. 

Histeria dalam suatu keadaan dapat muncul dan dipicu dengan mudah ketika rasa takut mulai muncul. Ada banyak contoh fenomena ini terjadi. Mungkin kita semua perlu mengambil langkah penyembuhan yang panjang dan berat, mengingatkan diri kita sendiri bahwa ketakutan dan juga tekanan yang di alami banyak orang menempatkan kita pada reaksi kepanikan daripada berfikir rasional, dan berbasis bukti. Krisis kesehatan saat ini tampaknya telah mempengaruhi mental masyarakat.

Seberapa Berbahaya Virus Corona (Korona)?

Di China, dimana kualitas perawatan kesehatan jauh lebih rendah daripada di AS, yingkat kematian sekitar 3,4 persen. Sekitar 84.000 orang telah di identifikasi memiliki virus, dan ada 2.709 kematian. Pada kenyataannya, lebih banyak orang yang memiliki virus tetapi belum teridentifikasi, karena gejala yang di timbulkan kebanyakan orang tidak berbeda dengan flu biasa afau ringan. 

Sebagai perbandingan, CDC memperkirakan bahwa hingga 42,9 juta orang sakit selama musim flu (2018-2019), 647.000 orang di rawat di rumah sakit dan 61.200 di nyatakan meninggal. Secara umum, resiko terbesar seperti flu adalah bagi mereka yang masih sangat muda, lanjut usia atau menderita penyakit medis utama lainnya. Saya percaya sebagian besar kepanikan yang di tambahkan dengan kekhawatiran atas efek secara finansial. 

Apa yang bisa di lakukan?

Jika virus menyebar, prosedur normal untuk membatasi tertular virus atau bakteri dari orang lain yaitu dengan karantina. Hal ini termasuk harus sering mencuci tangan (30 detik setelah kontak dengan permukaan benda), gunakan sarung tangan, masker, dan usahakan berada di area dengan ventilasi udara yang baik, hindari pertemuan perkumpulan sosial, dan jaga jarak dengan orang yang sakit, dan lain-lain.

Beberapa waktu lalu WHO menyatakan bahwa virus baru Corona sebagai darurat kesehatan. Ketika virus Corona menyebar, kita mendengar tentang bagaimana cara melawan virus dan merawat diri sendiri jika sakit. Ini adalah hal penting, bagaimana kita dapat meningkatkan kekebalan tubuh kita sehingga jika terkena virus atau lebih buruk dari itu, ketika sakit tubuh kita dapat melawan balik virus secara efektif.

Sistem kekebalan tubuh kita di rancang untuk dapat melawan penyakit dan juga virus. Tetapi sayangnya, sistem kekebalan tubuh dapat dihancurkan oleh banyak hal yang terpapar oleh kehidupan modern. Misalnya, stres, kurang olahraga, dan makan makanan yang tidak sehat. Hal itulah yang membuat tubuh kita mencegah dan melawan penyakit secara efektif.

Dengan virus Corona yang terus menyebar, lebih penting kita meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kita dapat melakukan ini dengan membuat beberapa perubahan penting pada pikiran, tindakan, dan kebiasaan kita. 

Berikut adalah cara yang penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh anda dalam melawan virus Corona:

1. Kurangi Stres

Ketika anda stres, tubuh anda menghasilkan hormon stres yang membebani sistem kekebalan tubuh. Jadi salah satu cara terpenting untuk meningkatkan kekebalan tubuh adalah mengurangi stres. Untuk mengurangi stres, kuncinya adalah memastikan anda memiliki keseimbangan kerja dan kehidupan yang layak, beristirahat saat anda membutuhkannya dan menggunakan beberapa teknik pengurangan stres yang menenangkan atau merilekskan, seperti berlatih yoga. Dan jika anda sudah merasa sangat lelah, mengonsumsi suplemen pendukung adrenal.

2. Tidur yang Cukup

Banyak dari kita beraktivitas di dunia ini dalam kondisi kelelahan yang konstan. Tetapi, setiap kali kita terjaga ketika tubuh kita ingin tidur, hal itu akan meningkatkan stres dan melemahkan kekebalan tubuh kita. Jika kita minum minuman berkafein sepanjang waktu (kopi, teh hitam, soda) kita mungkin tidak menyadari bahwa tubuh kita sebenarnya lelah. Oleh karena itu tidur sangat penting untuk membangun kembali sistem kekebalan tubuh yang telah lelah karena beraktivitas, dan kita perlu membiarkan perlu membiarkan diri kita tidur sebanyak yang kita butuhkan.

3. Konsumsi vitamin penambah imunitas

.untuk mendukung sistem kekebalan tubuh, anda bisa makan makanan pendukung kekebalan tubuh seperti buah jeruk, bawang putih, brokoli, dan bayam. Jika sistem kekebalan tubuh anda sudah mulai melemah, ada baiknya juga untuk melengkapi dengan vitamin dan juga mineral utama yang mungkin telah terkuras seperti vitamin C, vitamin B, vitamin D, dan seng.

4. Cegah Peradangan

Gula, daging olahan, minyak sayur, dan alkohol cenderung menjadi makanan penyebab radang, yang membuat masalah lain di tubuh anda tidak terkendali. Itu sebabnya bisa sangat membantu untuk menghilangkan makanan yang meradang ini jika kita menginginkan sistem kekebalan tubuh yang lebih sehat.

5. Berolahraga, tetapi Jangan Terlalu Lelah

Olahraga dapat menjadi salah satu hal terbaik yang dapat di lakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Tetapi kita harus berhati-hati karena terlalu banyak olahraga membuat tubuh stres dan bisa jadi tangguh pada sistem kekebalan tubuh kita. Jadi, ingatlah selalu tips lainnya: kurangi stres dan jika anda lelah, maka istirahatlah.

6. Hindari Polusi

Polusi dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Misalnya, mikotoksin yang terkenal dapat merusak kekebalan tubuh. Banyak racun lain tampaknya memiliki efek negatif pada kekebalan tubuh juga. Jadi cobalah untuk meminimalisir paparan air minum terklorinasi, pestisida, hidrokarbon aromatik (penyegar udara), logam berat, dan zat tambahan makanan. 

Dengan mengambil tindakan ini, kita dapat membantu mencegah diri kita  dan orang yang kita cintai dari sakit secara signifikan dan dari virus Corona. Mari tingkatkan kesehatan dengan menjaga kebersihan, hindari kepanikan yang berlebih guna meminimalisir risiko 

Jangan lupa share yah! Agar makin tahu makin banyak ilmu.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Anak seorang petani karet di daerah sumatera Selatan, yang berzodiak Aquarius. Selain suka menulis juga suka traveling dan memasak.

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 13, 2020, 12:36 PM - Runengsih
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma