Cinta Asam Manis

Cinta Asam Manis

Cinta

itulah salah satu kata yang ku ucap pada dirinya saat itu , saat aku menatap matanya dan saat ku mengenggam tangannya.

Kami bertemu sekitar 4 tahun lalu di tempat kami bekerja bersama saat itu. Awalnya aku anak baru yang bekerja disana dan bahkan sampai hari ke 3 aku bahkan tidak melihat dia secara langsung atau bisa dikata aku tidak tahu dia ada di ruangan yang sama dengan ku pada hal kami di ruangan kerja yang sama setiap harinya.

Sampai dihari berikutnya aku baru benar benar bertemu secara langsung dan bertatap muka dengan dirinya di pantri kantor. Sekitar kurang lebih 3 detik kami saling menatap mata dan akhirnya aku berkata "selamat pagi" dan dia juga menjawab hal yang sama.

Pertemuan pertama kami sangat singkat dan tak banyak kata yang terucap saat itu , karena aku masih penasaran dengan dia yang aku baru ketemu , sesekali aku melihat ke arah meja kerjanya untuk memastikan dia memang benar ada.

Pekerjaan kami dikantor ini adalah marketing  jadi kebanyakan kami berada dilapangan ( diluar kantor ) , suatu hari kantorku mengadakan pameran besar disebuah Mall pusat perbelanjaan dan petugas jadwal yang seharusnya berjaga sedang ijin tidak ikut karena sakit , makanya dicarilah pengganti yang bisa pada saat itu , aku tidak dipilih karena masih anak baru namun yang senior tidak ada yang mau berjaga dengan berbagai alasan yang akhirnya terpaksa akulah yang menggantikan.

Saat berjalan keparkiran motor dikantor tiba tiba ada yang berteriak dibelakangku "eh eh lu siapa namanya gue bareng ya ke pameran" , sempat kaget kirain siapa dan ternyata dia adalah cewek yang tadi ketemu di pantri dan aku pun menjawab "Rudy nama gue anak baru masuk" dia langsung menjawab "ok gue Cristin yuk berangkat".

Dalam perjalanan ke tempat pameran tak banyak percakapan antara kami pada hal jaraknya kurang lebih 1 jam perjalanan. Sesampainya disana kami masing masing berjaga sesuai tugas kami dan sebelum berjaga dia bilang "nanti balik bareng lagi ya kalau boleh" , aku hanya diam dan memberikan jempol.

Setelah semua selesai dan waktu menunjukan saatnya pulang kami berjalan keparkiran motor dan dari sini kami mulai dekat "cari makan dulu yuk laper gue" kata dia yang memang terlihat kelaperan. Kami pun makan disebuah tempat makan pinggir jalan , sambil menunggu makanan datang kami bercerita tentang kehidupan masing masing mulai dari makanan favorit , hobby , dan banyak hal lainnya.

2 bulan berlalu dan kami sering pergi bersama baik itu dalam perkerjaan maupun diluar pekerjaan , kedekatan diluar hubungan rekan kerja sangat terasa dalam benakku , dan aku pun bertanya pada diriku sendiri apa aku menyukai nya , apa aku terlalu terbawa perasaan hanya karena sering pergi bersama.

Dan ternyata jelas sekali benar bahwa aku memang menyukai dirinya karena pada saat secara langsung aku melihat dia dijemput oleh seorang pria untuk mengantarnya pulang. Hati ku merasakan sakit terbakar oleh api cemburu , namun aku sadar kami hanya dekat untuk rekan kerja tidak ada hubungan special lainnya.

Keesokan harinya aku hanya diam tidak seperti biasanya , lalu dia pun bertanya " kenapa rud ? Kok tumben diem ada apa ?" dan seperti halnya diriku dengan kebanyakan orang lainnya menjawab "nga apa apa kok". Aku pun mulai salah tingkah seolah ingin mengutarakan semua perasaan kepada dia dan akhirnya dimana aku memberanikan diri untuk memberitahukan perasaanku pada dirinya.

Malam hari setelah pulang kerja aku sempatkan untuk langsung kerumahnya tanpa memberitahunya terlebih dahulu , setelah sampai didepan rumahnya aku menelponya dan tak lama dia keluar. "Kamu ngapain ke sini ?" Tanya dia lalu aku pun menjawab "aku pengen ngomong sama kamu sesuatu hal yang menganjal dalam hatiku"

"Selama ini kita sudah sangat dekat kemana mana bareng , saling kasih perhatian aku juga merasa jatuh cinta sama kamu , apa kamu mau jadi pacar ku dan memulai hubungan serius sama aku ?" Kata ini yang aku ucapkan sesuai kalimat di awal sambil menatap dan mengenggam tangannya.

Terdiam cukup lama dan akhirnya dia pun menjawab "Aku juga merasa nyaman sama kamu , aku juga senang pergi sama kamu , aku juga ngerasa diperhatiin sama kamu , Tapi .... 

saat terdengar kata "Tapi" entah kenapa seolah jantung ku seperti berhenti mendadak dan sulit untuk bernafas , Bahkan seperti tak ingin mendengar lagi kalimat selanjutnya.

apapun kata yang dia ucapkan terakhir itu membuatku merasa seperti makanan asam manis yang tidak tau rasa asli sebenarnya.

setelah kejadian itu hampir 1 tahun aku tidak berbicara dengannya dan sebaliknya dia pun walau setiap hari kami bertemu sampai akhirnya kami sama sama sudah resign dari kantor tersebut ,apa mungkin karena aku terlalu egois atau hati ini yang masih tidak menerima rasa  kecewa yang teramat itu.

tapi dari situ aku belajar bahwa memang betul tidak selamanya harapan kita sesuai kenyataan .. dan tidak semua hal yang kita sukai atau cintai harus disertai dengan memiliki nya.


-MrCreamSoup-



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma