Celengan Anti Hutang

Celengan Anti Hutang

Kata hutang, sudah barang tentu kata ini bukanlah hal yang asing di telinga kita. Banyak transaksi di masyarakat kita bahkan negara kita yang menggunakan sistem hutang piutang, sekarang bahkan orang dipermudah dengan pinjaman online dengan syarat yang sangat mudah, orang belanja online pun sekarang sudah ada aplikasi ambil barang bayar bulan depan.

Hutang sebenarnya transaksi yang sederhana, kita meminjam uang dengan perjanjian akan dikembalikan pada masa yang dijanjikan, atau mengambil barang terlebih dahulu dan dibayar dengan cara diangsur atau bayar sekaligus pada saat jatuh tempo. Hutang memang terlihat sederhana, tapi ternyata memiliki dampak yang cukup signifikan pada kondisi perekonomian.

Anda bisa bayangkan seorang pedagang online yang baru merintis usahanya, harus mandek karena piutang. Laba yang tidak seberapa, dan modal yang tertahan dan stagnan tak bisa berkembang karena dihutang. Beberapa pesanan dari pelanggan lain tak dapat terpenuhi karena tak adanya modal untuk membeli. Akhirnya dalam satu kurun waktu pengusaha itu kehilangan pelanggan dan modal yang seharusnya sudah dapat berkembang dan beranak pinak tak terealisasi. Ini hanyalah contoh skala kecil, banyak contoh skala besar di masyarakat kita, yang karna hutang banyak yang harus kehilangan asetnya yang sebenarnya jika dihitung tidak sebanding dengan nominal hutangnya.

Bagi para pelaku hutang, kebiasaan berhutang tentu bisa menjadi racun bagi dirinnya sendiri. Saya ingin mengambil contoh seorang Ibu rumah tangga yang mudah tergiur dengan tawaran barang-barang yang sebenarnya tidak masuk dalam anggaran belanja bulan itu, tapi akhirnya mengambil barang tersebut dengan alasan, ah gampang bisa saya angsur, angsur beberapa kali tentu tidak akan terasa. Jika dilihat dari sudut pandang rencana pembelanjaan, maka sebenarnya dengan mengambil barang tersebut akan mengurangi dana dari pos lain, menggunakan barangnya terasa ringan sedangkan kewajiban membayar hutangnya akan terasa berat, hal ini tentu dapat mengganggu kestabilan ekonomi rumah tangga.

Maka dari itu, untuk dapat meminimalisir hal tersebut, Ibu rumah tangga perlu untuk memiliki simpanan berupa celengan anti hutang.

Sebelum memulai program celengan anti hutang ini, hal yang perlu ditanamkan adalah kedisipilnan. Setiap periode buatlah rencana anggaran belanja, bisa dibuat mingguan, bulanan atau bahkan tri wulanan sesuaikan dengan periode pendapatan anda. Setelah membuat rencana anggaran belanja, buatlah pos-pos keuangan. Misal pos uang pendidikan, pos uang listrik, pos uang tabungan, pos uang jajan dan lain sebagainya, sesuaikan dengan kebutuhan. Setelah itu buatlah target untuk dapat memasukan uang ke dalam celengan anti hutang ini di luar pos-pos yang sudah kita buat setiap harinya, misalnya target setiap hari adalah 20.000, maka dari itu sebisa mungkin buatlah sisa dari pos-pos keuangan yang sudah dibuat untuk dapat menyisakan 20.000. Misalnya jatah uang jajan setiap hari adalah 30.000, baru dipakai 20.000 sisa 10.000 masukkan ke celengan, ditambah jatah uang belanja hari itu adalah 30.000 baru diapakai 20.000 maka sisa yang 10.000 masuk ke celengan anti hutang.

Buat perencanaan, canangkan program dan disiplinkan diri, dan jangan jadikan hutang sebagai gaya hidup.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author
Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Jan 1, 2020, 4:48 PM - Rianda Prayoga
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
Recent Articles
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin
May 20, 2020, 1:47 PM - Aisah Agil Wahyunita
May 20, 2020, 12:58 PM - Rahmat Gunawan