Cara Paling Aman dan Efektif dalam Mencegah Penyakit Kardiovaskular

Cara Paling Aman dan Efektif dalam Mencegah Penyakit Kardiovaskular

Istilah penyakit kardiovaskular mengacu pada berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah, biasanya disebabkan oleh penyempitan aliran darah di arteri. Serangan jantung, stroke, dan bentuk lain dari penyakit kardiovaskular (seperti Peripheral Arterial Disease atau PAD) adalah salah satu penyebab kematian paling umum di seluruh dunia. 

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, bahwasanya lebih dari 17 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Sedangkan sebagai perbandingan, untuk penyakit HIV / AIDS, malaria dan TBC secara keseluruhan membunuh 3 juta populasi dunia. 

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun setiap tahunnya. Dan, sekitar 15 dari 1000 orang, atau kurang lebih 2.784.064 masyarakat Indonesia menderita penyakit jantung.

Di Amerika Serikat,  ada 28,4 juta orang yang didiagnosis menderita penyakit jantung dan sekitar 630.000 orang meninggal setiap tahunnya, menjadikan penyakit jantung menjadi nomor satu sebagai penyebab kematian di Amerika Serikat. 

Sekitar 720.000 orang di AS mengalami serangan jantung setiap tahun (kematian sekitar 120.000) dan sekitar 795.000 orang mengalami stroke setiap tahun (kematian sekitar 129.000 orang per tahun). PAD juga mempengaruhi 8 hingga 12 juta orang di Amerika Serikat. 

Namun, berkat pengetahuan medis yang meningkat, disesuaikan dengan risiko kesehata Anda, cara Anda menjalani gaya hidup yang lebih sehat, dan selalu berkonsultasi dengan perawat atau dokter Anda, akan memberikan pencegahan terbaik terhadap penderitaan akibat efek penyakit kardiovaskular.

1. Hindarilah Pilihan Gaya Hidup yang Tidak Sehat

1.1 Tanpa basa basi, Berhentilah merokok!

Sangat sederhana, namun sangat sulit bagi para pecandu untuk meredam sifat kecanduan rokok atau produk tembakau lainnya. Hal pertama yang akan selalu ditanyakan oleh dokter yang memeriksa penyakit kardiovaskular Anda adalah “Apakah Anda merokok?”, Dan saran pertamanya jika Anda menjawab dengan tegas adalah berhentilah..tidak ada negosiasi untuk itu..

Senyawa kimia dalam tembakau berkontribusi terhadap aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), sedangkan karbon monoksida dalam asap menggantikan sebagian oksigen dalam darah Anda. Dua hal ini memaksa jantung bekerja lebih keras dan membuat arteri jauh lebih rentan terhadap penyumbatan. 

Dan ada satu kabar buruk, bahwasanya tidak ada frekuensi merokok yang aman, bahkan hanya sesekali menggunakan atau terpapar asap rokok sekalipun. Demikian juga, produk tembakau lainnya (seperti rokok elektronik) tetap akan membuat tubuh terpapar racun yang merusak arteri.

Sedangkan kabar baiknya adalah seorang perokok, bahkan yang sudah lama, memperoleh manfaat kesehatan segera setelah urusan merokoknya dihentikan. Setelah lima tahun berhenti, mantan perokok akan memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang sama dengan yang bukan perokok. 

1.2 Menurunkan berat badan yang berlebih.

Memiliki kelebihan berat badan, terutama di sekitar bagian tengah tubuh alias perut buncit,  merupakan pintu gerbang bagi sejumlah penyakit kardiovaskular, termasuk kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes. 

Menghitung Indeks Massa Tubuh (BMI) memang bukan merupakan patokan yang sempurna namun berguna untuk mengurangi berat badan. BMI lebih dari 25 dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi.

Karena kelebihan berat badan di sekitar perut menjadi perhatian khusus terkait penyakit kardiovaskular, maka mengukur lingkar perut juga merupakan tindakan yang sangat dianjurkan. Jika ukuran lingkar perut lebih dari 40 inci untuk pria, atau 35 inci untuk wanita, dianggap kelebihan berat badan.

1.3 Mengurangi konsumsi lemak jenuh dan trans-lemak, dan sodium.

Lemak jenuh adalah molekul lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap antara molekul karbon karena mereka jenuh dengan molekul hidrogen sementara lemak trans buatan dibuat dalam proses industri yang menambahkan hidrogen ke minyak sayur cair untuk membuatnya lebih padat. Lemak jenuh dan terutama lemak trans berkontribusi pada timbunan lemak yang mengarah pada aterosklerosis, sementara kelebihan asupan natrium menyebabkan lebih banyak retensi cairan, yang meningkatkan tekanan darah (dan dengan demikian juga risiko aterosklerosis). 

Daging merah dan produk susu adalah sumber utama lemak jenuh, sementara makanan yang digoreng, makanan roti, dan makanan yang dikemas adalah sumber utama trans-lemak. Pada label makanan, "sebagian terhidrogenasi" sama dengan trans-lemak. Jumlah paling sehat untuk lemak ini adalah nol, jadi batasi sebanyak mungkin.

Sebagian besar asupan garam berasal dari natrium dalam makanan yang dikemas, bukan pengocok garam. Konsultasikan terlebih dahulu kandungan  natrium pada kemasan dan papan menu, dan batasi atau tidak sama sekali untuk menambahkan garam ke makanan. Berusahalah membatasi asupan natrium hingga 1500 miligram per hari.

1.4 Mengatasi kolesterol LDL tinggi, tekanan darah, dan kadar gula darah.

Peningkatan kadar kolesterol LDL, tekanan darah, dan kadar gula darah adalah faktor risiko yang signifikan untuk penyakit kardiovaskular, dan semuanya dapat diobati melalui diet, olahraga, dan obat-obatan. 

LDL atau kolesterol "jahat" cenderung menumpuk di dinding arteri, sedangkan HDL atau kolesterol "baik" membantu membersihkan arteri. Mengurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans, berolahraga lebih banyak, dan minum obat penurun kolesterol seperti statin di bawah pengawasan dokter merupakan metode untuk mengurangi kadar kolesterol LDL.

Peningkatan kekuatan tekanan darah pada dinding arteri (tekanan darah tinggi) dapat menyebabkan kerusakan yang membuatnya lebih rentan terhadap penyumbatan. Pembacaan tekanan darah 130/80 (sistolik / diastolik) dianggap normal, sedangkan pembacaan sistolik setidaknya 140 atau pembacaan diastolik setidaknya 90 biasanya menunjukkan perlunya tindakan pengobatan.

Berdasarkan informasi data dari badan PBB, World Health Organization (WHO) untuk tahun 2015 menyatakan sekitar 1,13 Miliar orang di berbagai negara mengidap hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi . Sepertiga orang di Amerika Serikat memiliki tekanan darah tinggi, sedangkan di Indonesia angkanya mencapai 32 persen dan banyak yang bahkan tidak mengetahuinya karena kurangnya gejala yang jelas, tetapi diet yang tepat, olahraga, dan kemungkinan penggunaan obat resep biasanya dapat mengendalikan apa yang sering disebut "the silent killer" . "

Bahkan tanpa mencapai titik diagnosis diabetes, peningkatan kadar gula darah dapat merusak arteri dan dengan demikian secara substansial meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Sekali lagi, diet, olahraga, dan, jika perlu, obat adalah kunci untuk mengurangi kadar gula darah.

1.5 Jangan konsumsi alkohol terlalu banyak. 

Sementara ada semakin banyak bukti bahwa konsumsi alkohol kecil hingga sedang (1-2 minuman per hari) ternyata bermanfaat bagi kesehatan jantung, melampaui jumlah ini tidak diketahui manfaat tambahannya. Konsumsi alkohol berlebihan, pada gilirannya, memiliki sejumlah efek negatif pada tubuh, termasuk peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. 

1.6 Kurangi tingkat stres. 

Stres yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memengaruhi pola tidur, yang keduanya dapat berkontribusi pada penyakit kardiovaskular.

Cara terbaik untuk mengurangi stres biasanya mengidentifikasi stresor dan mekanisme koping Anda saat ini, kemudian pertimbangkan cara untuk menghindari, mengubah, beradaptasi, dan menerima stres dalam hidup Anda. 

Cari bantuan profesional dan/atau medis jika Anda memerlukannya untuk membantu mengelola stres. Mungkin bermanfaat bagi kesehatan emosional dan fisik Anda.

2. Jadikan Gaya Hidup Sehat sebagai pilihan hidup

2.1 Lakukan olahraga setiap hari. 

Jantung Anda adalah sebuah otot, dan seperti otot lainnya, ia membutuhkan olahraga untuk tetap sehat dan menjadi lebih kuat. Jantung yang kuat dan sehat kurang rentan terhadap penyakit kardiovaskular, dan tubuh yang kuat dan sehat cenderung tidak mengandung faktor risiko seperti obesitas atau kolesterol tinggi / tekanan darah / gula darah.

Rata-rata tiga puluh menit setiap hari dengan berolahraga ringan biasanya dianggap cukup untuk memberikan manfaat kesehatan kardiovaskular. Frekuensi tambahan dan intensitas latihan akan semakin meningkatkan manfaat itu.

Ketika dalam kondisi  sedikit kehabisan napas dan sedikit berkeringat biasanya merupakan indikator yang baik untuk olahraga ringan. Jalan cepat, berenang, bersepeda, berkebun, menari, merupakan aktivitas fisik yang sudah dianggap cukup baik.

2.2 Tingkatkan asupan makanan sehat bagi jantung. 

Dengan mengurangi lemak jenuh, natrium, dan gula akan bermanfaat bagi kesehatan jantung. Selanjutnya, gantikan dalam diet Anda dengan lebih banyak buah, sayuran, protein tanpa lemak, dan lemak sehat yang memberikan tambahan yang substansial bagi tubuh Anda. 

Usahakan untuk makan 5-10 porsi buah dan sayuran setiap hari. Buah dan sayuran mengandung vitamin, mineral, dan serat yang membantu memerangi penumpukan plak di pembuluh darah. Serat dalam biji-bijian (seperti oatmeal) juga bermanfaat.

Protein tanpa lemak, seperti yang ditemukan dalam kacang-kacangan, yogurt rendah lemak, ayam, dan ikan, antara lain, memberikan nutrisi penting tanpa mengandung lemak jenuh tinggi.

Ikan berminyak seperti salmon, mackerel, dan tuna segar juga menyediakan asam lemak Omega-3, yaitu sejenis lemak tak jenuh ganda yang pada dasarnya dapat membantu melumasi dan dengan demikian melindungi sistem kardiovaskular. Carilah selalu lemak jenuh poli dan mono bukan lemak jenuh atau trans-lemak.

2.3 Jaga kondisi mulut agar selalu sehat. 

Studi menunjukkan bahwa kesehatan mulut merupakan komponen penting dari kesehatan jantung secara keseluruhan karena bakteri dari mulut dapat memasuki aliran darah melalui gusi. Orang yang memiliki kadar bakteri penyebab penyakit tertentu dalam darah dan dalam mulut, akan lebih mungkin mengalami pengerasan arteri karotis di leher.

Ingatlah untuk menyikat dan membersihkan gigi dua kali sehari dan ingatlah untuk mengunjungi dokter gigi Anda setidaknya sekali atau dua kali dalam  setahun.

2.4 Berusahalah untuk tidur dengan lebih nyenyak.

Rata-rata orang dewasa membutuhkan 7-9 jam tidur setiap malam, namun banyak yang gagal mencapai rata-rata itu. Tidur nyenyak yang cukup memungkinkan tubuh untuk merevitalisasi dan mengisi ulang, dan juga dapat mengurangi tingkat stres dan tekanan darah. 

Jika Anda bangun di pagi hari tanpa bantuan alarm dan merasa segar, itu pertanda baik bahwa Anda cukup tidur.

Jika Anda menyisihkan 8 jam setiap malam untuk tidur tetapi bangun pusing dan lesu, Anda mungkin tidak dapat tidur nyenyak karena kondisi medis seperti sleep apnea (penyumbatan aliran udara yang menyebabkan sering, berhenti bernapas sementara). 

2.5 Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. 

Jika Anda merasa memiliki beberapa faktor risiko penyakit kardiovaskular, maka Anda harus menjalani pemeriksaan medis secara teratur untuk mengetahui kondisi dan risiko Anda saat ini. Hal ini dapat mengarah pada pengembangan opsi pencegahan atau perawatan yang efektif.

Periksa tekanan darah Anda setidaknya setiap dua tahun, dan lebih sering jika Anda memiliki faktor risikonya. Ini adalah prosedur sederhana dan tidak menyakitkan yang dapat mengungkapkan banyak hal tentang kesehatan jantung Anda.

Dapatkan tes kolesterol dilakukan setidaknya setiap 5 tahun mulai dari usia 35 (pria) atau 45 (wanita) bahkan jika Anda sehat tanpa faktor risiko sama sekali, dan harus lebih awal dan lebih sering jika Anda berada pada risiko lebih tinggi untuk penyakit kardiovaskular. Ini membutuhkan pemeriksaan darah dan laboratorium sederhana.

Pertimbangkan untuk melakukan tes gula darah puasa setiap tiga tahun mulai dari usia 45 bahkan jika Anda memiliki risiko rendah terkena diabetes, dan lebih awal dan lebih sering jika Anda memiliki risiko lebih tinggi.

Pemeriksaan fisik rutin dan tes medis lainnya sebagaimana diperlukan juga dapat menjadi alat penting dalam mencegah penyakit kardiovaskular.

2.6 Bicaralah dengan dokter Anda. 

Jadilah proaktif dalam mendiskusikan kekhawatiran Anda tentang faktor risiko dari penyakit kardiovaskular dengan dokter. Bicaralah dengan dokter tentang segala kekhawatiran yang mungkin Anda miliki tentang minum obat. 

Jika Anda memutuskan untuk minum obat, gunakan sesuai resep dan dedikasikan diri Anda untuk melakukan perubahan gaya hidup yang diperlukan.

Dokter Anda mungkin akan meresepkan statin untuk mengurangi kolesterol jahat, penghambat beta untuk mengurangi tekanan darah dan detak jantung, atau penghambat saluran kalsium yang merelaksasi dinding arteri.

Anda mungkin akan diresepkan aspirin dosis rendah setiap hari, yang mengencerkan darah dan dengan demikian membuat penyumbatan lebih kecil. 

Obat-obatan modern sekarang dapat melakukan berbagai keajaiban, tetapi pada akhirnya terserah Anda untuk melakukan perubahan gaya hidup yang diperlukan dimana akan memberikan Anda peluang terbaik untuk mencegah penyakit kardiovaskular.

3. Mengetahui Bahaya dan Faktor Risiko

3.1 Pelajari bagaimana penyakit kardiovaskular merusak tubuh Anda.

Penyakit kardiovaskular paling sering merujuk pada masalah yang disebabkan oleh aterosklerosis, penumpukan plak di arteri yang membatasi aliran darah. 

Pembuluh darah menjadi tersumbat karena atheroma - pada dasarnya berbentuk kecil, benjolan berlemak - menumpuk di dinding arteri. Dengan cara yang sama menjadikan drainase yang lambat dan akan berubah menjadi penghentian total dari waktu ke waktu, timbunan lemak baru terkumpul pada timbunan yang sudah ada, sehingga semakin mempersempit arteri. Demikian juga, darah mengalir lebih lambat, meningkatkan kemungkinan pembekuan yang menambah penyumbatan.

3.2 Ketahuilah apa yang ingin Anda hindari. 

Aterosklerosis membuat jantung bekerja lebih keras dan kurang efisien untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Selain itu, penyumbatan total yang memotong aliran darah ke bagian tubuh dapat menyebabkan krisis kesehatan yang parah. 

Angina (nyeri jantung) dan gagal jantung (fungsi yang tidak efisien dapat menyebabkan sesak napas, lesu, dll.) adalah hasil umum dari penyempitan arteri. Demikian juga penyakit arteri perifer, yang merupakan rasa sakit pada ekstremitas (biasanya kaki) yang disebabkan oleh aliran darah yang terbatas.

Trombosis mengacu pada penyumbatan aliran darah ke bagian tubuh karena gumpalan. Serangan jantung disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke jantung, sedangkan stroke adalah akibat yang sama ke otak. Ini adalah kondisi yang mengancam jiwa terkait dengan penyakit kardiovaskular.

Kabar baiknya adalah bahwa sekitar 80% serangan jantung dan stroke dapat dicegah ketika langkah yang tepat untuk pencegahan penyakit kardiovaskular diambil. 

3.3 Perkirakan faktor-faktor risiko Anda sehingga dapat diatasi. 

Faktor risiko penyakit kardiovaskular datang dalam tiga kategori: tetap, dapat diobati, dan dapat dicegah. Mengetahui risiko Anda di setiap kategori adalah cara terbaik untuk merencanakan pencegahan penyakit.

- Faktor risiko tetap utama (yang tidak dapat diubah) meliputi: riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular (terutama orang tua atau saudara kandung); jenis kelamin laki-laki; dan usia (semakin tua usia, semakin besar resikonya).

- Faktor risiko yang dapat diobati meliputi, antara lain: tekanan darah tinggi; kolesterol LDL dan trigliserida yang tinggi; dan diabetes.

- Faktor-faktor risiko yang dapat dicegah (yang dapat dihilangkan) meliputi: merokok; aktivitas fisik; diet yang buruk; dan obesitas.

3.4 Hitung tingkat risiko Anda secara keseluruhan dan ambil tindakan.

Bicaralah dengan dokter tentang tingkat risiko keseluruhan Anda untuk penyakit kardiovaskular. 

3.5 Belajarlah untuk mengenali tanda-tanda penyakit kardiovaskular. 

Semakin cepat Anda dapat mengenali tanda-tanda penyakit kardiovaskular, semakin cepat Anda dapat menerima perawatan.

Tanda-tanda serangan jantung termasuk: 

  • Nyeri atau ketidaknyamanan dada.
  • Ketidaknyamanan tubuh bagian atas.
  • Sakit kepala ringan, pusing.
  • Keluar keringat dingin. 

Tanda-tanda infeksi jantung termasuk: demam, sesak napas, lemah atau lelah, bengkak di kaki atau perut, batuk kering atau terus-menerus, atau ruam kulit atau bintik-bintik yang tidak biasa.

Tanda-tanda Aritmia meliputi: kelelahan, pusing, sesak napas, atau nyeri dada.

Tanda-tanda penyakit jantung valvular meliputi: kelelahan, sesak atau napas, detak jantung tidak teratur, kaki atau pergelangan kaki bengkak, nyeri dada, atau pingsan.

Tanda-tanda stroke termasuk: wajah terkulai, kelemahan lengan, atau kesulitan bicara. 



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Berbagi artikel kepada orang lain, itu menyenangkan...jika artikel itu dibaca orang lain, itu membahagiakan....

Popular This Week
Feb 26, 2020, 9:13 PM - Maman suherman
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Maman suherman
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
Dec 3, 2019, 4:24 PM - Agus Kurniawan
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager