Cara Menjadi Pengusaha yang Profesional Bukan Amatiran

Cara Menjadi Pengusaha yang Profesional Bukan Amatiran

Jadi pengusaha itu kadang-kadang menyenangkan, kadang-kadang menyebalkan. Dapat uang kadang-kadang kehabisan uang, tetapi ada 6 faktor yang membedakan pengusaha amatir dan pengusaha yang pro, dan kali ini saya ingin membantu teman-teman bagaimana cara menjadi pengusaha yang lebih Profesional

1. Cara Menghadapi Uang

Pengusaha Pro kalau menerima uang dia akan membuat uang menghasilkan uang, sedangkan pengusaha amatir begitu menerima uang, apa lagi uangnya besar uangnya akan menghasilkan barang, bahkan bukan hanya sekedar barang, barangnya barang konsumtif, contohnya saya dapat THR, THRnya tidak dijadikan sesuatu yang bisa menghasilkan uang lebih besar dari THR tetapi dibelikan barang, dan itulah yang membedakan bisnis owner pro dan bisnis owner yang amatir.

2. Bagaimana Menghadapi Investasi

Pengusaha yang pro sabar menghadapi investasi, mereka fokus membangun aset-aset yang akan memberikan nilai tambah, tapi yang menarik adalah walaupun aset itu belum menghasilkan nilai tambah, orang-orang yang pro sabar, mengikuti proses, mengikuti waktu, dan mengikuti perkembangan. Yang cukup menarik adalah ada pengusaha-pengusaha yang pro yang memang mengharapkan terjadinya krisis, saat krisis terjadi mereka membeli, sedangkan pengusaha amatir saat krisis terjadi Mereka menjual. Misalnya saat krisis harga properti turun, para pengusaha pengusaha pro ini mulai membabat habis properti-properti yang under value, disisi lain pengusaha amatiran sedang kolaps dalam masa krisis.

Perbedaan yang kedua mengenai Investasi adalah pengusaha yang pro melihat investasi untuk menghasilkan akumulasi. Bedanya dengan amatir, amatir melihat investasi sebagai alat spekulasi, jadi bedanya spekulasi dengan akumulasi fokusnya adalah harus berfokus kepada akumulasi profit, akumulasi aset, akumulasi strategi, akumulasi teman, dan semua itu adalah tentang accumulating game.

3. Kepercayaan

Yang ketiga ini cukup menarik, pengusaha mempercayakan bisnis mereka kepada orang yang terlatih mereka tidak akan mungkin mempercayakan bisnis mereka kepada orang yang belum terlatih, bedanya dengan amatir adalah merekrut orang, mencari orang baru, memberikan kepercayaan lalu mengharapkan mereka bisa mendapatkan kepercayaan yang besar, saat mereka menipu, membohongi, bawa pergi uang, lalu akhirnya menyesal, kenapa Menyesal?? menyesal kenapa nggak dari dulu-dulu diawasi, menyesal kenapa nggak dari dulu dikontrol. Pengusaha yang pro akan melatih tim baru bisa dipercaya, latih dulu baru dipercaya, pengusaha amatir percaya dulu, kalau bikin kesalahan baru dilatih.

4. Cara Mengahdapai Masalah

Yang keempat menghadapai masalah. Jadi kalau sedang menghadapi masalah, kalau melihat suatu masalah, ataupun saat mnemukan masalah, anda hadapi dulu dengan semangat, anggap anda mau dapat hadiah, menghadapi masalah seolah-olah anda akan mendapat hadiah dan saat anda bisa menghadapi masalah anda baru saja menciptakan satu tangga baru untuk kesuksesan anda sendiri. Bagaimana bisa menghadapi masalah seperti akan dapat hadiah?? karena itulah kenyataannya, sebab sebenarnya semua hadiah bungkusnya adalah masalah.

5. Cara Merekrut Tim

Faktor kelima ini juga bagus, pengusaha Pro merekrut kru dengan atitude yang baik meskipun skillnya masih buruk, dia merekrut berdasarkan attitude. Yang menarik adalah amatir merekrut orang yang skillnya hebat walaupun attitudenya buruk, orang yang skillnya bagus perilakunya parah dipertahankan. Jadi anda harus bisa melihat apa bedanya, attitude tidak bisa dirubah skill bisa dilatih. Mengapa pro lebih fokus karakter dulu?? karakter bagus, sklill bisa dibentuk, tapi amatir karakter belakangan yang penting skill-nya dulu karena mereka tidak mau melatih.

6. Pajak

Pengusaha Pro bisa tidak membayar pajak dan tidak melanggar hukum, pengusaha amatir tidak bayar pajak tapi melanggar hukum. Kok bisa pengusaha Pro tidak bayar pajak karena mereka mengerti aturan main pajak yang sedemikian rumit dan mereka menggunakan klausul-klausul yang memang memiliki kesempatan untuk tidak membayar pajak, bisa melindungi diri dengan pasal-pasal tertentu.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author
Popular This Week
Recent Articles
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
Jun 2, 2020, 3:25 PM - Deni Riyandi
Jun 2, 2020, 1:37 AM - Singgih Tri Widodo
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin