Cara Melakukan Praktek Bekam yang Baik Sesuai Petunjuk!

Cara Melakukan Praktek Bekam yang Baik Sesuai Petunjuk!

Rahayu.....

Jadi hari ini saya ingin berbagi artikel tentang bagaimana praktek bekam yang baik menurut pedoman buku PBI pada tahun 2018. Sebelum kita membahas jauh tentang bagaimana praktek bekam yang baik, alangkah baiknya temen-temen mengetahui dulu apa sebenarnya bekam ini? Apakah sebuah kue? Apakah sebuah nama hewan? Ataukah yang lain?

Jadi apa sih sebenarnya bekam itu? Bekam adalah metode pengobatan yang populer dan termasuk ke dalam praktek tradisional. Bekam ini dipopulerkan oleh sosok pembawa agama. Ya temen temen pasti tau agama apa. Nah, beliau membawakan metode bekam ini sebagai metode pengobatan terbaik. Dalam haditsnya, salah satunya adalah ada 3 pengobatan yang paling baik, yaitu pengobatan dengan sayatan bekam, yang kedua dengan madu, dan yang ketiga dengan kay atau sundutan api. Namun beliau melarang umatnya untuk menggunakan al kay. 

Jadi atas dasar itulah metode bekam ini lebih populer. Namun sebenarnya, jika kita melihat sejarah bekam, itu pertama kali dilakukan bukan dari Nabi. Namun pertama kali dilakukan pada zaman Firaun. Intinya adalah sama yaitu mengeluarkan darah dari dalam tubuh, namun hanya saja caranya agak sedikit berbeda. 

Jadi bagaimana sebenarnya bekam itu? Bekam itu metode terapinya dengan cara menyedot pada titik tubuh tertentu kemudian disayat dengan sayatan pisau bekam. Lalu ditarik atau disedot kembali dengan kop bekam agar darah keluar. 

Kalau cuma begitu, semua orang pasti bisa kan? Namun karena mudahnya praktek bekam ini, akhirnya banyak yang semena-mena terhadap praktek bekam ini. Maksudnya adalah banyak yang praktek suka-suka tanpa ilmu pengetahuan yang mumpuni. Seharusnya setiap praktek bekam, pembekamnya harus benar-benar memahami apa yang sedang dilakukannya. Bukan hanya sekedar mengeluarkan darah dengan kop bekam. Alhasil jika tidak dibarengi ilmu, malah nanti prakteknya sembarangan dan pasien yang datang, bukannya sembuh, malah sakitnya tambah parah.

Ada sedikit cerita tentang praktek bekam yang salah atau malpraktek. Karena si pembekam tidak memiliki ilmu pengetahuan yang cukup alias dia cuma asal bekam. Jadi begini ceritanya.... Suatu hari di pasar, ada seorang pembekam di pinggiran jalan. Hanya berpakaian layaknya orang pada umumnya, dan ember 1 berisi air buat dia mencuci bekas kopnya. Ya, namanya di pasar pasti banyak orang kan. Apalagi di pinggirannya. Belum lagi sampah-sampah kotor disekitarnya. Dia kedatangan pasien, mengeluhkan lututnya sakit kalau dibawa jalan. Tanpa banyak bicara, tanpa basa basi, tanpa diawali dengan diagnosa terlebih dahulu, si pembekam langsung mengajak pasien untuk duduk dan melakukan pembekaman. Pembekaman pun langsung. Maksudnya adalah bekamnya langsung, tanpa diapa-apain dulu. Bekamnya langsung dicucuk pakai jarum, lalu dikop, di bagian lutut. Selama beberapa waktu kedepan, dia (si pasien) nanya. Itu putih-putih keluar apa ya? Jawab pembekamnya, oh itu penyakit nya keluar pak. Tenang aja. Setelah bekam selesai, si pasien berdiri, dia malah tambah tidak bisa berdiri, apalagi berjalan.

Nah, itu tadi adalah salah satu contoh malpraktek pada bekam. Karena waktu itu belum ada yang mengatur tentang bekam, sehingga orang bekam itu semau-maunya saja. Padahal itu gak boleh.

Diantara mereka ada yang menyela, “Lho, Nabi saja dulu bekam tinggal bekam saja. Tidak perlu ada yang Namanya diagnosa, atau periksa ini dan itu. Tinggal ikuti titik bekam yang udah dianjurkan beliau….”

Stop!!! Hehehe…. Memang benar, beliau tinggal bekam saja. Tapi apakah kamu,,, iya kamu, tau kondisi disana bagaimana? Kondisi beliau bagaimana sehingga perlu dibekam? Atau faktor lainnya gimana? Jelas ngga tau kan??? Oleh karena itu, bekam memang tidak boleh sembarangan. Harus tau dulu apa yang menjadi penyebab seseorang sakit bekam.

Bagaimana caranya mengetahui seseorang itu boleh di bekam atau tidak? Biasanya dilihat dari nadi, dan permukaan lidahnya. Juga kenampakan dari kliennya. Biasanya yang lidahnya putih pucat (bukan putih selaput ya… ), dan nadi lemah, dan wajahnya dingin (agak biru), tubuhnya juga dingin, ini lah yang tidak boleh di bekam. Ada pula titik-titik tertentu yang tidak boleh di bekam, seperti pada bagian lubang di tubuh, dan persendian. Dan masih banyak lagi beberapa titik yang dilarang untuk dibekam.

Jadi, bagaimanakah praktek bekam yang baik? Ini saya tulis dari pengalaman saya mengikuti pelatihan bekam dan standarisasi sebelum ujian praktek bekam. Dan ini juga saya perhatikan dari buku pedoman praktek bekam dari buku PBI pada tahun 2018. Kurang lebih sama.

Berikut ini adalah bagaimana langkah langkah yang harus dilakukan agar praktek bekamnya benar dan klien menjadi sehat.

Langkah Pertama, pastikan anda benar-benar mengetahui keadaan klien anda. Dari fisik sampai psikisnya, anda harus tahu. Paling tidak secara garis besarnya dulu lah jika belum bisa meneliti dengan cermat. Misal, klien datang dengan badan yang besar, tegar, dan suaranya lantang. Lalu pemeriksaan lidah, ternyata lidahnya cukup merah dari merah normal pada umumnya. Pemeriksaan nadi, ternyata nadinya lebih cepat. Emosi yang terlihat, misalkan terlihat gelisah atau menahan amarah, atau sesuatu yang menyedihkan, atau hal lainnya yang terkait emosi. Karena bisa jadi sakit yang diderita bukan disebabkan oleh hal fisik namun disebabkan oleh masalah psikis. Misalnya adalah seseorang mengeluhkan sakit kepala, berat di belakang. Biasanya ini tanda kolesterol, tapi waktu ditanya makanannya dia jawab normal saja. Sayuran biasa. Sayur bening. Minyak-minyakan juga hanya 1 minggu sekali. Tapi pas ditanya soal emosi, atau yang dipikirkan. Ternyata dia memikirkan salah seorang kerabatnya yang hilang kabarnya karena telah meminjam uang banyak kepadanya. Nah ini yang bisa menjadi penyebab sakit kepalanya. Bukan karena fisik, tapi masalah psikis. Lantas, apa bisa dibekam hal yang seperti ini? Bisa aja. Cuma tidak terlalu banyak titiknya. Paling penting adalah di kepala dan di leher. Nah ini yang Namanya diagnosa. Diagnosa itu penting untuk menentukan apa terapinya. Apa titik terapinya. Dan apa yang menjadi sarannya.

Langkah Kedua, hal terpenting pada saat mendiagnosa adalah friendly terhadap klien. Kadang ada terapis yang jutek kepada kliennya. Atau ala kadarnya aja. Padahal tingkat ke-friendly-an seorang terapis itu sangat penting dan sangat berpengaruh bagi si klien. Jadi, pandai-pandailah berbicara dengan klien agar dia terhibur karena datang ke tempat anda untuk ikhtiar sembuh. Bicara yang lembut dibarengi lelucon. Kasihan dia sudah sakit, menderita hidupnya, ditambah bicara anda yang lancang, sesuka hati memvonis, nah itu tambah sedih lah kliennya. Masa anda tega? Bukannya dia sembuh malah dia patah hati. Hehe…..

Langkah Ketiga, setelah mendiagnosa, dan berbincang bincang. Tentunya anda sudah menyiapkan apa yang harus diberikan kepada klien. Bagaimana terapi yang harus dilakukan? Apa saja titik fokus terapinya? Apa saja saran yang harus diberikan kepada klien. Dan lakukan praktek. Disini kita fokus ke praktek bekam. Jadi kita harus sudah tau apa saja masalahnya dan bagaimana solusinya. Jika dibekam, lakukan pembekaman.

Langkah Keempat, lakukan pembekaman di tempat yang bersih dan higienis juga tertutup. Pastikan ruangannya sudah tersusun rapi dan klien dengan nyaman berada di tempat terapi.

Langkah Kelima, infokan ke klien sebelum melaksanakan terapi hendaknya berdoa dahulu sebelum melanjutkan ke sesi terapi. Berdoa sesuai keyakinan masing masing. Cukup dalam hati. Sebagai terapis juga berdoa sebelum melanjutkan ke proses terapi. Berdoa sangat penting untuk menundukkan ego kita sebagai terapis. Kadang kita sebagai terapis bangga karena bisa menyembuhkan orang lain, padahal itu semua adalah atas izinNya.

Langkah Keenam, klien mempersiapkan diri. Jika berbaring maka harus tengkurap. Jika duduk, maka duduk.

Langkah Ketujuh, klien dipijat-pijat dahulu dengan minyak pijat. Bisa pilih minyak yang wangi untuk sesi pemijatan. Pemijatan tidak perlu terlalu lama. Cukup luangkan waktu 2 sampai 4 menit untuk pemijatan. Atau jika anda memiliki alat pijat, itu juga baik. Jadi energi anda tidak begitu terkuras. Atau jika tidak memijat, bisa juga dengan terapi sapu lidi. Sapu lidi ditepuk tepukkan ke tubuh agar lebih rilex dan nyaman.

Langkah Kedelapan, pada titik bekam yang telah dipilih, usapkan betadin cair, kemudian Tarik kop di titik tersebut. Lakukan pengekopan paling lama 5 menit. Jika dalam waktu kurang dari 5 menit kulit sudah sangat merah gelap, bisa dihentikan pengekopan dan dilanjutkan ke langkah selanjutnya.

Langkah Kesembilan, lepas kop dan tusukkan jarum secara melingkar dari tengah titik kop hingga ke pinggir. Tanda seseorang yang sehat adalah darahnya langsung muncul titik-titik di kulitnya. Dan kemudian di kop lagi dalam waktu 5 menit. Biarkan proses ini selama 5 menit. Jika dalam waktu 5 menit darah belum berhenti mengalir, maka lepas saja kopnya dan lap dengan kain kasa yang diisi dengan kapas yang sudah disterilkan. Lap sampai bersih darahnya. Darah yang berada di kop, bersihkan dengan tissu. Buang darahnya dan tissunya di tempat yang sudah dipersiapkan untuk sampah.

Langkah Kesepuluh, kop lagi daerah yang telah dikop tadi sebelumnya. Sampai darahnya berhenti mengalir.

Langkah Kesebelas, jika sudah muncul tanda-tanda tertentu, hentikan pengekopan. Tanda-tanda tertentu itu adalah berupa cairan bintik putih seperti air. Itu tandanya harus menghentikan pengekopan.

Langkah Kedua belas, jika sudah, langsung hentikan. Jika dilanjutkan kembali, maka kemungkinan akan terjadi bintik-bintik seperti melepuh. Maka sebaiknya tidak dilanjutkan. Jika hal ini sudah terjadi, maka sebaiknya anda memecahkan bintik itu dengan jarum baru sampai airnya keluar saja. Kemudian tutup dengan minyak zaitun yang telah diteteskan di kapas.

Langkah Ketiga belas, lap dengan bersih semuanya. Kulit di lap dengan kain kassa steril. Dan bagian yang di kop di olesi minyak zaitun dengan kop itu juga secara melingkar. Oles melingkar bagian yang sudah di kop sampai merata. Biarkan sampai beberapa saat. Jangan ikut di lap. Biarkan saja menyerap kedalam tubuh.

Langkah Keempat belas, jika sudah selesai. Klien ajak berdiri dan berbincang-bincang kembali dengan anda di depan. Hibur dengan kata-kata yang baik agar klien semakin bersemangat untuk sembuh.

Nah itu dia keempat belas langkah yang sesuai dengan petunjuk dan dibarengi improv oleh saya sendiri hehehehe……. Baiklah, semoga artikel ini bermanfaat.

Inderferium Liviergoz Derisyacto Lasvaha - Vionelix



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Konsultan Penyembuhan Ajaib

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
May 20, 2020, 1:47 PM - Aisah Agil Wahyunita
Recent Articles