Berbuntut Panjang Penertiban Pamflet Bener PMII IAIN Madura Oleh Oknum Dosen

Berbuntut Panjang Penertiban Pamflet Bener PMII IAIN Madura Oleh Oknum Dosen

Beberapa hari kemarin gempar atas penomena penertiban pamflet bener penerimaan anggota baru kader PMII IAIN Madura fakultas Syari'ah oleh oknum anggota Senat sekaligus dosen Filsafat fakultas syari'ah.

Atas penertiban ini berbuntut panjang hingga yang bersangkutan berujung dilaporkan ke pihak kepolisian oleh kader PMII cabang Pamekasan.

Dilansir dari media CNN INDONESIA oknum tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian yang tertuang dalam Surat Tanda Terima Lapor Polisi Nomor: STTLP/290/XI/2019/JATIM/RES PMK yang isinya berdasarkan laporan polisi nomor: LP/290/XI/2019/JATIM/RES PMK, tertanggal 18 November 2019. dilaporkan atas dugaan tindak pidana perusakan.

Awal mulanya kejadian, dihimpun dari beberapa sumber di lapangan. Bahwa oknum tersebut sudah berkali-kali melakukan kesalahan kepada organisasi tersebut sehingga pada ketiga kalinya ia  menertibkan pamflet bener yang menyebabkan logo sobek dan lebih parahnya lagi di buang ke tong sampah.

Oknum tersebut tidak hanya dipolisikan akan tetapi juga dituntut dalam beberapa tuntutan kepada rektor IAIN Madura pada aksi jilid II, sebagaimana dilansir dari media Jatim (20/11/19) 

  1. Segera dipecat dari anggota senat IAIN Madura.
  2. Dipecat dari ketua rumah jurnal IAIN Madura.
  3. Dipecat sebagai dosen tetap IAIN Madura.
  4. Dipecat sebagai aparatur sipil negara (ASN).
  5. Selama proses yang bersangkutan di nonaktifkan atau skorsing.

Meskipun demikian, dukungan kepada oknum dosen ini muncul dari berbagai mahasiswa yang pro kepada yang bersangkutan sehingga muncul tagar #KamiBersamaBpkEko #SaveAdabKampus

Aksi demo pertama pada hari Senin tanggal 18 November 2019 di depan gedung rektorat IAIN Madura dan aksi jilid II dilakukan di tempat yang sama pada hari Kamis tanggal 21 November 2019.

Tidak hanya itu warga net menyangkan atas aksi tersebut atas tindakan yang dinilai tidak beretika. Jejaringan sosial terus diramaikan oleh pembelaan dan dukungan kepada oknum dosen.

Fenomena ini tidak hanya disikapi oleh mahasiswa IAIN Madura akan tetapi dari berbagai perguruan tinggi di luar IAIN Madura. Aksi ini dinilai sangat berlebihan karena sasarannya seorang guru yang telah mendidik dan tidak pantas seorang murid tega memperlakukan gurunya duduk di terik matahari yang panas dan di tuding-tuding memakai jari-jarinya yang disaksikan oleh massa dan mahasiswa/i serta jajaran rektorat kampus IAIN Madura.

Setelah aksi jilid II hari selanjutnya ada petisi tanda tangan melalui google form guna mendukung kepada oknum dosen agar tidak di keluarkan diari IAIN Madura.

Oknum dosen ini telah berhasil mengharumkan nama baik kampus sampai manca negara melalui rumah jurnal yang sedang di pimpinnya.

Sebagian mahasiswa mengatakan bahwa jika bapak oknum dosen sampai dipecat sebagai ketua rumah jurnal maka bagaimana dengan nasib rumah jurnal tersebut.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Penulis

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma