Bendera Merah: Isyarat Perang Oleh Iran Terhadap Amerika Serikat

Bendera Merah: Isyarat Perang Oleh Iran Terhadap Amerika Serikat

Bendera Merah Iran pertama kali dikibarkan di Masjid Jamkaran. Iran telah membentangkan bendera merah di Masjid Jamkaran, Qum, satu di antara kota suci Iran.

Pembunuhan terhadap Komandan Brigade Quds Garda Revolusi Iran, Qassem Soleimani yang di lakukan Amerika Serikat lah yang memicu Bendera merah tersebut dipasang satu hari setelah pembunuhan.

Iran di nilai sudah siap untuk berperang total dan membalas kematian Komandan Soleimani akibat rudal drone Amerika Serikat di Irak dengan melakukan isyarat membentangkan bendera merah.

Bendera merah ini dalam tradisi Syiah adalah melambangkan darah yang tertumpah secara tidak adil dan juga berfungsi sebagai sebuah panggilan untuk membalas seseorang yang telah terbunuh.

Dilaporkan bahwa di bendera 'perang' tersebut tertulis : "Mereka yang ingin membalas darah Husein." Husein sendiri adalah cucu dari Nabi Muhammad yang gugur di Padang Karbala. Dalam kepercayaan muslim Syiah, Husein adalah Imam Suci ketiga setelah Ali bin Abi Thalib dan Hasan bin Ali.

Berkibarnya bendera merah ini juga merupakan peringatan dan pertanda bahwa Republik Islam Iran siap memenuhi janjinya untuk menyerang Amerika dan Donald Trump.

Secara terpisah, seorang pemimpin militer Iran mengatakan pasukannya telah menunjuk puluhan kepentingan AS untuk serangan termasuk "kapal perusak dan kapal perang" di dekat Teluk Persia dan Tel Aviv, Israel.

Adalah Jenderal Gholamali Abuhamzeh yang melontarkan ancaman kemungkinan serangan terhadap "target vital Amerika" yang terletak di Selat Hormuz sebagai pembalasan atas kematian Soleimani.

Iran bahkan telah menyatakan siap menyerang 35 target kepentingan AS di wilayah Timur Tengah.

Balas dendam akan dilakukan menyusul peristiwa pembunuhan terhadap Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds, di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat dini hari.

Tak pelak, Presiden AS, Donald Trump ganti menggertak akan menyerang 52 target strategis di wilayah Iran, jika negara para mullah itu berani mengusik kepentingan AS di seluruh dunia.

Meningkatnya ketegangan pasca-gugurnya Soleimani oleh Amerika juga “memaksa” NATO menangguhkan pelatihan keamanan Irak dan pasukan bersenjata di wilayah tersebut. Mereka khawatir akan terjadinya konflik skala penuh.

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, memperingatkan siapa saja, AS akan melakukan serangan preemptive strike guna melindungi kepentingan pasukan AS.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments
RackTicle Manager - Jan 6, 2020, 10:48 AM - Add Reply

Semoga ada jalan damai ya gaes. Kita berharap agar bumi tercinta ini bisa menjadi tempat yang aman, tentram dan indah untuk dipijak dimanapun kita berada.

You must be logged in to post a comment.
Febry Winarto - Jan 6, 2020, 11:14 AM - Add Reply

Amiiinn.... Peace Love and Ghaooolll

You must be logged in to post a comment.
Deni Riyandi - Jan 6, 2020, 2:40 PM - Add Reply

Nggak habis pikir deh...emang boleh ya membunuh seorang pejabat suatu negara oleh negara lain yang notanene merupakan negara berdaulat? pasti marah dunk..kalo di balas gimana...balas-balasan dunk...nanti bisa perang lagi..rakyatnya pada kasihan..Pusing..pusiing...

You must be logged in to post a comment.
Febry Winarto - Jan 6, 2020, 5:06 PM - Add Reply

Karena negara amrik merasa dirinya super power yang boleh nyerang siapa saja jadi ya gitu deh nyerang mau di serang gak boleh. Kan amrik negara penjajah dari jaman dulu

You must be logged in to post a comment.

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author
Popular This Week
Feb 26, 2020, 9:13 PM - Maman suherman
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Maman suherman
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
Dec 3, 2019, 4:24 PM - Agus Kurniawan
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager