Bapak dan Ibu Tidak Perlu Gelisah Tentangku

Bapak dan Ibu Tidak Perlu Gelisah Tentangku

Oleh. Syaiful Hidayat

Sebenarnya, aku mau ceritakan kepadamu keadaan saat ini. Tapi, aku berpikir kembali buat apa untuk diceritakan. Karena, saya tidak mau menyusahkanmu, saya tidak mau mengkhawatirkanmu, saya tidak mau engkau sedih, dan saya tidak mau engkau kepikiran. Aku paham bapak dan ibu sangat perhatian kepadaku dalam kondisi sebenarnya disini. Tapi aku sadar malu menceritakan ini kepadamu bapak dan ibu.

Aku tidak mau engkau melihat keadaan sebenarnya. Cukup aku saja yang menyengsara disini. Aku tidak mau kau melihat saat sengsara maupun tidak punya uang. Ya, memang bingung mau makan apa? Dimana lagi memang kondisi saat ini saya lagi tidak punya uang. Untuk, membeli itu dan ini seperti yang lain.

Tapi, bapak dan ibu tidak perlu rasa gelisah, khawatir dalam keadaanku sebenarnya ini. Saat aku ditelpon sama bapak dan ibuku dengan menampilkan wajah yang baik-baik saja, walaupun saat itu wajahku tidak baik atau kurang enak badan.  Namun, dibalik itu aku tidak mau mengkhawatirkan orang tuaku, sedih, dan sakit nantinya. Justru dengan itulah aku tidak menceritakan keadaanku sebenarnya disini. Namun, aku mulai paham bahwa arti hidup sebenanrya ini sangat berat sekali. Berawal dari duka sampai suka. Tapi, yakinlah aku ini tidak sendirian ada Allah azza wa jalla yang menemaniku kehidupan ini.

Bahkan, aku pun tidak gelisah dalam keadaan sebenarnya. Aku yakin allah azza wa jalla akan menolong hambanya dalam kesusahanku ini.  

Bapak dan ibu, maafkan aku saat ini masih belum membahagiakanmu dan menyenangkanmu. Sebenarnya, aku malu dan sering meminta uang kepadamu bapak dan ibu.  Janji, aku akan membahagiakanmu dan menyenangkamu setelah aku sukses, bapak dan ibu.

Bapak dan ibu, tidak perlu gelisah tentangku disini. Aku disini baik-baik saja bapak dan ibuku. Walaupun, tidak sesuai aku ceritakan sebenarnya kondisiku. Sebenarnya dibalik kesusahanku ini banyak sekali yang aku mengalami dengan sendiri bapak dan ibu. Bapak dan ibu, aku disini baik-baik saja dan tegar. Lihatlah kondisi tubuhku dengan penuh sehatkan. Ya, sehat bapak ibu karena itulah ini aku tidak mau engkau melihat sebenarnya.

Sekali lagi, maafkanlah kesalahanku maupun pernah menyakitimu bapak ibu. Aku janji akan giat lagi untuk bisa membahagiakanmu dan menyenangkan hatimu dalam dunia dan akhirat. Doakanlah anakmu ini biar sukses, dengan bisa membahagiakanmu bapak ibu. So, bapak ibu tidak perlu mengkhawatirkan dalam keadaanku disini. Disini, aku baik-baik saja bapak ibu.

Aku yakin. Disini, pasti bisa melewati tantangan dan rintangan dalam hidupku, demi mencapai cita-citaku dengan membahagiakanmu bapak ibu.

Itulah, ceritaku hari ini saat dalam keadaan tidak stabil tetapi tetap semangat dalam mengapai cita-citaku ini.  

Wallahu’alam bishawab.

Surabaya, 06 Januari 2020



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Perkenalkan nama saya Syaiful Hidayat berasal dari Sumenep-Madura. Saya saat ini menyukai menulis, travelling, dan membaca buku

Popular This Week
Feb 26, 2020, 9:13 PM - Maman suherman
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Maman suherman
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
Dec 3, 2019, 4:24 PM - Agus Kurniawan
Recent Articles