Banyak Mengenang dengan Beliau, Jadi Sulit Melepaskan Dua Sosok Guru Besar Pendidikan Ekonomi

Banyak Mengenang dengan Beliau, Jadi Sulit Melepaskan Dua Sosok Guru Besar Pendidikan Ekonomi

Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Per Desember 2019 kemarin, dua guru besar Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Surabaya (Unesa)telah memasuki purna tugas atau pension. Keduanya yaitu Prof.Drs. Yoyok Soesatyo ,S.H, M.M, Ph.D (Purna tugas, Per 16 Desember 2019) dan Prof. Dr. Ady Soejoto ,S.E., M.Si (Purnah tugas, per  Desember 2019).

Seluruh keluarga besar civitas akademika Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Unesa berkumpul dalam rangka bersama Purna tugas, Prof. Drs. Yoyok Soesatyo, Ph.D di Gedung Serba Guna (GSG) Kampus Unesa, ketintang, Surabaya, Rabu (22/01/2020). Acara ini berlangsung dengan suasana kekeluargaan, kebersamaan dan haru biru perpisahan ini bersama Prof. Yoyok.

Namun, Prof. Drs. Yoyok Soesatyo, Ph.D berpesan kepada dosen Pendidikan Ekonomi  bahwa pertama meningkatkan kemampuan kompetensi sesuai aturan yang berlaku. Seperti, kuliah doktor, mengikuti seminar, workshop, dan asosiasi.  Untuk meningkatkan ilmu. Kedua, saling membantu dan saling bekerjasama dengan ikhlas. “Yang penting kita bekerja itu pakai hati, jangan pakai yang lain”.

Kami berharap jurusan pendidikan ekonomi ini tambah maju dan banyak karyanya. Seperti dulu, awal mula membentuk Fakultas Ekonomi itu berawal dari Jurusan Pendidikan Ekonomi dengan berkembang. “Karena awal mula bentuk fakultas ekonomi, seharusnya Jurusan Pendidikan Ekonomi mampu meningkatkan  kompetensi,  kualitas akreditasi, dan semuanya”harap Prof. Yoyok.

Sementara itu, Dr. Luqman Hakim selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi mengatakan bahwa memang para dua guru besar Pendidikan Ekonomi yaitu Prof. Ady dan Prof. Yoyok sudah purna tugas. Tapi, secara kelembagaan, kami masih butuh sosok dua guru besar untuk selalu memberi support program studi yang ada di Jurusan Pendidikan Ekonomi.

 “Sosok dua guru besar itu sangat luar biasa dan selain itu juga beliau dianggap sebagai orang tua kami. Memang, orang tua selalu mengingatkan, membimbing, memotivasi dan mendorong kami sangat dengan totalitas. Selain itu, tidak pernah bosen mengingatkan kami dan tidak pernah meminta apapun”, Ujar Luqman hakim, menceritakan sosok beliau saat masih aktif mengajar.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Perkenalkan nama saya Syaiful Hidayat berasal dari Sumenep-Madura. Saya saat ini menyukai menulis, travelling, dan membaca buku

Popular This Week
Feb 23, 2020, 7:27 PM - Maman suherman
Feb 17, 2020, 9:08 PM - Bram Asta
Feb 21, 2020, 11:54 PM - RackTicle Manager
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi