Bahaya Adu Domba Bagi Persatuan Masyarakat

Bahaya Adu Domba Bagi Persatuan Masyarakat

Berbagai macam dinamika yang ada pada saat ini. Adu domba, intoleransi, serta diskriminatif, sampai-sampai paham itu mengakibatkan seluruh lapisan masyarakat terkena himbas. Hal itu mengakibatkan runtuhnya persatuan sosial masyarakat. Semua orang akan melihat bagaimana status yang harus diperjuangkan. Bagian itu menunjukan dari tidak ada nilai-nilai toleransi serta rasa menghargai dan menghormati.

Keadaan masyarakat berada pada zona di ambang pertikaian. Takutnya jika ini berlangsung secara jangka panjang. Nilai-nilai yang telah diamanatkan oleh pancasila akan runtuh dengan mudah. Yang mana mengatur tentang "Persatuan Indonesia". Poin itu terdapat nilai yang sangat berharga. Nilai itu diatur karena negara indonesia terbentang dengan kepulaan yang memiliki ukuran yang sangat luas.

Orang akan bertepuk tangan jika Indonesia terpecah belah. Gampang sekali musuh masuk jika akar rumpun landasan dasar bangsa terpecah. Semua itu atas adu domba antar masyarakat yang terjadi. Sebagai masyarakat yang cerdas dan memiliki norma-norma, tentu ini menjadi tugas kita bersama. Meluruskan ketimpangan yang telah terjadi. Menumpas permasalahan itu sampai pada dasar mula munculnya pertikaian. Bagi kita sangat penting untuk menjaga persatuan. Karena kemerdekaan dengan bersusah payah diambil oleh para pejuang. Mengusir penjajah di tanah ibu pertiwi dilakukan dengan pertumpah darahan. 

Seharusnya kita berpandangan ke arah sana. Jika di ibaratkan pada kehidupan pada zaman sekarang. Kita sudah jauh merasakan kenikmatan atas kemerdekaan itu. Padahal zama dahulu, para pejuang hanya hidup ditengah penjajahan dan perang. Tidak sempat untuk mencicipi kemerdekaan yang telah diraih. 

Pejuang merancang negara dan meproklamirkan kemerdekaan indonesia serta mengumkan pada seluruh dunia. Dengan bangga kita membawa kemenangan atas penjajahan pada masa itu. Memberikan suatu wujud berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berdasarkan landasan undang-undang dasar negara republik indonesia. 

Untuk menjawab semua tantangan pada era ini. Kita adalah generasi penerus. Sudah saatnya kita menggunakan landasan berfikir yang baik. Untuk membangun persatuan, serta mengembangkan budaya budi luhur yang mana berpegang teguh dengan rasa menghormati, tenggang rasa danenggunakan nilai dan norma.

Membuat suatu yang baik serta mempraktekan pada kehidupan sehari-hari adalah tantangan tersendiri untuk kita semua. Butuh pondasi yang kuat agar perbuatan yang akan mendukung praktek nilai-nilai dan norma tersebut. Namun itu tidak menjadi hambatan bagi kita jika kita berkembang secara bersama. Serta tindakan itu akan berbuah manis jika masih menggunakan kekompakan yang berasaskan gontong royong. 

Efek positif dari itu semua adalah mengacu kepada pembangunan nasional yang harus kita fokuskan. Bagaimanapun setiap daratan tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah kita, kita sebagai bangsa indonesia. Tidak sebagai sentris atau jangan urus urusan kami di daerah kami. Itu cara berfikir yang salah. Inti pokok menjaga persatuan dan menjaga kekompakan adalah terletak pada rasa ingin saling menjaga. Setiap dimana pun daerah tidak mengintimidasi serta mengucilkan antar suku dan golongan. Kita NKRI adalah satu, dimanapun daerah dan wilayah, kita tetap satu bangsa indonesia.

Itulah yang paling penting untuk kita jaga bersama. Rasa peduli antar sesama dan saling menjaga. Tidak mengunggulkan satu status golongan tempat berpijak atau paham yang dipegang. Makna dari itu semua adalah persatuan. Tidak percerai beraian.

Menilik perbaikan, sampai pada desa-desa yang dimiliki oleh Indonesia. Bahu membahu untuk menuju pembangunan masyarakat, pembangunan wilayah desa, serta meningkatkan cara berfikir masyarakat pada arah yang cerdas. Menumpas intoleransi pada masyarakat sehingga nilai keharmonisan itu mengakar dan tidak bisa dipengaruhi oleh pengaruh jahat.

Jika seandainya keberhasilan membangun masyarakat yang seperti itu. Kita yakin dasar-dasar yang menjadi sebagai landasan utama pada pembangunan nasional akan tercapai. Terkadang kita jenuh dengan intervensi kepentingan semata. Kepentingan yang saling memperebutkan kekuasaan. Sehingga terjadi perlawanan yang mengangkat isu-isu yang mengacaukan lingkungan, serta mengacaukan peradaban yang bersatu saling menjelekan, saling memburukan satu sama lain. Hal ini dicontoh karena sering melihat pertikaian politik yang sering terjadi di lingkungan ibukota. Harusnya ini me jadi evaluasi bagi kita semua. Bahwa pengaruh yang ditimbulkan oleh kontestasi pada sentral negara akan berdampak pada masyarakat dilapisan desa. Apa yang perlu dibangun pasca itu terjadi. Kita harus mengarahkan masyarakat kembali ke jalan yang baik, jalan yang berperi kemanusiaan. Kita tidak mau masyarakat menjadi masyarakat yang penuh dengan pola pikir radikalisasi, sehingga mengancurkan generasi untuk bertumbuh dan berkembang. 

Nilai yang dapat dimanfaatkan pada kehididupan masyarakat desa yaitu kearifan lokal yang terdapat pada setiap daerah. Kearifan lokal membentuk sebuah karakter prilaku masyarakat yang akan terbentuk dengan keaslian budaya yang dimiliki. Kearifan lokal itu akan membentengi keaslian pola sikap yang akan mensistemiskan prilaku antar individu.

Sebagai pandangan yang dapat kita jadikan salah satu contoh yaitu "bersilang kayu di tempat masak, api hidup saat itulah nasi akan masak (bahasa asli : "tigo tungku sajarangan, basilang api ditungku, mangko ka masak nasi [bahasa Sumatera Barat] ). Filosofi itu menggambarkan kolaborasi unsur masyarakat yang akan menumbuhkan nilai-nilai demokratis. Melakukan musyawarah dan mufakat. Serta mendengarkan pendapat orang lain dalam mengambil suatu keputusan. 

Keteraturan itu selalu diterapkan untuk melakukan pengambilan keputusan. Didikan ini sempat tertumpas dengan perkembangan zaman. Pada era sekarang mungkin terjadi orang tidak tahu lagi tentang sistem itu. Karena yang muda tidak bertanya pada orang yeng tua. Yang tua sebagai penerang jalan yang akan mengajarkan anak kemenakan sampai dia beranjak dewasa. 

Namun hal itu dapat diatasi oleh peran pemerintah untuk melestarikan nilai budaya yang sejak dulu sudah ada tersebut. Komitmen pemerintah untuk melestarikan cagar budaya ini demi termanfaatkan nya peran kearifan lokal untuk mendidik generasi menuju cikal bakal yang membentuk kebaikan untuk bangsa. 

Sebagi masyarakat yang memiliki kekayaan akan budaya. Kita dapat mencotoh dengan alam yang telah tersajikan. "Alam terkembang jadi guru", setiap fenomenal yang terjadi di alam dapat kita jadikan sebagai contoh untuk merubaha pada pola hidup yang lebih baik. Kita tidak tahu apa yang terjadi pada masa depan, yang hanya bisa kita lakukan adalah berencana dan berusaha, mengenai hasil kita hanya dapat menerima apa yang telah terjadi dengan kita. 

Kesimpulan dari tulisan ini ialah bagiamana kita harus menerapkan nilai-nilai keharmonisa  sehingga kita tidak mudah terpecah belah oleh asutan orang yang menginginkan kehancuran kita bersama. Jangan berikan orang gembira atas derita yang kita alami, padahal itulah yangereka ingini. Tetap menjaga persatuan sehingga kita menuju pada titik yang paling kuat. Menumpas seluruh perserikatan penjajah hak asasi dan penjajah moral yang ingin menghancurkan kepribadian serta status bangsa. Hal itu akan mengantarkan kita pada kemerdekaan abadi sehingga akan berlangsung sampai generasi berikutnya. Jika tidak kita bersama, siapa lagi yang akan menumbuhkan rasa persatuan itu. Maka dar itu mulailah dari sekarang. [rahmat]



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Wiraswasta

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Dec 13, 2019, 1:41 AM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma