Aulia Farhan Tertangkap! Ini 12 Gejala Saat Mulai Kecanduan Sabu-Sabu Dan Amfetamin yang Dikonsumsinya

Aulia Farhan Tertangkap! Ini 12 Gejala Saat Mulai Kecanduan Sabu-Sabu Dan Amfetamin yang Dikonsumsinya

Terlibatnya banyak aktris maupun aktor dalam penggunaan NAPZA bukanlah hal yang baru. Begitu berat dan banyaknya beban pekerjaan, mengharuskan mereka untuk tetap fit setiap waktu. Terkadang karena jam kerja begitu padat sehingga tidak banyak waktu yang dapat digunakan untuk beristirahat. Selain itu, pekerjaan dalam dunia hiburan atau Entertainment juga harus memiliki rasa seni dan percaya diri yang tinggi. Apalagi bagi mereka yang mengalami depresi atau gangguan mental, penggunaan NAPZA jenis sabu-sabu atau ekstasi seolah menjadi solusi yang dapat memberi kenyamanan.

Kasus yang baru-baru ini terjadi adalah tertangkapnya Aulia Farhan, aktor sinetron Anak Langit. Dia sedang bersama temannya ditangkap oleh polisi pada hari Kamis 20 Februari 2020 dini hari, yakni pukul 02.00 WIB. Aulia mengaku sudah mengonsumsi barang haram tersebut sejak enam bulan yang lalu. Saat ini, ia bersama seorang tersangka lainnya tengah ditahan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Sebelumnya, ada juga beberapa artis yang tertangkap menggunakan NAPZA jenis yang sama seperti Nunung (sri mulat), Jennifer Dunn, lalu ada pula Medina Zein. Beberapa alasan yang dikemukakan semua mengacu karena menjaga kondisi tubuh dan performa saat tampil.

Sabu-sabu dan amfetamin memang memiliki efek yang luar biasa untuk menjaga stamina. Namun, di balik itu semua, NAPZA ini juga memiliki efek samping yang merusak otak. NAPZA seperti dextroamphetamin, kokain, methamphetamine (sabu) dan amfetamin, merupakan jenis NAPZA yang masuk dalam kelas stimulan. Obat-obat dari kelas ini memberikan efek yang dicari banyak aktris maupun aktor. Hal ini sebabkan karena atas penyalahgunaan obat stimulan ini, pemakai akan merasa bertambahnya energi, membuat penggunanya menjadi fokus. Khusus amfetamin sendiri, zat ini merupakan obat yang digunakan untuk menstimulus sistem saraf pusat pada manusia sehingga mampu meningkatkan konsentrasi dan fokus. Namun, saat digunakan secara tidak tepat, zat ini justru akan berperan dalam menstimulasi hal-hal recreative. Itulah mengapa amfetamin biasanya digunakan sebagai obat penderita ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) yang pada umumnya mengalami kegembiraan berlebih.

Hal itu kemudian membuat mereka kesulitan untuk mengarahkan perhatian. Amfetamin juga biasa digunakan sebagai obat depresi. Namun, setelah melihat efek negatifnya lebih membahayakan, maka zat tersebut kemudian diganti dengan obat anti-depresi lainnya. Sedangkan untuk sabu-sabu atau yang memiliki nama ilmiah methamphetamine adalah jenis psikotropika golongan dua. Menurut banyak temuan, psikotropika golongan ini merupakan jenis obat-obatan yang paling sering disalahgunakan. Sabu-sabu juga bersifat adiktif, meskipun tingkat ketergantungannya terasa lebih rendah dibandingkan dengan psikotropika golongan satu. Di balik sedikit manfaatnya, penyalahgunaan NAPZA sangatlah berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan manusia.

Selain itu, hal tersebut juga menjadikan pemakai kecanduan bahkan bisa menyebabkan kematian. Jika penyalahgunaan NAPZA tersebut tidak bisa dihentikan dan terjadi terus-menerus, pada fase ini pemakai akan merasakan gejala seperti:

  1. Muncul keinginan yang besar untuk menggunakan obat terus-menerus, setiap hari atau bahkan berkali-kali dalam sehari.
  2. Dorongan kuat untuk menggunakan NAPZA begitu kuat sehingga mampu mengalahkan pikiran terhadap hal yang lain.
  3. Lama kelamaan dosis yang digunakan akan terasa kurang dan kemudian muncul keinginan untuk meningkatkannya lagi dan lagi.
  4. Muncul kebiasaan untuk selalu memastikan bahwa NAPZA masih terus tersedia, harus.
  5. Melakukan apa pun untuk mendapatkan atau membeli NAPZA, tidak peduli jika memang menjual barang pribadi yang berharga.
  6. Karena mulai tidak fokus, tanggung jawab dalam bekerja pun tidak terpenuhi dan cenderung mengurangi aktivitas sosial.
  7. Tetap menggunakan NAPZA meskipun sudah paham dan tahu bahwa penggunaan NAPZA tersebut memberikan dampak yang sangat buruk pada kehidupan sosial maupun psikologis.
  8. Saat sudah tidak memiliki uang atau barang yang dapat dijual, pecandu akan mulai berani melakukan sesuatu yang tidak biasa demi mendapatkan zat yang diinginkan, misalnya mencuri, memeras orang lain, memaksa, dan lain sebagainya.
  9. Dapat melakukan aktivitas berbahaya atau merugikan orang lain ketika berada di bawah pengaruh NAPZA yang digunakan.
  10. Banyak sekali waktu tersita hanya untuk membeli, menggunakan, hingga memulihkan diri dari efek NAPZA.
  11. Selalu gagal saat mencoba untuk berhenti menggunakan NAPZA, kondisi jiwa seolah sudah dikuasai oleh kecanduan.
  12. Jika mencoba berhenti, maka pengguna akan mengalami gejala sakau, menderita bahkan mengalami kematian.

Itulah hal merugikan yang harus dialami jika menyalahgunakan obat-obat terlarang. Untuk itulah penting bagi kita dalam menyelesaikan semua masalah dengan baik. Mencari teman yang benar dan tidak mudah depresi ketika dalam keadaan terpuruk. Sejatinya kesulitan itu selalu datang bersama dengan kemudahan. Setiap kejadian akan tersembunyi segenggam hikmah.

Semua kembali pada diri sendiri mau bersabar dan bersyukur, atau sebaliknya? Hidup hanya sekali dan memang selalu penuh liku, maka dari itu jadikanlah hidup ini berarti. Jangan sampai hanya karena nafsu dan tanpa pemikiran yang panjang, kita justru merusaknya.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Generasi millenial yang suka gaya dan hal-hal klasik. Selera humornya receh dan selalu canggung di setiap keadaan. Dua hal yang membuat ia bahagia menatap kehidupan adalah menggeluti pekerjaannya sebagai pengajar dan penulis.

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 24, 2020, 3:20 PM - Akhmad Fauzi
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma