Asal Kata Virus Corona yang Viralnya Jadi Momok Dunia

Asal Kata Virus Corona yang Viralnya Jadi Momok Dunia

Saat ini dunia sedang dihebohkan dan dibuat panik oleh salah satu virus yang mematikan, yaitu Virus Corona. Banyak di antara masyarakat Indonesia belum tahu tentang virus ini. Namun bagi yang biasa membaca, menonton, atau mendengarkan berita, virus ini juga menjadi pembicaraan yang hangat. Tidak hanya orang-orang di dalam pemerintahan atau lingkungan medis, melainkan juga para pengunjung warung-warung makan, café, bahkan angkringan pun virus yang satu ini menjadi topik pembicaraan.

Jujur saya sampaikan di sini bahwa materi tulisan saya ini tidak murni dari pengamatan pribadi, melainkan dari obrolan-obrolan ringan dengan orang-orang yang saya temui. Bahkan ada yang mempertanyakan apakah ada bahan herbal yang bisa menjadi obat untuk mengatasi virus itu. Kalau itu sih perlu penelitian yang panjang untuk bisa memastikan apakah bahan herbal tertentu bisa menjadikan obat untuk penyakit itu, iya kan? Maka dari itu saya sampaikan di sini bahwa ini bukan dari pengamatan saya pribadi. Tidak mungkinlah bagi saya melakukan pengamatan pribadi karena memang hal ini bukan ranah saya. Dari obrolan-obrolan ringan itulah saya berani membagikan informasi yang berkaitan dengan virus yang menghebohkan ini.

Asal Kata Virus Corona

Kapan nama Virus Corona ini diberikan?

Saat-saat pertama diketahui tentang virus ini yaitu sekitar akhir tahun 2019. Virus ini telah menyerang 40an orang di Cina. Hasil pemeriksaan pertama kasus penyakit ini adalah penyakit yang tidak dikenal. Dan, sebagian besar penderita ini adalah pemilik kios yang berjualan di pasar makanan laut Huanan, Wuhan, Cina. Pemerintah Cina berhasil mengidentifikasi virus ini sekitar tanggal 9 Januari 2020. Jadi masih sekitar awal tahun ini. Ngeri ya awal tahun kita sudah mendapat informasi tentang virus yang mematikan. Siapa sih yang tidak ngeri mendengar ada virus penyakit yang dengan cepat membawa pada kematian? Kalau ada yang tidak merasa ngeri, salut dari saya bagi orang itu.

Dari hasil penelitian, virus ini berbentuk bulat dengan ukuran sangat kecil yaitu berukuran sekian nanometer (nm). Kata yang meneliti dengan mikroskop sih ukurannya sekitar 100–200 nm. Bentuknya seperti mahkota. Karena berbentuk seperti mahkota inilah diberi nama Coronavirus, diambil dari Bahasa Latin “coronam” yang dalam Bahasa Inggris “crown” dan dalam Bahasa Indonesia “mahkota”. Lebih tepatnya, oleh Centers for Disease Control and Prevention yang berada di Amerika Serikat, diberi nama Novel Coronavirus atau 2019-nCoV.

Asal Mula Virus Corona

Darimana asal mula Virus Corona?

Ada beberapa dugaan asal mula Virus Corona ini. Ada yang mengatakan berasal dari kelelawar dan ada pula yang mengatakan berasal dari cobra Cina.

Penelitian dari ilmuwan Cina menghasilkan kesamaan genetik Virus Corona Wuhan dengan Virus Corona lainnya. Dari penelitian itu juga ditemukan bahwa virus ini berasal dari kelelawar. Bahkan hal ini dihubungkan dengan wabah SARS pada tahun 2003. Virus SARS tergolong keluarga Virus Corona dari kelelawar. Kemungkinan besar kelelawar menginfeksi binatang lain melalui kotoran selanjutnya binatang itu menularkan virusnya pada manusia.

Kelompok ilmuwan lain dalam salah satu jurnal kesehatan menyatakan bahwa spesies perantara virus itu adalah cobra Cina. Menurut mereka, dari analisis genetik menunjukkan bahwa genetik Virus Corona Wuhan sangat mirip dengan ular.

Dari perbedaan hasil penelitian tersebut di atas para ilmuwan memberikan benang merah bahwa populasi kelelawar menginfeksi ular kemudian ular itulah yang menularkan virusnya pada manusia.

Namun untuk memastikan secara tepat asal virus ini adalah perlu adanya penelitian DNA dari binatang-binatang yang dijual di pasar hewan sana, di mana orang-orang telah terinfeksi karena keseharian berada di pasar itu. Jadi sampai pada saat saya menuangkan informasi ini, kepastian berasalnya Virus Corona masih belum terkonfirmasikan.

Namun lagi (halah… kebanyakan kata namun nih, hehehe…) dari banyak studi pada tahun 2017, kelelawar mempunyai potensi yang besar akan Virus Corona yang merupakan penyakit zoonosis dibandingkan dengan binatang lain. Apa itu zoonosis? (keren ya bahasanya?) Itu artinya bahwa virus yang terdapat pada binatang ini menjadi sumber penyakit yang tersebar pada manusia melalui binatang.

Mengapa demikian?

Ini dikarenakan oleh kemampuan kelelawar yang mampu terbang melintasi luasnya geografis dengan membawa virus atau penyakit tertentu. Salah satu cara tersebarnya virus atau penyakit yang ada pada kelelawar adalah pada saat kelelawar menjatuhkan kotorannya dan jatuh pada buah yang dimakan binatang lain, binatang yang memakan buah tadi pun bisa menjadi pembawa virus atau penyakit itu. Menurut salah satu ilmuwan yang bekerja di laboratorium terkenal di Amerika, mereka mendapatkan cukup banyak virus dalam catatan WHO yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kelelawar. Dan, ini sudah diprediksi dalam suatu penelitian pada bulan Maret 2019 bahwa kelelawar bisa menjadi sumber penyakit jenis Virus Corona yang baru di Cina. Percaya tidak percaya prediksi itu kini menjadi kenyataan dengan adanya banyak korban dan penderita Virus Corona di negara itu.

Negara-Negara Yang Sudah Terserang Virus Corona

Negara mana sajakah yang saat ini sudah terserang Virus Corona?

Wabah Virus Corona bukan hanya menyerang negara Cina, namun sudah merambah di beberapa negara. Betapa cepatnya wabah virus ini menyebar sehingga menjadi momok bagi yang mendengar. Inilah negara-negara yang sudah terkena wabah Virus Corona, yang saya peroleh dari obrolan-obrolan tadi:

  1. Cina: ada sekitar 1000an kasus terinfeksi Virus Corona dan yang meninggal sekitar 50an orang.
  2. Vietnam: ada 2 kasus terinfeksi Virus Corona. Seorang anak yang tertular ayahnya yang baru datang dari Wuhan.
  3. Jepang: ada 1 kasus terinfeksi Virus Corona. Seorang pria 30an tahun setelah melakukan perjalanan ke Wuhan.
  4. Thailand: ada 4 kasus terinfeksi Virus Corona. Mereka saat ini sudah dikarantina.
  5. Korea Selatan: ada 1 kasus terinfeksi Virus Corona. Yang menderita di negara ini adalah turis dari Wuhan.
  6. Filipina: ada 1 kasus terinfeksi Virus Corona. Seorang anak laki-laki yang masih kecil, sekitar 5 tahunanlah.
  7. Singapura: ada 20an orang yang diduga terkena kasus terinfeksi Virus Corona. Yang positif adalah seorang pria 60an tahun dari Wuhan.
  8. Australia: ada 1 orang yang diduga terkena kasus terinfeksi Virus Corona. Diduga terkena infeksi karena baru kembali dari Wuhan dan menderita penyakit pernafasan.
  9. Amerika Serikat: ada 1 kasus terinfeksi Virus Corona. Seorang pria 30an tahun kembali dari Wuhan.
  10. Indonesia: ada 1 orang diduga terkena kasus terinfeksi Virus Corona. Usia penderita 30an tahun ini diduga terinfeksi Virus Corona karena ada riwayat perjalanan ke Cina dan kini sedang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso.

Bisa jadi, daftar negara di atas bertambah lagi. Lho kok bisa? Lha iya, orang dari berbagai negara yang datang dan pergi ke Cina itu kan banyak juga, iya kan? Lha Indonesia saja sudah ada yang diduga terkena virus itu karena pernah pergi ke sana, iya kan? Jadi, bukan tidak mungkin daftar negara yang saya sebutkan itu bertambah. Syukur-syukur malah berkurang dan sudah bisa diatasi sehingga bisa melegakan kita semua. Betul?

Gejala atau Tanda-Tanda Terjangkitnya Virus Corona

Bagaimana gejala terjangkitnya Virus Corona?

Dari obrolan sana-sini, saya memperoleh informasi bahwa gejala awal diduganya terkena Virus Corona itu adalah saat menderita demam disertai dengan gangguan pernafasan. Kalau di Indonesia saat ini, meskipun ada yang menderita demam dan sesak nafas, itu bukan berarti orang tersebut terkena Virus Corona. Mengapa demikian? Ya karena memang Indonesia kan jauh dari Cina. Dan, pemerintah Indonesia sudah mengantisipasinya dari bandara-bandara sebagai pintu masuk orang-orang luar negeri datang ke Indonesia. Tetapi tidak tahu ya kalau memang ada yang menderita seperti itu, orang itu memang terkena Virus Corona setelah makan daging kelelawar. Bukankah beberapa tempat di Indonesia kelelawar menjadi salah satu menu kuliner ekstrim? Tetapi, itu perlu dikonfirmasikan lagi setelah ada pemeriksaan medis. Iya kan? Jadi, kita tidak perlu kuatir akan hal itu. Namun, kita juga perlu waspada karenanya.

Oleh sebab itu, jika di antara kita menderita demam disertai dengan gangguan pernafasan, lebih baik segera dibawa ke rumah sakit terdekat supaya dapat dipastikan jenis penyakitnya dan segera ditangani.

Cara Pencegahan Agar Tidak Terjangkit Virus Corona

Bagaimana supaya kita tidak terkena Virus Corona?

Virus Corona bisa menyebar melalui kontak fisik dan udara. Begitu luar biasa dan dahsyatnya jenis virus ini sehingga bisa menjadi momok bagi orang yang mendengar dan yang berada di dekat penderita yang mengidap virus ini. Oleh sebab itu, perlu berhati-hati ketika kita tahu dan berada dekat dengan mereka. Bukan berarti kita mengasingkannya atau merasa jijik dengannya, tetapi ini juga demi orang-orang yang nantinya berada dekat dengan kita. Kita tidak mau kan kalau orang yang berada dekat dengan kita terkena juga? Oleh sebab itulah kita perlu waspada. Waspada itu perlu, tetapi curiga itu payah. Waspada memang perlu, tetapi mencurigai seseorang itu sudah terkena Virus Corona itu payah.

Selain berhati-hati dalam kontak fisik juga perlu menggunakan masker yang benar-benar mempunyai pori-pori yang sangat kecil, mengingat bahwa virus itu bisa menular lewat udara karena mempunyai ukuran yang sangat kecil, yaitu sekian nanometer tadi itu. Seribu nanometer saja kita tidak tahu seperti apa, apalagi ini sekitar 100–200 nanometer. Jelas kita tidak bisa membayangkan seberapa kecilnya bentuk virus itu. Oleh karena itulah kita memerlukan masker yang benar-benar aman. Yang tahu ukuran masker yang benar-benar mempunyai pori-pori sangat kecil agar aman dari virus itu adalah para petugas medis. Paling tidak, petugas apotek sekitar kita juga tahu masker seperti apa yang aman bagi kita agar terhindar dari virus itu.

Rajin mencuci tangan dengan sabun juga merupakan salah satu pencegahan terhadap virus ini. Seberapa besar efektivitas cuci tangan dalam usaha pencegahan terhadap virus itu kita masih belum tahu. Yang pasti, mencuci tangan dengan sabun mampu membersihkan tangan dari kuman-kuman penyakit (itu yang berkali-kali disarankan oleh bapak-ibu guru lho!).

Cara antisipasi lain agar tidak mudah terkena Virus Corona adalah dengan minum air secukupnya. Dalam artian jangan sampai tenggorokan kita kering. Jadi kita tetap menjaga agar tenggorokan kita tetap basah. Mengapa demikian? Air mengandung oksigen. Dengan menjaga agar tenggorokan kita tetap basah, ini memudahkan paru-paru kita memperoleh oksigen sehingga membantu dalam aktivitas kita bernafas.

Semua itu perlu kita lakukan apabila pemerintah sudah mengumumkan positifnya virus itu masuk di Indonesia. Selama pemerintah kita tidak mengumumkan situasi darurat karena virus itu, ada baiknya kita tetap tenang. Sekalipun berita tentang virus itu sangat viral, baik jika kita tetap tenang dan waspada. Menjaga pola makan dan cara hidup sehat mampu membuat kita lebih tenang dibandingkan dengan hidup asal-asalan tanpa memperhatikan kesehatan kita dan keluarga kita.

 

Salam Sehat Selalu

Arnoldus Suluh Dwi Candra

27 Januari 2020



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Semakin banyak aku tahu, semakin aku tidak tahu

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Jan 1, 2020, 4:48 PM - Rianda Prayoga
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Jan 7, 2020, 2:10 PM - Bayu Rinaldhi
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
Recent Articles
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin
May 20, 2020, 1:47 PM - Aisah Agil Wahyunita
May 20, 2020, 12:58 PM - Rahmat Gunawan