Apa dan Seberapa Bahaya Hantavirus Dibanding Virus Corona?

Apa dan Seberapa Bahaya Hantavirus Dibanding Virus Corona?

Perjuangan memberantas virus Corona tidak hanya dipasrahkan pada mereka di gugus terdepan tempatnya para medis. Kita semua bisa ikut mendukung dari segala lini. Bisa ikut menyumbang donasi, melakukan physical distancing, hingga tak kalah penting berjuang dibagian informasi.

Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Penyebaran informasi ditengah masyarakat menjadi sangat vital. Banyak hoax dan informasi yang sifatnya meresahkan. Disini peran kita semua untuk menyebarkan informasi yang baik dan benar.

Baru-baru ini ramai beredar kabar di Tiongkok muncul kembali virus baru bernama Hantavirus. Disebutkan virus tersebut telah berhasil membunuh satu orang.

Suatu informasi yang tentunya bikin geger. Bagaimana tidak, virus Corona sekarang saja masih menjadi momok menakutkan. Ini muncul lagi virus baru.

Bagaimana awal mula Hantavirus memicu kehebohan?

Sebaiknya kamu jangan buru-buru panik dulu. Menurut China Globe Times, memang ada  seorang pria dari provinsi Yunnan, Tiongkok meninggal akibat terinfeksi Hantavirus. Pria tersebut meninggal dalam perjalanan bus menuju provinsi Shandong, Tiongkok.

Berita tersebut menimbulkan kepanikan setelah disebarkan kembali lewat berbagai media termasuk menjadi viral di media sosial. Hingga terbentuk persepsi dimasyarakat bahwa Hantavirus sebagai kelanjutan Virus Corona.

Tenang dulu. Kabar yang menyebut Hantavirus sebagai virus jenis baru yang menyebar ditengah pandemi Covid-19 adalah keliru. Sebagaimana diterangan oleh Cek Fakta Tempo (27 Maret 2020).

Hantavirus sebenarnya sudah ada sejak tahun 1950. Sementara Virus Corona atau Covid-19 baru dilaporkan keberadaannya pada Desember 2020.

Sampai sini kita bisa sedikt bernafas lega. Karena menghadapi virus penyakit jenis baru tentu lumayan merepotkan. Karena minimnya persiapan dan informasi yang diketahui dari virus jenis baru tersebut.

Seberapa bahaya Hantavirus?

Terlepas mematikan atau tidaknya Hantavirus. Tentu kita tidak boleh sembarangan dan berlebihan menyikapi penyakit.

Kabar baiknya Hantavirus menyebar melalui penularan hewan ke manusia. Tidak seperti Virus Corona yang selain menyebar dari hewan ke manusia, juga bisa dari manusia ke manusia. Artinya dengan ini penyebaran penyakit diharapkan tidak se-masif virus Corona.

Coba bayangkan jika kita kadung panik menyikapi Hantavirus sebagai kelanjutan Virus Corona. Tentu akan muncul rasa panik dan takut. Jelas kondisi ini berpotensi menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia.

TUNGGU, apa itu Hantavirus?

Diawal artikel ini dibahas lebih kepada mekanisme penyebaran dan mengukur seberapa menakutkan Hantavirus. Hal ini semata mengajak kamu semua lebih cepat mengenal Hantavirus dari segi ancaman.

Penyakit yang ditimbulkan dari Hantavirus dikenal sebagai Hantavirus pulmonary syndrome (HPS), memiliki gejala mirip flu. Hantavirus adalah penyakit yang disebarkan oleh tikus.

Bagaimana Hantavirus menyebar dan menginfeksi?

Hantavirus disebarkan oleh tikus. Bisa juga sejenis hewan pengerat seperti mencit dan lemming. Hantavirus hanya menyebar dari hewan ke manusia. Tidak menyebar dari manusia ke manusia. Seperti halnya kita temui pada Covid-19.

Jadi, manusia hanya akan terinfeksi Hantavirus apabila terdapat kontak langsung pada kotoran, urine dan memegang tikus yang membawa Hantavirus. Kemudian tangan memegang wajah tanpa mencucj tangan.

Prinsipnya sama dengan Covid-19, yaitu menjaga kebersihan dan budayakan rajin mencuci tangan sehabis aktivitas. Terpenting ialah jangan menyentuh area wajah sembarangan.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan kasus-kasus infeksi hantavirus pada manusia biasanya terjadi di daerah pedesaan, hutan, ladang, dan peternakan dimana ada banyak tikus sylvatic yang menampung virus.

Lalu kenapa dinamai Hantavirus?

Jika Covid-19 atau Virus Corona dinamai Corona, sebab bentuk virusnya seperti "mahkota" atau "mahkota Matahari" diambil dari bahasa Latin dan Yunani dengan arti yang sama . Lalu bagaimana dengan Hantavirus?

Kejadiannya bermula disuatu sungai di semenjung Korea saat terjadi perang saudara disana. Dinamai Hantavirus diambil dari nama sungai Hantan di Korea Selatan saat pertama kali virus ini ditemukan pada tahun 1950 saat zaman perang Korea. Dan diisolasi pada tahun 1976 oleh Ho Wang Lee.

Secara keseluruhan, alasan yang bisa kita jadikan untuk tidak panik ialah Hantavirus menginfeksi hanya melalui hewan ke manusia. Bukan manusia ke manusia.

Ironi, tapi kenyataannya begini. Bahwa mobilitas manusia lebih tinggi dibanding hewan. Seperti kita tahu, tipikal virus yang menyebar dari manusia ke manusia memang lebih merepotkan untuk menghentikannya. Terlebih itu virus jenis baru yang belum ada obat dan vaksin.

Tapi bagaimanapun virus penyakit tersebut, kita tetap waspada. Waspada ya, bukan panik. Seperti Hantavirus, kini kita tahu virus ini sudah muncul sejak lama dan hanya menyebar dari hewan ke manusia. Sesungguhnya fakta ini tidak mutlak membuat Hantavirus tidak berbahaya. Flu Burung dan DBD juga menular dari hewan bukan. Sama.

Maka itu etap harus diwaspadai. Memang ini gak diharapkan terjadi. Tapi tetap ada kemungkinan virus penyakit berevolusi menjadi situasi yang tidak inginkan.

For you info guys, saat ini baru sekitar 10% patogen atau penyebab penyakit yang didokumentasikan dunia. Jadi perlu sumber daya yang besar untuk mengenali jenis-jenis penyakit baru.

Mengetahui kenyataan ini diharapkan tidak menjadikan kita takut. Justru seharusnya membuat kita semakin siap dan tenang karena lebih banyak hal yang dipahami.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

LUV LUV LUV

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma