[CERPEN] Antara Aku dan Kamu

[CERPEN] Antara Aku dan Kamu

Assalamualaikum, sahabat RackTicle..

Sebagai pemanasan untuk cerita-cerita selanjutnya, aku pengen cerita hal-hal yang ringan dahulu sesuai dengan apa yang aku rasakan saat ini. aku pengen banget sharing tentang keadaan yang menggangguku beberapa waktu terakhir. Pikiran yang aneh, nggak rasional, nggak logis, dan bingung bagaimana mendeskripsikannya. Semoga dengan menulis disini dapat melegakan dan meringankan beban yang benar-benar mengusikku belakangan ini.

Jadi begini ceritanya, aku punya kenalan kakak tingkat semasa kuliah. Bukan ‘kenalan’ yang ala-ala gebetan gitu, tapi memang aku diwajibkan untuk kenalan dengan dia. Kami berada dalam satu organisasi yang sama, himpunan mahasiswa dari jurusan dan prodi yang sama. Alhasil, ya kami wajib tahu sama lain atau setidaknya ya memang harus saling kenal. Biasa lah, pasti himpunan mahasiswa kudu menciptakan tim yang solid.

Aduh, mulai paragraf ketiga aku jadi makin deg-degan nervous gitu. Nggak tau kenapa jadi deg-degan nggak jelas gini. Padahal aku tau endingnya bakalan seperti apa. Cuman ya kalo diinget-inget lagi kejadian masa lalu, bikin senyum-senyum sendiri. Seru dan menyenangkan pokoknya. Oke lanjut, aku akan menyebut kakak tingkat itu sebagai “mas nya” saja ya. Jadi, sewaktu aku berada diawal perkuliahan, perkenalan pun dimulai.

Waktu itu aku masih inget sekali, komplotan angkatan dia sedang berkumpul dan menyerbu kelasku. Kalau tidak salah memang waktu itu lagi senggang, sedang tidak ada dosen dan baru awal masuk perkuliahan. Jadi memang biasanya kegiatan belajar masih longgar. Mereka datang dan mewajibkan kita berdiri one by one untuk memperkenalkan diri dengan menyertakan alasan mengapa memilih kampus itu. 

Aku masih inget, waktu itu aku duduk dibagian paling depan dan mendapat giliran di urutan kelima. Nama, asal SMA, dan alasan kenapa aku memilih kampus sudah aku jelaskan semua. Namun, saat itu aku sangat nervous ditanyain macem-macem. Kayak ditanyain udah punya pacar belum, rumahnya mana, dll yang membahas out of topic. Sontak seluruh kelas ikut tertawa karena dia sengaja menggodaku. Aku jadi malu waktu itu.

First impression yang membuat aku nyaman dengan kampus itu adalah karena orang-orangnya sangat mengasyikkan. Kampusku memang tidak begitu terkenal. Tapi sudah negeri dan terakreditasi B. Oh iya lupa jelasin, aku mengambil jurusan teknik listrik sebagai tujuanku. Alhasil semua teman seangkatan, se-kating banyak yang cowok. Jumlah ceweknya pun bisa diitung jari. 

Karena teman-temanku banyak yang cowok, mau nggak mau aku harus open minded dan bergaul dengan mereka dong. Pikirku waktu itu aku nggak bisa bersikap dingin dan cuek sama mereka karena mereka adalah temanku juga. Suatu ketika, aku nggak sengaja papasan sama mas nya di kampus. Dia pasti selalu ngancem teman cowok siapapun yang lagi ngobrol sama aku. Lucu banget rasanya kalo diinget-inget!

Aku tau dia bersikap seperti itu hanya karena ingin menghibur teman-teman disekitarnya, sekaligus menghibur aku dan teman-temanku. Aku juga tau kalo mas nya itu sudah punya pacar. Bahkan pacarnya setahun lebih tua daripada dia. Dia pacaran sama kakak tingkat yang usianya sama. Mas nya telat masuk kuliah. Tapi gapapa lah ya, kuliah umur berapa mah bebas yang penting nggak melebihi syarat umur yang sudah ditentukan.

Teman-teman seangkatanku yang cewek ada 9 orang diantara 43 cowok. Jadi kalo ditotal seangkatan ada 52 orang. Diantara 9 cewek itu pun, mas nya hanya berani menggodaku. Sumpah aku nggak ngerti kenapa dia beraninya ke aku doang walaupun aku tau itu hanya iseng. Walaupun digodain tiap papasan tiap ketemu, aku senyum-senyum pengen ngakak sendiri. Tapi semua itu nggak bikin aku baper sama sekali.

Ngerti nggak, berkat dari mas nya goda aku sampe segala macem, aku bisa lebih akrab dengan kakak tingkat. Setidaknya namaku sudah familiar terdengar dikalangan angkatannya dia. Jadi apa ya, ada keuntungan sendiri gitu kalo nama kita dikenal baik dengan senior. Apalagi dikenal dikalangan senior tingkat akhir. Jadi begini, ketika aku masuk semester satu, dia masuk di semester lima. Mahasiswa tingkat akhir gitu, karena kami menempuh diploma tiga.

Bukan sombong atau bagaimana ya, aku terkenal bukan karena prestasi atau masalah kriminal. Justru aku terkenal karena dibilang, “oh.. yang digoda si itu ya?” . “oh.. yang mancung itu ya?” . Jadi, bisa dikatakan aku dikenal orang karena hidungku yang ‘unik dan mancung’ diantara yang lain. Ngakak juga sih aku bisa cukup terkenal karena kebetulan seperti ini. Tapi sumpah, kalo sudah akrab dengan kakak tingkat, mau minta tolong apa aja pasti dibantu.

Tidak terasa dua bulan telah berjalan sejak aku masuk kampus. Aku masih ingat saat itu aku direkrut tiba-tiba oleh salah seorang dosen untuk berpartisipasi sebagai panitia acara wisuda kakak kelas. Lagi buru-buru mau masuk kelas padahal, eh tanganku langsung ditarik dan ditanyain kamu semester berapa. Udah gitu langsung ditawarin, "kamu mau ya bantu saya jadi panitia wisuda?”. Aku nggak bisa berkata-kata karena bener-bener kaget.

Akhirnya bu dosen cantik itu menjelaskan bahwa aku hanya bertugas untuk menjaga absensi dan kasih souvenir jajan gitu pokoknya. Oke lah aku mau, jadi waktu itu aku dan temanku direkrut . Kami mendapat dispensasi untuk sementara tidak mengikuti kegiatan belajar hingga briefing selesai. Ketika briefing selesai dan jam menunjukkan waktu sore, aku dan temanku kembali ke kelas. Cowok-cowok pada ngomporin dikiranya kami bolos. Biasalah mulut lakik suka ngasal. Haha

Hari H pun terjadi. Aku disibukkan dengan tugasku sendiri, riweh, tapi cukup mengasyikkan karena setidaknya tenagaku benar-benar dipakai waktu itu. Berasa kayak jadi manusia yang bermanfaat gitu lo. Nah, ketika acara selesai, aku melihat ada seseorang yang cukup menjadi sorotan perhatian kami (para panitia). As I can see, aku ngelihat ada mas nya dengan kacamata hitam mengendarai jeep merah. Dia menggunakan baju batik super rapi dan rambut klimisnya yang oke banget!

Sontak aku dan para panitia cewek se-prodi langsung heboh. “eh itu kan mas nya...” . “eh iya. Gilaakk”. Tau nggak kenapa mas nya jadi bahan perhatian kami? YA JELAS karena dia lagi menghadiri wisuda ceweknya tercinta. Sayangnya waktu itu aku lupa bagaimana wajah ceweknya. Pokoknya yang bikin aku samar-samar inget waktu itu dia dateng pake mobil, masuk lobi kampus dan nggak tau aku lupa kelanjutannya.

Waktu itu aku super biasa aja sama dia, tapi kami sudah bertukar pin bb dan nomor whatsapp. Ketika dia jemput ceweknya pun aku juga biasa aja karena aku menganggap kita kayak kakak adik tingkat biasa. Udah gitu aja, bahkan sampai wisuda pun aku juga foto berdua dengannya. Waktu itu aku jadi bagian dari pengisi acara wisuda dia juga, aku ikut paduan suara untuk menghidupkan suasana khidmat wisuda.

Saat itu dia ingin foto di panggung bersama keluarganya selepas acara wisuda selesai. Kebetulan waktu itu posisi tim paduan suara berada tepat disamping panggung. Otomatis aku dan dia bertemu, akhirnya dia minta foto sama aku. Mungkin untuk melepas moment akhir aku nggak akan ketemu dia, akhirnya oke lah aku iyain permintaannya. Nah ini yang bakalan jadi ceritaku untuk part selanjutnya karena memang dia yang mengingatkan aku tentang foto ini.

bersambung,



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
Aug 8, 2020, 9:17 PM - celina lovinri
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 4, 2020, 1:57 PM - Tsabitah Meylan Giafi
May 20, 2020, 1:41 PM - Adre Zaif Rachman
May 17, 2020, 12:50 AM - Fienencia
May 1, 2020, 10:51 PM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 30, 2020, 1:29 AM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 28, 2020, 12:33 PM - Darmoko Yuti Witanto
Apr 27, 2020, 11:06 PM - Darmoko Yuti Witanto
About Author
_
_

-

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Feb 19, 2020, 10:00 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma