Ternyata Ini 9 Alasan yang Tersembunyi Mengapa Dirimu Sangat Emosional

Ternyata Ini 9 Alasan yang Tersembunyi Mengapa Dirimu Sangat Emosional

Salam para pembaca RackTicle!

Kembali lagi dengan artikel bermanfaat, agar dapat menambah wawasan para pembaca.

Kali ini kita akan membahas, mengapa seseorang atau bahkan diri kita itu sangat emosional? Mari simak ulasannya. 

Manusia merupakan pusatnya emosi dari sekian mahkluk hidup lainnya. Kita merasa bahagia ketika hal-hal baik terjadi, dan marah ketika hal-hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita, bahkan menangis ketika sesuatu yang sangat menyedihkan terjadi.

Kadang-kadang kita begitu merasa bersemangat sampai kita melompat-lompat karena bahagia. 

Berbagai emosi dan kemampuan kita untuk merasakannya itulah yang menjadikan kita sebagai manusia. Tingkat sensitivitas kita dan cara kita mengekspresikan emosi kita juga berbeda-beda. Inilah alasan mengapa beberapa orang dianggap lebih emosional daripada yang lain. Setelah anda mengekspresikan emosi anda lebih intens dari yang seharusnya, anda mungkin mendapati diri anda mengajukan pertanyaan.

Kenapa saya begitu emosional? Mengapa saya menangis atau marah pada hal-hal terkecil? Mengapa saya bereaksi terhadap sesuatu lebih intens daripada yang lain?

Berikut adalah beberapa alasana mengapa hal ini bisa terjadi.

1. Kita adalah manusia biasa

Jika orang yang dicintai meninggal atau kita kehilangan sesuatu yang sangat pening bagi kita, menjadi lebih emosional berarti itu merupakan hal normal. Jika anda mengetahui bahwa kita adalah satu-satunya yang menangis atau sedang berkabung lebih lama dari orang lain, itu berarti kita bereaksi berlebihan atau bisa di bilang suatu hal yang aneh.

Cukup ingatkan diri kita bahwa manusia itu tak sama. Karena itu, kita berduka dengan cara yang berbeda-beda. Fakta bahwa orang lain tidak menangis atau menunjukkan perasaan mereka secada lahirian bukan berarti mereka tidak merasakan hal yang sama dengan kita. Juga, jika sedang emosi anda tidak membatasi aktivitas sehari-hari anda, bisa jadi anda lebih sensitif daripada yang lainnya.

Bisa juga pada saat itu, emosi anda menjadi meningkat karena berbagai faktor seperti kurang tidur atau stres. Selama emosi tidak mengganggu hidup diri sendiri atau kehidupan orang lain, berarti kita tidak boleh menghalangi diri kita. Karena kita hanyalah manusia.

2. Faktor Genetik

Memiliki emosi itu hal yang wajar saja, tetapi jika anda menemukan orang yang mengatakan anda terlalu emosional atau secara pribadi merasa terlalu emosional, itu bisa merupakan hasil dari faktor genetik anda.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa variasi gen dapat menyebabkan otak anda menjadi lebih sensitif terhadap emosi. Gen seperti transporter serotonin (gen sensitivitas), gen dopamin, dan gen kejernihan emosi dapat memicu aktivitas yang meningkat di bagian otak tertentu. Hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan respon emosional dan sensitivitas anda terhadap lingkungan sekitar.

Jika anda memiliki anggota keluarga dengan kelainan seperti depresi atau mengalami kecemasan, ada kemungkinan anda mewarisi kelainan afektif. Jika anda ingin mengetahui sebab mengapa anda dapat menjadi sangat emosional, anda dapat segera memeriksa gen anda.

3. Kurangnya istirahat yang cukup

Kita semua tahu bahwa kurang tidur dapat membiat seseorang menjadi sangat pemarah. Bayangkan saja apabila setelah jam kerja di habiskan hingga larut malam, lalu akhirnya memutuskan untuk tidur dan alarm berbunyi tiga jam kemudian. Hal pertama yang ada di pikiran anda mungkin melemparkan jam alarm atau menutup bantal. Perasaan marah atau frustasi yang anda ciptakan sendiri oleh hal-hal kecil hingga membuat anda mudah marah sepanjang hari.

Jika anda bertahan selama berhari-hari atau berminggu-minggu dengan kurang tidur,  hal itu juga dapat mempengaruhi tingkat konsentrasi anda, meningkatkan risiko kecemasan dan depresi, dan juga melemahkan keseimbangan fisik anda. Apabila keseimbangan melemah, anda mungkin saja mendapati diri anda dengan berbagai masalah.

Istirahat yang baik memberi anda kendali lebih baik pada emosi anda. Ketika tubuh cukup istirahat, anda akan bangun tidur dengan perasaan senang dan segar. Tanpa istirahat yang cukup, toleransi anda akan lebih menurun, dan menyebabkan anda marah dan menangisi hal-hal kecil.

4. Menjauhkan diri 

Terus menjaga diri sendiri dan lalu menjauh dari orang / peristiwa dapat menyebabkan anda menjadi terlalu emosional. Tentu saja, memiliki waktu sendiri itu hal yang luar niasa dan dapat menyegarkan pikiran kembali. Tetapi ketika anda terus-menerus mengasingkan diri, hal itu merupakan sesuatu yang dapat mengurangi semangat anda.

Tetapi ketika anda mendekatkan diri ke orang-orang, bahkan kadang-kadang itu membuat anda punya semangat. Hal itu memenuhi pikiran anda dan menghilangkannya dari kekhawatiran dan masalah anda.

Kita juga perlu belajar untuk mengharapkan berbagai karakteristik dan tipe orang, dan anda belajar cara terbaik untuk menghadapinya. Berada di dekat orang dapat membuat anda terbiasa dengan orang yang baik, orang yang lembut, orang yang keras kepala, dan orang jahat.

Seiring waktu, anda akan belajar untuk mengabaikan orang-orang negatif dan menjaga emosi anda tetap terkendali ketika anda berada di sekitar mereka. Tetap sendiri, di sisi lain dapat memberi banyak waktu untuk memikirkan masalah anda. Anda bisa menghabiskan waktu berjam-jam memikirkan hal-hal yang salah dalam hidup anda dan hal apa yang menyebabkan anda menjadi depresi atau cemas.

Ketika anda selalu menyendiri, anda tidak akan belajar membangun pertahanan anda melawan oramg atau situasi negatif. Provokasi terkecil bisa membuat anda celat marah dan emosional.

5. Diet yang buruk

Lain kali jika kita tanya pada diri sendiri " mengapa saya begitu emosional ?" Coba lihat kembali apakah kita melakukan diet yang kurang baik. Soalnya nih, makanan yang kita konsumsi atau kita abailan dapat secara langsung dapat mempengaruhi emosi kita loh. Misalnya, anda suka makanan junk food, seperti es krim, burger, mie instan dan coklat. Sementara makan makanan ini memenag menyenangkan dan enak saat ini, tetapi rasa menyenangkan tersebut tidak akan bertahan lama. 

Makan makanan sehat seperti buah-buahan, protein, dan sayuran akan membuat anda merasa senang dan tubuh akan segar. Karena itu, tubuh akan menjaga mood anda dengan baik.

6. Terjadi perubahan besar dalam kehidupan

Meskipun perubahan itu konstan dalam kehidupan, ada orang yang terbuka dalam menghadapinya, dan kemungkinan diri anda salah satunya. Perubahan bisa baik dan menyenangkan, hal itu juga bisa tiba-tiba dan mengkhawatirkan.

Beberapa perubahan besar dalam kehidupan umum bisa di sebabkan oleh sesuatu termasuk relokasi, pernikahan, perceraian, melahirkan, kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yang di cintai dan sebagainya. Perubahan hidup ini sering kali di sertai dengan kerentanan mendasar yang mempertinggi emosi anda meluap. 

Ketika sesuatu yang baik terjadi, maka diri anda merasa lebih bahagia dari biasanya karena anda senang sesuatu yang baik telah hadir di dalam situasi yang kurang nyaman. Tetapi jika sesuatu yang buruk terjadi, maka kesesihan pun atau bahkan kemarahan anda menjadi lebih meluap karena merasa sangat tidak stabil.

Jadi, jika anda baru saja mengalami beberapa perubahan besar dalam kehidupan, jangan khawatir dan terlalu emosional dan jangan sampai melakukan sesuatu yang berbahaya dalam prosesnya.

7.  Faktor Stres

Stres adalah salah satu alasan utama menjadikan orang-orang sangat emosional. Mengorbankan pada kondisi fisik dan juga mentalna seseorang. Dan ketika anda sudah merasa lelah secara mental, sesikit ketidak nyamanan dari berbagai arah dan menekan dapat dengan cepat meningkatkan emosi anda. Sebagai contoh, seseorang dapat kembali stres dari pekerjaan karena kurangnya waktu untuk istirahat. 

Stres mental dan fisik terjadi dari waktu ke waktu dan sering memiliki efek walaupun hanya sementara, tetapi stres kronis dapat memiliki efek permanen pada seseorang.

 

8. Faktor kesedihan

Bersedih karena kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat dekat atau sangat berarti bagi anda dapat meningkatkan emosi anda secara intens. Jadi, jika emosi anda mengingatkan tentang orang yang hilang, ketahuilah bahwa itu merupakan hal yang normal.

Jika dalam waktu berminggu-minggu setelah anda kehilangan seseorang, lalu tanggapan anda keras terhadap segala sesuatu, dan itu adalah suatu hal yang normal juga. Yang perlu di lakukan adalah dengan bersabar dengan diri sendiri dan beri waktu yang terkendali untuk meredakan kesedihan anda.

Ingatlah bahwa kita semua berduka secara berbeda, jadi jangan menyalahkan diri sendiri.

9. Mengalami Trauma

Trauma adalah orang yang menjadi terlalu emosional. Hal ini merupakan tanggapan di bawah sadar terhadap peristiwa mengerikan yang menyebabkan kerusakan fisik atau bahkan mental. 

Pengalaman-pengalaman ini lha yang dapat memicu emosi negatif seperti ketakutan, kemarahan, teror, rasa bersalah, kesediha, dan rasa malu. Terkadang efeknya dalam jangka pendek atau bahkan sampai jangka panjang setelah kejadian.

Pengalaman traumatis seperti kecelakaan, pemerkosaan, kekerasan fisik, penculikan, dan sebagainya dapat meningkatkan emosi. Flashback traumatis seringkali di picu oleh tempat, wajah, nama, dan objek yang dapat mengingatkan anda tentang peristiwa tersebut. Kilas balik ini sering kali menyebabkan perilaku yang terlalu emosional. 

Apakah emosional itu hal yang buruk?

Efek emosi anda terhadap anda serta orang-orang di sekitar anda merupakan apa yang dapat menentukan apakah itu baik atau bahkan buruk. Jika nada menyakiti diri sendiri atau orang lain setiap kali anda sedih atau marah, maka faktanya bahwa emosional itu adalah hal yang buruk, dan anda harus dapat belajar mengendalikannya.

Jika setiap kali ada sesuatu yang baik terjadi, anda menjadi terlalu bahagia atau bersemangat dan mendapati diri anda lepas kendali dengan mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak di katakan, anda harus dpt mengendalikan perkataan anda.  Tetapi jika keadaan emosi anda tidak berbahaya bagi anda atau terhadap orang lain, maka tidak ada yang salah dengan menjadi emosional.

Dalam hal ini, menjadi emosional memberi anda kebebasan berekspresi. Hal ini  dapat menghentikan anda dari perasaan yang tertekan atau merasa kesepian.  

Kesimpulannya, sebagai orang yang emosional, mungkin seharusnya bertanya, "mengapa saya begitu emosional?" Mengetahui alasan mengapa perasaan anda sering meningkat dapat membantu anda belajar mengendalikannya.

Jika keadaan emosi anda disebabkan oleh kurangnya diet atau olahraga yang tepat, anda dapat mengatasinya juga dengan berolahraga. Dan jika karena kesedihan atau ada faktor perubahan besar yang terjadi dalam hidup, amda dapat memberikan waktu bagi diri sendiri untuk dapat menenangkan dan menyesuaikan diri. 

Pada akhirnya, selama keadaan emosi anda tidak membuat anda melakukan hal-hal yang akan dapat merugikan diri anda sendiri, jelas emosional  bukanlah hal yang memalukan. Hal itu adalah hal yang wajar karena kita adalah manusia dan sejatinya memiliki rasa emosional dalam diri. 

Terima kasih telah membaca, jangan  lupa share! Agar makin tahu makin banyak ilmu.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Anak seorang petani karet di daerah sumatera Selatan, yang berzodiak Aquarius. Selain suka menulis juga suka traveling dan memasak.

Popular This Week
Recent Articles
Apr 6, 2020, 1:37 AM - Deni Riyandi
Apr 5, 2020, 1:02 PM - Andria Ranti
Apr 5, 2020, 10:15 AM - Singgih Tri Widodo
Mar 30, 2020, 2:11 PM - Shinta Kusuma
Mar 30, 2020, 2:01 PM - Indraz