6 Bahaya Yang Harus Kamu Tahu Jika Tubuh Kekurangan Sodium

6 Bahaya Yang Harus Kamu Tahu Jika Tubuh Kekurangan Sodium

Salam para pembaca rackticle!

Artikel kali membahas tentang asupan sodium untuk tubuh, apakah dengan menguranginya dapat menimbulkan efek berbahaya? Mari kita simak ulasan pada artikel berikut.

 

Sodium adalah elektrolit yang penting dan komponen utama dalam garam. 

Terlalu banyak zat natrium telah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, dan organisasi kesehatan telah merekomendasikan agar kita membatasi asupan kita.

Kebanyakan pedoman saat ini merekomendasikan makan kurang dari 2.300 miligram per hari. Beberapa bahkan dapat mencapai  1.500 miligram ler hari. Namun meskipun terlalu banyak natrium dapat menyebabkan masalah, makan terlalu sesikit bisa sama buruknya.

Berikut adalah 6 bahaya dari membatasi konsumsi natrium terlalu banyak. 

1. Kemungkinan peningkatan terhadap Resistensi Insulin

Beberapa penelitian telah mengaitkan diet rendah sodium dengan peningkatan resistensi insulin. Resistensi insulin adalah ketika sel-sel dalam tubuh tidak merespon dengan baik terhadap sinyal dari hormon insulin yang mengarah ke insulin dan kadar gula yang lebih tinggi.Resistensi insulin di yakini menjadi pendorong utama banyak penyakit serius, termasuk diabetes tipe 2 dan pentakit jantung.

Salah satu studi melibatkan 152 orang sehat menemukan bahwa resistensu insulin meningkat setelah hanya 7 hari dengan diet rendah sodium. Namun, tidak semua penelitian ini setuju. Beberapa tidak menemukan efek tersebut, atau bahkan penurunan resistensi insulin. Penelitian ini bervariasi, dalam jangka panjang, populasi penelitian, dan tingkat pembatasan garam, yang dapat menjelaskan perbedaan hasil.

2. Tidak ada manfaat yang jelas untuk penyakit jantung

Memang benar bahwa mengurangi natrium dapat mengurangi tekanan darah. Namun, tekanan darah hanyalah faktor risiko penyakit. Yang benar-benar kita perhatikan adalah titik akhir yang sangat sulit seperti serangan jantung, atau bahkan kematian.

Beberapa studi pengamatan telah melihat efek dari diet rendah sodium pada serangan jantun, stroke, dan risiko kematian. Salah satu studi menemukan bahwa kurang dari 3.000 miligram natrium perhari dikaitkan dwngan peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke.  Namun ada juga penelitian yang melaporkan risiko risiko kematian akibat penyakit jantung yang lebih tinggi pada kadar natrium yang lebih rendah yang direkomendasikan oleh banyak pedoman saat ini.

Namun penelitian lain telah melaporkan hasil yang bertentangan, sehingga masalah ini masih jauh untuk ditentukan. Dalam ulasan uji coba terkontrol, mengurangi natrium tidak mengurangi resiko kematian akibat serangan jantung dan stroke, dan itu meningkatkan resiko kematian akibat gagal jantung.

3. Peningakatan resiko kematian karena Gagal Jantung

Gagal jantung adalah ketika jantung tidak mampu memompa cukup darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan darah dan oksigen. Ini tidak berarti bahwa jantung anda berhenti bekerja sepenuhnya, ttapi itu masih merupakan masalah kesehatan yang sangat serius. Menarikanya, diet rendah natrium telah dikaitkan dengan peningkatan  risiko kematian pada orang dengan gagal jantung.

Satu ulasan sebuah uji coba terkontrol yang menemukan bahwa untuk orang dengan gagal jantung, membatasi asupan natrium dapat meningkatkan risiko kematian. Faktanya, efeknya kuat terhadap orang yang membatasi asupan natriumnya akan memiliki risiko kematian lebih tinggi yaitu 160 persen. Ini sangat memprihatinkan, karena pasien dengan gagal jantung sering di minta untuk membatasi asupan natrium mereka.

Namun, hasilnya sangat di pengaruhi oleh hana satu studi saja, sehingga diperlukan lebih banyak penelitian lagi untuk menguatkan laporan tersebut.

4. Diet rendah natrium dapat meningkatkan kadar Kolesterol dan Trigliserida LDL 

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung termasuk peningkatan LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa diet rendah natrium dapat meningkatkan kadar LDL (buruk) kolesterol dan trigloserida. Dalam sebuah studi review pada tahun 2003 menunjukkan tentang orang sehat, diet rendah sodium menyebabkan 4,6 persen peningkatan kolesterol LDL dan 5,9 persen peningkatan trigliserida.

Ulasan yang lebih baru melaporkan peningkatan 2,5 persen dalam kolesterol dan peningkatan 7 persen dalam trigliserida. Terlebih lagi, penelitian ini menemukan bahwa pembatasan garam hanya akan menyebabkan oenurunan kecil pada tekanan darah rata-rata, dengan berdampak sedikit lebih kuat pada orang dengan tekanan darah tinggi.

5. Peningkatan risiko kematian bagi penderita diabetes

Penderita diabetes memiliki peningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu, banyak pedoman untuk mereka yang mengidap diabetes merekomendasikan untuk membatasi asupan garam. Namun, beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara asupan rendha akan sodium dan peningkatan untuk diabetes tipe 1 dan tipe 2. Tetapi ini adala studi observasional dan hasilnya harus ditafsirkan dengan berhati-hati.

 

6. Risiko Hiponatremia yang lebih tinggu (kadar Natrium Darah Rendah)

Hiponatremia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kadar natrium yang rendah dalam darah. Gejalanya mirip dengan yang disebabkan oleh dehidrasi. Dalam kasus yang parah, otak dapat membengkak yang dapat menyebabkan sakit kepala, kejang, koma, dan bahkan kematian.

Populasi tertentu, seperti orang dewasa yang lebih tua, yaitu memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hiponatremia. Hal itu karena orang dewasa yang lebih cenderung memiliki oenyakit atau minum obat yang dapat mengurangi kadar natroum dalam darah.

Seorang atlet, terutama mereka yang berpartisipasi dalam pelari jarak jauh juga berisiko tinggi terkena hiponatremia yang berhubungan dengan olahraga. Dalam kasus mereka, biasanya di sebabkan oleh terlalu banyak minum air dan tidak mwngganti natrium yang hilang karena keringat.

Berapa Banyak Sodium yang Harus Dikonsumsi?

National Academy of Medicine (NAM) merekomendasikan asupan natrium kurang dari 2.300 miligram per hari, yang setara dengan 5,8 gram garam. Studi menunjukkan bahwa kurva berbentuk J ketika datang ke efek dari natrium. Terlalu banyak mungkin berbahaya, tetapi terlalu sedikit juga dapat memiliki konsekuensi serius. 

Resiko terendah masalah kesehatan dan kematian tampaknya ada di antara keduanya. Secara kontroversial, beberapa peneliti telah menyarankan asupan 3.000 - 5.000 miligram garam per hari di anggap optimal. Hal ini melebihi asupan harian maksimum yang direkomendasikan oleh NAM, tetapi ini mirip dengan apa yang rata-rata orang makan di Amerika Serikat.

Jumlah ini 7,5 - 12,5 gram garam meja per hari yang sama dengan 1,5 - 2,5 sendok teh per hari (garam hanya 40 peesen natrium).  Namun, banyak orang mungkin mendapatamfaat dari asupan natrium terbatas, seperti mereka yang memiliki tekanan darah tinggi  yang sensitif terhadap garam.

Jika anda memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan diet rendah sodium, atau jika dokter anda telah menyarankan anda membatasi asupan sodium, maka dengan segala cara harus mematuhinya. Tetapi jika anda adalah orang yang sehat dan berusaha untuk tetap sehat, tidak ada bukti yang relevan bahwa mengikuti diet rendah sodium akan meningkatkan kesehatan anda. 

Sebagian besar kelebihan sodium yang dikonsumsi orang berasal dari makanan olahan dan kemasan. Hal-hal seperti ini yang tidak boleh anda makan terlalu banyak. 

Menambahkan garam ke makanan sehat anda untuk meningkatkan rasa anab dan sehat dapat membuat diet anda lebih menyenangkan. 

Itulah tadi pembahasan tentang efek membatasi asupan sodium atau diet garam terhadap tubuh.

Jangan lupa share, agar semua makin tahu dan makin banyak ilmu.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Anak seorang petani karet di daerah sumatera Selatan, yang berzodiak Aquarius. Selain suka menulis juga suka traveling dan memasak.

Popular This Week
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma