5 Tips Menulis: Satu Kalimat Cukup Satu Kata

5 Tips Menulis: Satu Kalimat Cukup Satu Kata

Artikel kali ini akan membahas bagaimana kita menulis satu kalimat cukup satu kata. Karena saya baca beberapa artikel dalam satu kalimat terdapatĀ  banyak kata yang sama sehingga membuat pembaca malas.

Satu kalimat biasanya cukup satu kata dan apabila ada yang sama bisa menggunakan kata ganti yang menyerupainya. Kalau memang betul-betul tidak bisa tergantikan maka bisa diberi tanda titik atau koma.

Hal ini saya belajar dari buku "101 Dosa Penulis Pemula" karya Isya Alamsyah, penulis buku best seller dan sebagai suami dari Asma Nadia. Sehingga dari sini banyak inspirasi yang membuat penulis berubah untuk tidak melakukan kesalahan dalam satu kalimat ada kata-kata yang sama.

Setelah menghayati secara seksama ternyata ketika di ulang-ulang membacanya sangat kurang tepat dan malas membacanya. Semisal contoh, saya adalah penulis muda dan saya sebagai sopir di salah satu perusahaan yang ada di Indonesia. Pada kalimat barusan sudah ada dua kata yang sama dalam satu kalimat, jadi ada dua subjek yang berperan di dalamnya. Sebaiknya salah satuĀ  kata tersebut dihapus menjadi, saya sebagai penulis muda dan sebagai sopir di salah satu perusahaan yang ada Indonesia. Nah coba lihat hasilnya setelah dihapus salah satu subjeknya, enak dibaca kan.

Bagaimana caranya agar tidak terselubung dengan dua kata atau lebih dalam satu kalimat?

Pertama, memperbanyak lah membaca karya-karya penulis handal yang terbit di penerbitan mayor. Buku-buku di sana sudah melewati tahapan seleksi yang ketat sehingga hasilnya tentu sangat bagus dan bisa dijadikan sebagai referensi.

Ke dua, memperbanyak lah membaca tata cara menulis artikel yang baik pada buku atau media digital. Sekarang ini banyak penulis handal berbagi pengalaman kepenulisan di berbagai media massa secara gratis tanpa meminta biaya. Kecuali kursus menulis yang pematerinya mengambil orang lain (bukan admin).

Ke tiga, jangan terburu-buru mempublikasikan nya. Baca ulang naskah yang sudah ditulis agar kesalahannya tidak ikut dipublikasikan sehingga tidak amburadul saat sudah diterbitkan.

Ke empat, jangan membiasakan menulis dua kata atau lebih dalam satu kalimat. Kebiasaan lama harus ditinggalkan agar menjadi penulis produktif yang karyanya disukai banyak pembaca. Agar artikelnya tidak menjadi sampah media massa, maksudnya diterbitkan tapi tidak ada pembacanya.

Ke lima, baca ulang dari awal sampai selesai. Jangan hanya satu kali saja, ulangi sampai beberapa kali sehingga benar-benar tidak ada kesalahan. Bukan saya lebih hebat daripada Anda, hanya saja ini sebagai sharing pengalaman saja. Biar sama-sama karyanya enak dibaca.

Nah dari lima tips ini bisa dimanfaatkan dan diuji coba sekarang juga. Jangan sampai berlarut dalam melakukan sesuatu yang baru diketahui agar tidak terlupakan karena waktu kesibukan yang lain.
Semoga bermanfaat dan selamat mencobanya.



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

About Author

Penulis

Popular This Week
Recent Articles
Jun 9, 2020, 2:32 PM - Novi Kurnia
Jun 2, 2020, 3:25 PM - Deni Riyandi
Jun 2, 2020, 1:37 AM - Singgih Tri Widodo
May 23, 2020, 2:28 AM - Adre Zaif Rachman
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
May 21, 2020, 1:47 AM - Rahmat Gunawan
May 21, 2020, 1:33 AM - Stephanus Putra Nurdin