3 Rahasia Memulai Bisnis dengan Modal Dengkul – Bagian 1

3 Rahasia Memulai Bisnis dengan Modal Dengkul – Bagian 1

Menciptakan dan mempertahankan bisnis Anda sendiri bukan hanya suatu cara untuk menuju kekayaan - ini adalah cara terbaik untuk mengejar impian hidup Anda dan menemukan suatu  kepuasan pribadi. Ini bukan cara yang mudah, tetapi sepanjang sejarah, cara inilah yang diikuti oleh semua wirausahawan sukses. 

Meskipun memulai bisnis lebih mudah jika Anda memiliki cadangan uang tunai alias modal yang besar, adalah sesuatu yang mungkin juga untuk membangun bisnis yang sukses dari awal, dengan kecerdasan, ketekunan, dan dedikasi bahkan jika Anda sama sekali bermodal dengkul. 

Jika Anda siap untuk bekerja keras dan belajar dari kegagalan, maka Anda memiliki kesempatan sekali dalam seumur hidup untuk membangun bisnis yang sukses, yang dengan bangga Anda akan menyebutnya sebagai milik Anda di kemudian hari nanti.

1. Saatnya Memulai

1.1 Tetap pertahankan pekerjaan Anda saat ini.

Dengan mempertahankan sumber pendapatan yang dapat diandalkan dan secara bersamaan, juga memulai bisnis baru sebagai penghasilan sampingan, maka Anda menyelamatkan diri Anda dari kekhawatiran akan membayar hipotek dan dari permasalahan hutang jika memang Anda memilikinya. 

Namun, Anda harus bekerja lebih keras. Idealnya, ketika bisnis baru Anda mulai berkembang, Anda dapat secara bertahap melakukan transisi dari karyawan penuh waktu di pekerjaan lama Anda menjadi konsultan atau pekerja paruh waktu. 

Akhirnya, Anda dapat mentransfer ke bisnis Anda sendiri secara penuh waktu. Meskipun dalam kehidupan nyata proses ini seringkali tidak berjalan dengan lancar, namun hal ini hampir selalu lebih aman daripada berhenti bekerja sama sekali untuk mengejar mimpi yang belum pasti terwujud.

Langkah pertama ini lebih penting jika Anda memang harus menghidupi keluarga. Jangan membahayakan masa depan keluarga dengan menyerahkan sumber penghasilan utama untuk mengejar impian pribadi. Meskipun lebih sulit untuk menyeimbangkan bisnis sampingan Anda dengan pekerjaan harian dan kehidupan keluarga, itu jauh lebih aman.

Jika memiliki rencana ingin memulai bisnis sendiri dalam waktu dekat, maka hindarilah menandatangani kontrak kerja dengan klausul yang membatasi kemampuan Anda untuk mendapatkan sumber pendapatan lain. Jangan takut untuk hati-hati membahas kontrak Anda dengan pengacara.

1.2 Merancang rencana bisnis.

Bagaimana Anda menghasilkan uang? Jika Anda tidak dapat menjawab pertanyaan ini, maka Anda tidak bisa memulai bisnis Anda sendiri. Tujuan dari bisnis adalah untuk menghasilkan uang, dan yang terpenting, sebelum memulai bisnis, harus memiliki rencana terperinci untuk bagaimana melakukan bisnis ini nantinya. 

Cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar berikut terlebih dahulu :

  • Berapa biayanya untuk menyediakan produk atau layanan Anda kepada pelanggan?
  • Berapa Anda akan menagih pelanggan untuk produk atau layanan Anda?
  • Bagaimana Anda akan meningkatkan volume bisnis Anda?
  • Dalam hal apa bisnis Anda akan menawarkan penawaran yang lebih baik daripada pesaing Anda?
  • Karyawan seperti apa yang perlu Anda pekerjakan? Dan bisakah pekerjaan dilakukan tanpa harus mempekerjakan karyawan?

1.3 Melakukan analisis kompetitif.

  • Siapa saja pesaing Anda?
  • Apa yang mereka tetapkan untuk produk atau layanan yang Anda tawarkan?
  • Dapatkah Anda secara realistis menyediakan produk atau layanan ini pada tingkat kualitas yang lebih tinggi atau dengan biaya yang lebih rendah? 

Jika demikian, maka  Anda mungkin memang cocok dengan tipe bisnis yang akan anda bangun! 

Dan juga hal yang sangat mendukung, telitilah pasar yang ingin Anda cermati, serta bisnis yang (dan belum) menemukan kesuksesan di pasar ini.

Tidak semua industri sama mudahnya untuk dipenetrasi. Perusahaan riset bisnis tertentu merekomendasikan industri khusus kepada calon pemilik usaha kecil karena biaya masuknya yang rendah dan potensi pertumbuhan yang tinggi. 

Diantaranya adalah:  penjual jalanan, lelang online & e-commerce, supermarket retailer, pembuatan anggur, internet publishing, dan banyak lagi.

1.4 Meneliti dan menguji ide-ide Anda.

Persiapan dan perencanaan sangat penting sebelum memulai usaha bisnis apa pun. Jika Anda bisa, carilah peluang untuk melakukan "test run." Misalnya, jika Anda berpikir untuk membuka restoran, pertama-tama cobalah memasak untuk acara penggalangan dana yayasan sosial atau sekolah, untuk melihat apakah Anda dapat menangani suasana yang super sibuk di dapur dan untuk menilai apakah makanan Anda dapat diterima dengan baik. 

Anda mungkin juga ingin mencoba melakukan survei di antara pelanggan potensial untuk menilai apakah mereka mendukung bisnis Anda..

Rencana bisnis adalah suatu ide yang selalu berkembang. Jika hasil penelitian atau pengujian Anda bertentangan dengan rencana Anda saat ini, jangan takut untuk mengubah rencana bisnis Anda atau bahkan jika perlu mulai lagi dari awal.

Memang melakukan hal itu bisa membuat frustrasi, tetapi jauh lebih baik daripada mempertaruhkan kegagalan bisnis Anda pada sebuah ide yang tidak akan berhasil.

1.5 Temukan peluang untuk membangun keahlian dengan biaya murah. 

Jika Anda memiliki ide untuk bisnis tetapi Anda tidak memiliki keahlian untuk itu, maka usahakan untuk mendapatkan pelatihan yang Anda butuhkan semurah mungkin. Cobalah untuk membuat kesepakatan dengan lembaga pelatihan atau perusahaan untuk melatih Anda dalam pertukaran dengan layanan yang diberikan. 

Ambillah program magang dibayar atau program magang paruh waktu. Cari peluang untuk memperoleh pengetahuan praktis dari teman, keluarga, dan kenalan yang sudah mahir. 

Dan yang harus diingat adalah Anda harus tetap mempertahankan sumber penghasilan pada saat melakukan ini . Jika ini berarti juga, Anda perlu melakukan pelatihan dalam jangka waktu yang lebih lama, that’s fine..

Jika Anda harus kembali ke sekolah, ajukanlah permohonan untuk mendapatkan beasiswa dan paket bantuan keuangan yang berhak Anda dapatkan. Proses administrasinya mungkin bisa memakan waktu, tetapi jika aplikasi disetujui, hasil yang didapatkan biasanya sepadan.

1.6 Manfaatkan aset Anda yang ada saat ini. 

Ketika Anda memulai bisnis baru dari nol, Anda harus menggunakan sumber daya yang sudah Anda miliki seefisien mungkin. Misalnya, jadikan mobil sehari-hari Anda sebagai mobil perusahaan. Ubah garasi Anda menjadi bengkel. Beberapa perusahaan terbesar saat ini (paling terkenal, seperti Apple dan Facebook) dimulai di tempat-tempat yang sederhana - garasi, ruang bawah tanah, dan kamar asrama, misalnya. Jangan takut untuk memaksimalkan apa yang Anda miliki!

Jika Anda memiliki rumah, gunakan itu sebagai situs awal bisnis Anda, daripada menyewa kantor. Dengan cara ini, Anda akan menghemat uang yang seharusnya Anda belanjakan untuk sewa tempat. 

1.7 Rampingkan rencana kepegawaian Anda. 

Membayar pegawai itu biasanya mahal, terutama jika Anda ingin mempekerjakan profesional yang terlatih. Untuk awalnya, gunakan jumlah pegawai sekecil mungkin untuk meminimalkan pengeluaran. Small Business Administration milik pemerintah Amerika Serikat (SBA) merekomendasikan pengeluaran tidak lebih dari sekitar 50% dari laba Anda untuk upah karyawan. 

Jika Anda dapat melakukan semua pekerjaan bisnis tanpa merepotkan diri sendiri, lakukan saja pada awalnya seperti itu. Jika tidak, pekerjakan orang dengan jumlah terkecil yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan dengan aman dan profesional. Seiring pertumbuhan bisnis, Anda akan mengetahui jumlah pegawai yang benar-benar dibutuhkan untuk bisnis Anda.

Perlu diingat bahwa, saat ini, tergantung di mana Anda tinggal dan jenis orang yang Anda pekerjakan, Anda mungkin diharuskan membayar asuransi kesehatan karyawan di samping gaji pokoknya.

1.8 Meminta bantuan teman atau keluarga untuk pinjaman.

Ketika mencoba membangun bisnis dari awal, mungkin kreativitas dan kerja keras Anda dapat menggantikan sejumlah besar uang. Namun, adakalanya Anda mencapai titik di mana Anda tidak dapat melanjutkan bisnis sama sekali tanpa sedikit uang. Misalnya, Anda mungkin membutuhkan peralatan mahal yang tidak Anda miliki dan tidak dapat Anda pinjam kepada orang lain. 

Banyak usaha kecil yang bisa tumbuh berkembang dengan bantuan dari kerabat atau teman yang baik hati nan pemurah. Namun, sebelum Anda menyetujui pinjaman, pastikan Anda memahami persyaratan pinjaman secara tertulis, seperti: berapa lama Anda harus membayar kembali pinjaman, seberapa besar jumlah pembayaran Anda, dll.

Dan ini mungkin ide yang sangat baik untuk memiliki klausa yang menyatakan bahwa jika bisnis gagal, Anda akan memiliki waktu ekstra perpanjangan untuk membayar kembali pinjaman (atau tidak harus membayar kembali pinjaman sama sekali).

1.9 Menjamin pinjaman usaha kecil secara resmi. 

Banyak pemerintah di berbagai negara, menawarkan program pinjaman yang dirancang khusus untuk memulai usaha kecil. Sebagai contoh di Amerika Serikat, SBA adalah lembaga yang menjalankan program ini. Program pinjaman SBA yang paling umum digunakan adalah program 7 (a), yang mengharuskan suatu bisnis untuk memenuhi berbagai persyaratan untuk memastikan bahwa uang tersebut harus dibelanjakan dan dipergunakan dengan baik. 

1.10 Promosikan bisnis Anda. 

Bisnis terbaik seperti apapun yang dijalankan akan gagal, jika tidak ada orang yang tahu bahwasanya bisnis itu ada. Inilah kesempatan Anda untuk menebus kekurangan modal dengan kerja keras Anda sendiri. Jika Anda tidak mampu memasang iklan di TV,  atau menyewa ruang papan iklan, cobalah mencetak brosur di rumah dan membagikannya di akhir pekan ke lingkungan di sekitar tempat tinggal Anda. Sebarkan iklan bisnis Anda dari rumah ke rumah. Buat spanduk Anda sendiri yang digantung di depan lokasi bisnis Anda. 

Saat ini, Anda juga memiliki potensi untuk menjangkau pelanggan Anda secara online melalui campaign media sosial yang sukses.  Media sosial adalah cara yang efektif untuk bisnis kecil dalam merepresentasikan dirinya kepada pelanggan secara online. Yang terbaik dari sistem promosi online ini adalah, bisnis Anda gratis untuk bergabung dengan hampir semua situs media sosial terkenal. Selama bisnis Anda bukan bisnis illegal dan terlarang, maka anda dapat melakukan registrisi dengan mudah.

Buat akun di Facebook, Twitter, atau jejaring sosial lainnya, dan doronglah pelanggan untuk menambahkan Anda ke lingkaran online mereka (mungkin dengan menawarkan semacam reward kecil kepada pelanggan yang melakukannya) sehingga, Anda dapat memberi tahu mereka tentang penawaran dan promosi.

Perlu diingat, pelanggan online terbiasa terus dibombardir dengan iklan, oleh karena itu, cobalah untuk membuat konten online Anda benar-benar lucu atau unik sehingga Anda akan lebih populer daripada jika Anda menggunakan media sosial semata-mata sebagai platform untuk iklan. ingat, jika Anda memaksakan untuk melakukan ini, maka dipastikan Anda akan ditinggalkan oleh follower Anda. Tidak ada yang mau berteman dengan spammer..

Artikel ini berlanjut ke bagian 2..



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Berbagi artikel kepada orang lain, itu menyenangkan...jika artikel itu dibaca orang lain, itu membahagiakan....

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Feb 8, 2020, 1:00 AM - Singgih Tri Widodo
Feb 7, 2020, 12:42 AM - Dzabillah Widza Rahmania
Feb 19, 2020, 10:00 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma