19 Epidemi dan Pandemi paling Menyeramkan yang pernah Terjadi dalam Sejarah Manusia Modern

19 Epidemi dan Pandemi paling Menyeramkan yang pernah Terjadi dalam Sejarah Manusia Modern

Wabah dan epidemi telah merusak umat manusia di seluruh keberadaannya, bahkan kadang kala dapat mengubah mengubah arah sejarah.

Sepanjang perjalanan sejarah manusia modern, wabah penyakit telah menyerang umat manusia, terkadang mengakibatkan perubahan dalam alur sejarah dan, kadang-kadang, menandakan akhir dari seluruh peradaban..menyeramkan, bukan? Berikut adalah 19 dari epidemi dan pandemi terburuk, yang pernah terjadi :

1. Wabah Antonine: 165-180 M

Ketika pasukan Romawi  kembali ke Kekaisaran Romawi dari berkampanye, mereka membawa kembali lebih dari sekedar rampasan kemenangan. Ya...Wabah Antonine, yang mungkin merupakan wabah cacar, menghancurleburkan pasukan dan mungkin menewaskan lebih dari 5 juta orang di kekaisaran Romawi.

Umumnya ahli sejarah  mempercayai bahwasanya wabah dibawa ke Kekaisaran Romawi oleh tentara yang kembali ke rumah setelah perang melawan Parthia. 

2. Wabah Cyprian: 250-271 M

Sisa-sisa wabah ini ditemukan di mana api unggun membakar banyak korban epidemi kuno di kota Thebes di Mesir.

Nama wabah berasal dari  seorang uskup yang bernama  Cyprianus, yang merupakan  uskup  sebuah kota di Tunisia, Carthage, yang menggambarkan epidemi itu menandakan akhir dunia, wabah Cyprian diperkirakan telah menewaskan 5.000 orang per hari di Roma saja. 

Di tahun 2014, sejumlah ahli sejarah di Luxor berhasil menggali sebuah situs pemakaman massal korban wabah.  Keseluruhan tubuh dilapisi oleh lapisan kapur yang tebal (secara historis digunakan sebagai desinfektan).  Tidak diketahu secara pasti penyebab timbulnya wabah tersebut. 

3. Wabah Justinian: 541-542 M

Kekaisaran yang pernah terkenal dalam sejarah, Bizantium, mengalami kemunduran  sejak berjangkitnya wabah bubonik. Wabah itu muncul kembali secara berkala sesudahnya. Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa hingga 10% dari populasi dunia meninggal.

Nama wabah ini berasal dari Kaisar Bizantium yang terkenal,  Justinian (memerintah pada 527-565 M). Pada masa era kekuasaannya, Bizantium mencapai tingkat terbesarnya, mengendalikan wilayah yang membentang dari Timur Tengah ke Eropa Barat. 

Justinianus juga sakit karena wabah dan selamat; namun, kerajaannya secara bertahap kehilangan wilayah pada saat wabah melanda.

4. Black Death: 1346-1353

Black Death (Wabah Maut Hitam) menyebar dari Asia ke Eropa, meninggalkan kehancuran yang luar biasa. Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa wabah tersebut memusnahkan lebih dari setengah populasi Eropa.  Penyebab timbulnya wabah ini berasal dari strain bakteri Yersinia pestis yang kemungkinan punah hari ini dan disebarkan oleh kutu pada tikus yang terinfeksi. 

Wabah tersebut mengubah arah sejarah Eropa. Dengan begitu banyak yang mati, tenaga kerja menjadi lebih sulit ditemukan, menghasilkan upah yang lebih baik bagi para pekerja dan akhir dari sistem perbudakan Eropa. 

Studi menunjukkan bahwa pekerja yang selamat memiliki akses yang lebih baik ke daging dan roti berkualitas tinggi. 

5. Epidemi Cocoliztli: 1545-1548

Penyebab wabah  cocoliztli ini adalah penyakit demam berdarah yang menewaskan 15 juta penduduk Meksiko dan Amerika Tengah. Epidemi terjadi di antara populasi yang sudah dilemahkan oleh kekeringan ekstrem, penyakit ini terbukti sangat berbahaya. "Cocoliztli" adalah kata Aztec untuk "hama."

Wabah berasal dari  subspesies Salmonella atau disebut juga  S. paratyphi C, dapat menimbulkan demam enterik, yang merupakan demam yang dikategorikan seperti demam sakit tipus. 

Kondisi yang dapat ditimbulkan oleh demam enterik berupa demam yang  tinggi, ko0ndisi dehidrasi dan masalah gastrointestinal dan masih merupakan ancaman kesehatan utama saat ini.

6. Wabah Amerika: abad ke-16 M

Wabah Amerika merupakan wabah  yang dibawa ke Amerika oleh para penjelajah Eropa. Berbagai wabah penyakit ini, seperti penyakit cacar, merupakan sebab runtuhnya kebudayaan peradaban Inca dan Aztec. 

Wabah mematikan tersebut berperan dalam membantu pendudukan Spanyol yang dipimpin oleh Hernán Cortés menaklukkan ibukota Aztec dari Tenochtitlan pada tahun 1519 dan pasukan Spanyol lainnya yang dipimpin oleh Francisco Pizarro menaklukkan suku Inca pada tahun 1532.  Spanyol mengambil alih wilayah kedua kekaisaran. 

7. Wabah Besar London: 1665-1666 M

Wabah besar terakhir Black Death di Inggris menyebabkan eksodus massal dari London, dipimpin oleh Raja Charles II. Wabah mulai terjadi bulan April 1665 dan menyebar dengan cepat selama bulan-bulan musim panas. Penyebabnya adalah kutu  tikus yang sudah terinfeksi wabah adalah salah satu penyebab utama penularan. 

Pada saat wabah berakhir, sekitar 100.000 orang, termasuk 15% dari populasi London, telah meninggal. 

8. Wabah Besar Marseille: 1720-1723 M

Berdasarkan bukti sejarah, wabah besar Marseille terjadi  ketika sebuah kapal bernama Grand-Saint-Antoine berlabuh di Marseille, Prancis, membawa muatan barang dari Mediterania timur. Walaupun kapal itu diberlakukan proses karantina, wabah tetap bisa  masuk ke dalam kota, sangat besar penularan terjadi melalui kutu pada tikus yang sudah  terinfeksi wabah.

Penyebaran wabah terjadi  dengan sangat cepat, dan selama tiga tahun ke depan, sebanyak 100.000 orang mungkin telah meninggal di Marseille dan sekitarnya. Berdasarkan perkiraan, mencapai hampir 30% dari jumlah penduduk Marseille mungkin telah binasa.

9. Wabah Rusia: 1770-1772 M

Di kota Moskow yang sedang dilanda wabah, terjadi teror warga yang dikarantina meletus menjadi kekerasan. Kerusuhan menyebar ke seluruh kota dan memuncak dengan terjadinya pembunuhan Uskup Agung Ambrosius, yang mendorong orang banyak agar tidak berkumpul untuk beribadah.

Kaisar Rusia, Catherine II (juga disebut Catherine the Great), sudah sangat berputus asa dalam meredam wabah dan memulihkan ketertiban umum sehingga ia mengeluarkan dekrit tergesa-gesa yang memerintahkan agar semua pabrik dipindahkan dari Moskow. 

Ketika wabah telah berakhir, diperkiran korban mencapai 100.000 orang mungkin telah meninggal. Bahkan setelah wabah berakhir, Catherine masih harus  berjuang untuk memulihkan ketertiban. 

10. Epidemi demam kuning Philadelphia: 1793 M

Pada saat yellow fever (demam kuning) menyerang Philadelphia, yang merupakan ibu kota negara  Amerika Serikat pada saat itu, para pejabat secara keliru percaya bahwa para budak itu kebal. 

Wabah ini berasal dari nyamuk, yang meningkat jumlahnya selama cuaca musim panas yang sangat panas dan lembab di Philadelphia tahun itu. Pada saat hampir menjelang musim dingin, nyamuk pun mati,  epidemi itu akhirnya berhenti. Diperkirakan korban jiwa mencapai  5.000 orang telah meninggal.

11. Pandemi flu: 1889-1890 M

Di era industri modern, jaringan transportasi baru memudahkan virus influenza menyebar dengan suksesnya. Dalam jangka waktu hitungan bulan, wabah ini menyebar ke seluruh dunia, menewaskan 1 juta orang. Hanya butuh lima minggu bagi epidemi untuk mencapai puncak kematian yang merenggut banyak nyawa .

Kasus paling awal dilaporkan di Rusia. Selanjutnya terjadi penyebaran ke seluruh kota Petersburg dan berkembang dengan sangat cepat ke seluruh penjuru benua Eropa .

12. Epidemi polio Amerika: 1916 M

Dimulai dari kota New York, terjadi 27ribu kasus dan sekitar 6ribu kasus kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh Epidemi polio . Biasanya, anak-anak menjadi sasaran pertama dari epidemi polio ini dan kadang kala bisa membuat kondisi penderita menjadi cacat tetap. 

Wabah polio ini berkembang dengan brutal di Amerika Serikat Epidemi polio terjadi secara sporadis di Amerika Serikat sampai vaksin Salk dikembangkan pada tahun 1954. Kasus polio mulai menurun secara perlahan setelah vaksin tersebut tersebar luas.

Kasus polio terakhir di Amerika Serikat dilaporkan pada tahun 1979. Proses vaksinasi yang dilakukan secara global di seluruh dunia mampu menrunkan kasus polio ini walaupun belum sepenuhnya bisa dimusnahkan.

13. Flu Spanyol: 1918-1920 M

Ketika Flu Spanyol menyerang, korban  dengan hampir 500 juta jiwa dengan area wilayah dari Laut Selatan ke Kutub Utara . Dua puluh persen korban meninggal, dengan beberapa komunitas adat berada di ambang kepunahan. Penyebaran flu dan kematian meningkat oleh kondisi masa perang dengan  nutrisi yang buruk dimana hal ini  dialami oleh  banyak orang selama Perang Dunia I.

Sangat besar kemungkinan bahwasanya flu ini tidak berasal dari negara Spanyol meskipun bernama Flu Spanyol.  Selama perang Dunia 1, Spanyol merukan negara netral  dan tidak ada sensor yang ketat terhadap persnya, yang karenanya dapat dengan bebas menerbitkan laporan awal penyakit tersebut. 

Akibatnya, masyarakat menjadi salah percaya bahwa penyakit itu khusus untuk negara Spanyol.

14. Flu Asia: 1957-1958 M

Pandemi Flu Asia adalah wabah global lainnya untuk influenza. Dengan akarnya di Cina, penyakit ini merenggut lebih dari 1 juta jiwa.  Pandmei Flu Asia ini bermuasal dari virus flu burung.

Pandemi ini berkembang secara sporadis dan dilaporkan di Singapura pada bulan Februari 1957, Hong Kong pada bulan April 1957, dan kota-kota pesisir Amerika Serikat pada musim panas 1957. Pandemi ini memakan korban jiwa mencapai lebih  1,1 juta dari seluruh dunia, dengan 100ribu lebih kasus kematian terjadi di Amerika Serikat.

15. Pandemi dan epidemi AIDS: 1981-sekarang

Dimulai dari  sejak HIV diidentifikasi, sekitar 35 juta jiwa telah melayang. Virus HIV diidentifikasi berkembang dari virus simpanse yang ditransfer ke manusia di Afrika Barat pada 1920-an. 

Virus ini dengan cepat menyebar ke berbagai negara, dan AIDS merupakan bencana bagi dunia di akhir abad ke-20. 

Dalam  beberapa periode dekade, AIDS  tidak mempunyai obat yang dapat divalidasi, tetapi pengobatan yang dikembangkan pada 1990-an sekarang, memungkinkan orang dengan penyakit ini untuk mengalami rentang hidup normal dengan perawatan teratur. Dan berita baiknya, 2 orang telah dinyatakan sembuh dari HIV pada awal tahun 2020.

16. Pandemi Flu babi H1N1: 2009-2010 M

Disinyalir bahwasanya strain baru H1N1 dari Meksiko merupakan asal muasalnya flu babi yang terjadi di tahun 2009. Hampir dalam periode satu tahun, Flu babi telah menginfeksi sebanyak 1,4 miliar orang di seluruh dunia dan menewaskan antara 151.700 dan 575.400 orang.

Pandemi flu 2009 terutama menyerang anak-anak dan orang dewasa muda, dan 80% kematian terjadi pada orang yang lebih muda dari usia  65 tahun.  Namun kondisi tersebut merupakan hal yang tidak wajar, karena sebagian besar jenis virus flu, termasuk yang menyebabkan flu musiman, menyebabkan persentase kematian tertinggi pada orang berusia 65 dan lebih tua. 

Tetapi dalam kasus flu babi, orang lanjut usia tampaknya telah memiliki cukup kekebalan terhadap kelompok virus yang dimiliki H1N1, jadi tidak terlalu terpengaruh. 

17. Epidemi Ebola Afrika Barat: 2014-2016

Pada periode 2014 - 2016,  kawasan Afrika Barat diluluhlantakkan oleh serangan epidemi Ebola yang dahsyat , dengan 28.600 kasus yang dilaporkan dan 11.325 kematian. Kasus Ebola pertama kali dilaporkan terjadi di Guinea pada Desember 2013, kemudian penyakit ini dengan cepat menyebar ke Liberia dan Sierra Leone.  Di ketiga negara tersebut, sebagian besar kasus dan kematian terjadi. Beberapa kasus kecil terjadi di negara Nigeria, Mali, Senegal, Amerika Serikat dan Eropa.

Belum diemukannya obat untuk virus Ebola ini, meskipun upaya menemukan vaksin sedang berlangsung. Virus Ebola tersebut mungkin berasal dari kelelawar.

18. Epidemi Virus Zika: 2015-sekarang

Dampak epidemi Zika baru-baru ini terjadi di Amerika Selatan dan Amerika Tengah tidak akan diketahui selama beberapa tahun ke depan. Sementara itu, para ilmuwan harus berlomba melawan waktu untuk mengendalikan virus. Nyamuk dari genus Aedes biasanya membawa Virus Zika , meskipun juga dapat ditularkan secara seksual pada manusia.

Walaupun virus Zika ini biasanya tidak membahayakan orang dewasa atau anak-anak, Zika dapat menyerang bayi yang masih dalam kandungan dan menyebabkan cacat lahir. Pada iklim yang hangat, jenis nyamuk yang membawa Zika tumbuh subur., Dan kondisi ini membuat Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan bagian dari wilayah selatan Amerika Serikat menjadi tempat berkembangnya virus.

19. Pandemi Corona Virus : 2019 – sekarang

Pandemi COVID-19, juga dikenal sebagai pandemi coronavirus, adalah pandemi penyakit coronavirus yang sedang berlangsung, dimulai dari tahun 2019 (COVID-19), yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut yang parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2). 

Pandemi corona ini pertama kali terjadi di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Organisasi Kesehatan Dunia mendeklarasikan wabah tersebut sebagai darurat kesehatan publik yang menjadi perhatian internasional pada 30 Januari, dan pandemi pada 11 Maret 2020. 

Pada 28 Mei 2020, lebih dari 5,69 juta kasus COVID-19 telah dilaporkan di lebih dari 188 negara dan teritori, yang mengakibatkan lebih dari 355.000 kematian; lebih dari 2,34 juta orang telah pulih. 

Virus ini terutama menyebar di antara individu selama kontak yang dekat, paling sering melalui tetesan kecil yang dihasilkan oleh batuk, bersin, dan berbicara. 

Penularan terjadi jika individu menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah mereka. Virus ini menular selama tiga hari pertama setelah timbulnya gejala, meskipun penyebaran mungkin terjadi sebelum gejala muncul, dan dari orang yang tidak menunjukkan gejala. 

Biasanya gejala berupa demam, batuk, merasa lelah, sulit bernapas, dan kehilangan indera penciuman. Jika terjadi komplikasi maka besar kemungkinan berupa pneumonia dan sindrom gangguan pernapasan akut. Butuh waktu dari sejak terinfeksi sampai munculnya gejala biasanya sekitar lima hari tetapi dapat berkisar dari dua hingga empat belas hari. Belum ada vaksin yang berhasil ditemukan atau teknik penganobatan antivirus secara  khusus. 

Sangat direkomendasikan melakukan tindakan pencegahan dengan cara mencuci tangan, menutup mulut saat batuk, menjaga jarak dari orang lain, mengenakan masker di tempat umum, dan memantau dan mengisolasi diri bagi orang yang mencurigai mereka terinfeksi. 

Pihak berwenang di seluruh dunia telah merespons dengan menerapkan pembatasan perjalanan, penguncian, pengendalian bahaya di tempat kerja, dan penutupan fasilitas. 

Pandemi telah menyebabkan gangguan sosial dan ekonomi global, termasuk resesi global terbesar. Wabah ini  telah menyebabkan penundaan atau pembatalan acara olahraga, agama, politik, dan budaya, kekurangan pasokan logistic yang meluas diperburuk oleh panic buying, dan penurunan emisi polutan dan gas rumah kaca. 

Sekolah, universitas, dan perguruan tinggi telah ditutup baik secara nasional atau lokal di 177 negara, mempengaruhi sekitar 98,6 persen populasi siswa dunia. Informasi yang salah tentang virus telah menyebar melalui media sosial dan media massa dan telah ada insiden xenophobia dan diskriminasi terhadap orang-orang Cina dan terhadap mereka  yang berasal dari daerah dengan tingkat infeksi yang tinggi. 

 

 



It's Fun and Free to Support the Writers, Give Them a Cup of Coffee by Sharing Their Hard Work to Your Social Media. Let us Grow Together and Make more and more Creativities in Our Hands:


Comments

You must be Logged in to Post a Comment. OR Register Here for Only Less than 1 Minute!

Related Articles
About Author

Berbagi artikel kepada orang lain, itu menyenangkan...jika artikel itu dibaca orang lain, itu membahagiakan....

Popular This Week
Mar 6, 2020, 8:09 AM - Shinta Kusuma
Nov 4, 2019, 3:28 PM - RackTicle Manager
Dec 18, 2019, 9:22 PM - Rianda Prayoga
May 23, 2020, 2:23 AM - Edin S. Djatikusuma
Jan 20, 2020, 2:24 PM - RackTicle Manager
Dec 24, 2019, 10:26 AM - Eka Kusumaningrum
Feb 7, 2020, 1:22 AM - Singgih Tri Widodo
Jan 8, 2020, 10:43 AM - Deni Riyandi
Apr 23, 2020, 3:26 PM - Singgih Tri Widodo
Recent Articles
Aug 15, 2020, 11:04 AM - Akhmad Fauzi
Aug 14, 2020, 12:49 PM - celina lovinri
Aug 11, 2020, 5:57 PM - Pone Kamaruddin
Aug 10, 2020, 7:34 AM - celina lovinri
Aug 8, 2020, 9:28 PM - Singgih Tri Widodo
Aug 5, 2020, 8:06 PM - Siti Mahmudah Solikatun Kasanah
Aug 5, 2020, 7:26 PM - Shinta Kusuma